PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Saluran pencernaan ibarat pabrik kecil dalam tubuh manusia,
mengolah makanan bekerja non stop setiap hari. Mulai dari mulut, kerongkongan,
lambung, usus kecil dan usus besar dilalui oleh makanan yang dikonsumsi,
termasuk di dalamnya bakteri jahat atau baik.
Jumlah bakteri
jahat dalam saluran pencernaan bisa lebih banyak dari bakteri baiknya, ini yang
membuat saluran pencernaan tidak sehat, dan tubuh mudah sakit. Setelah makanan
dicerna di lambung, makanan yang sudah berwujud sari-sari ini masuk kedalam
usus halus. Penyerapan maksimal terhadap sari-sari makanan terjadi di usus
halus, fili-fili pada usus halus bekerja menyerap sari-sari makanan yang masuk.
Di dalam usus ini juga terdapat sejumlah besar limfosit, karena itu, usus halus
disebut sebagai organ kekebalan tubuh terbesar.
Jumlah bakteri
jahat yang banyak di dalam usus biasanya menyebabkan penyakit diare. Penyakit
yang dianggap biasa ini banyak terjadi pada anak-anak, karena biasanya
bersumber dari tidak higienisnya makanan yang dikonsumsi oleh anak-anak
tersebut.
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Sejarah Probiotik
Para ahli Organisasi Pangan dan Pertanian
PBB (FAO) mendefinisikan probiotik sebagai “mikroorganisme hidup yang bila
diberikan dalam jumlah memadai akan menyehatkan tuan rumahnya”. Mereka membantu
pencernaan makanan, membatasi bakteri merugikan dan merangsang kekebalan tubuh.
Pada akhir abad ke-19, para ahli
mikrobiologi menemukan bahwa orang sehat memiliki mikroba yang berbeda dengan
orang sakit. Mereka kemudian menamakan mikroba yang baik “probiotik” (arti
harfiahnya “untuk kehidupan”).
Metchnikoff mungkin adalah peneliti pertama
yang mengembangbiakkan mikroba bermanfaat dari susu fermentasi. Dia meyakini
bahwa bakteri asam laktat dapat memperpanjang umur dan meminum susu asam setiap
hari untuk membuktikannya. Dia meninggal dunia di tahun 1916 dalam usia 71
tahun, jauh melampaui usia rata-rata waktu itu.
Penelitian Metchnikoff menginspirasi
ilmuwan Jepang Shirota untuk memulai riset tentang hubungan bakteri usus dengan
kesehatan. Meyakini bahwa kesehatan seseorang dipengaruhi oleh jumlah bakteri
baik yang hidup dalam ususnya, Shirota dengan tekun meneliti berbagai jenis
flora mikroba usus. Pada tahun 1935, dia berhasil mengembangkan bakteri khusus
yang hidup dalam susu fermentasi. Saat ini jenis bakteri tersebut hadir di salah
satu minuman kesehatan paling penting di dunia, Yakult, yang resepnya hampir
tidak berubah sejak ditemukan oleh Shirota.
Sejak itu, banyak peneliti meneruskan
pekerjaan Shirota untuk mempelajari efek kesehatan dari probiotik. Penelitian
tersebut semakin intens dalam 20 tahun terakhir.
B.
Cara kerja
pencernaan
Untuk memahami bagaimana probiotik
menguntungkan kita, pemahaman mengenai sistem pencernaan akan membantu. Saluran
pencernaan Anda berisi ekosistem mikroba yang beragam dan kompleks. Anda adalah
tuan rumah bagi lebih dari 500 jenis bakteri usus yang memiliki cara hidup dan
perilaku berbeda-beda. Mereka memiliki potensi untuk bertindak positif, negatif
atau netral.
Jumlah dan jenis bakteri bervariasi
tergantung lokasinya di saluran pencernaan. Pada individu sehat, bagian atas
dari usus kecil dan lambung mengandung sedikit mikroba karena aksi bakterisida
asam lambung. Berbeda dengan usus kecil, usus besar adalah “markas PBB”-nya
bakteri. Di antara kedua ekstrim itu terdapat zona transisi yang berisi bakteri
dalam jumlah moderat.
Proses pencernaan dimulai segera setelah
makanan masuk mulut. Pengunyahan memperluas permukaan partikel makanan yang
membuatnya lebih mudah diurai menjadi partikel-partikel lebih kecil oleh enzim
air ludah. Di dalam perut, makanan bercampur dengan cairan lambung yang
mengandung enzim pencernaan dan asam klorida. Campuran ini, yang disebut cairan
lambung, menghancurkan makanan yang kemudian dipompa keluar dari lambung menuju
usus kecil. Di sana, enzim lain dan empedu dicampur dengan cairan lambung untuk
melanjutkan proses pencernaan dengan mengurai lemak, protein dan karbohidrat.
Beberapa karbohidrat tidak tercerna oleh enzim dan akan lolos ke usus besar,
namun sebagian besar nutrisi terserap di usus kecil.
Dalam waktu sekitar 4-6 jam setelah makan,
apa yang tersisa dari makanan akan melewati usus besar. Usus besar memiliki
jumlah bakteri terbesar (hingga 100 triliun) dari berbagai jenis. Bagian atas
usus besar melakukan fermentasi karbohidrat. Kotoran sisa pencernaan
dikeluarkan melalui dubur setiap 24-48 jam.
C.
Mekanisme kerja
probiotik
Probiotik bermanfaat bagi kesehatan melalui
salah satu proses berikut:
1.
Persaingan untuk nutrisi. Untuk tumbuh dan berkembang biak,
bakteri usus yang baik menggunakan nutrisi yang sama dengan bakteri patogen.
Konsumsi probiotik membantu membatasi perkembangan bakteri patogen.
2.
Persaingan untuk perlekatan. Kemampuan bakteri untuk melekat
di dinding usus merupakan elemen penting dalam perkembang-biakannya. Di sini
sekali lagi persaingan terjadi antara bakteri baik dan buruk. Salah satu fungsi
penting bakteri probiotik adalah mencegah atau membatasi pertumbuhan bakteri
patogen potensial (e. coli, salmonella, dll) pada dinding usus. Bakteri-bakteri
buruk itu dapat mengganggu pencernaan, menghambat penyerapan nutrisi, dan
menyebabkan diare atau muntah. Dalam populasi mikroflora usus yang seimbang,
dominasi bakteri baik mengurangi risiko tersebut.
3.
Merangsang kekebalan. Dengan mengoptimalkan keseimbangan
mikroflora usus, probiotik memelihara dan merangsang imunitas tubuh. Bila
dikonsumsi secara teratur, mereka membantu Anda mengurangi risiko berbagai
penyakit.
4.
Memperbaiki pencernaan. Probiotik memproduksi enzim seperti
polisakarida karbohidrat yang membantu mengurai makanan. Dengan demikian, usus
kecil lebih mudah menyerap nutrisi yang terurai dari makanan. Mikroflora di
usus besar juga mendukung proses sintesis vitamin.
D.
Probiotik
Minuman
Probiotik adalah
mikroorganisme hidup “baik” yang secara alamiah terdapat di dalam sistem
pencernaan, (disebut juga dengan flora normal,) atau mikroorganisme baik yang
sengaja dikembangbiakkan sebagai suplemen makanan/minuman yang apabila
dikonsumsi dalam jumlah seimbang akan memberikan dampak positif bagi kesehatan.
Mikroorganisme ini bisa berupa
bakteri, ragi atau mikrofungi. Pada umumnya probiotik yang dikonsumsi
masyarakat adalah bakteri, misalnya dari keluarga Lactobacillus,
Bifidobacterium dan Enterococcus, dalam bentuk minuman fermentasi seperti
yoghurt dan makanan fermentasi seperti acar dan asinan, atau dari hasil
industri bioteknologi, yang diaplikasikan ke dalam suplemen berbentuk padat
atau cair.
Probiotik berfungsi untuk
menjaga keseimbangan mikroesosistem dalam sistem pencernaan, membantu proses
pencernaan, berperan positif dalam sistem immun dan menetralkan atau
menghilangkan racun. Gaya hidup yang tidak sehat, tidak memperhatikan
kebersihan makanan atau minuman, stress dan konsumsi antibiotik yang berlebihan
adalah faktor-faktor yang dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme dalam
sistem pencernaan.
Istilah Probiotik diperkenalkan
kepada masyarakat umum melalui industri suplemen makanan/minuman, padahal
sebenarnya kita sudah memperoleh bakteri baik tersebut semenjak kita
dilahirkan, yang diwariskan oleh orangtua kita melalui saluran kelahiran.
Mikroorganisme baik ini biasanya tidak diperoleh bayi yang dilahirkan melalui
bedah cesar, inilah salah satu faktor penyebab mengapa bayi cesar cenderung
memiliki alergi, sistem imun yang tidak optimal dan jumlah mikroorganisme flora
normal yang rendah.
Konsumsi suplemen Probiotik
secara seimbang dapat membantu mengembalikan dan menjaga keseimbangan
mikroekosistem tersebut, mencegah diare, mencegah produksi gas yang berlebihan
(masuk angin) dan melancarkan proses pencernaan.
E. Keuntungan minuman probiotik
1.
Setiap
harinya, tubuh memerlukan minimal 6,5 miliar bakteri baik seperti Lactobacillus
casei atau L.casei untuk menekan bakteri jahat penyebab penyakit.
2.
L.casei
terdapat juga di minuman probiotik. Minuman ini hasil fermentasi susu tanpa
lemak yang bertujuan memerbanyak L.casei, ditambah dengan dektrosa, serta air
berkualitas bagus.
3.
Minuman
probiotik dapat dijadikan MP ASI atau dessert kepada bayi berusia enam bulan ke
atas. Berikan minuman tersebut secukupnya.
4. Simpan minuman probiotik pada suhu
lemari es, sekitar 4 derajat Celcius untuk menjaga L.casei tetap optimal,
begitu pula sebaliknya. L.casei berkualitas dapat
memerintahkan tubuh siaga terhadap virus, bakteri, jamur yang hinggap ke tubuh.
5. Minuman probiotik dapat diolah dengan
buah untuk jus atau ice blended. Tetapi tidak disarankan dimasak dengan api.
Karena akan merusak kandungan bakteri baiknya.
Probiotik seringkali
direkomendasikan oleh dokter, dan, lebih sering lagi, oleh ahli nutrisi, setelah
pengkonsumsian antibiotik, atau sebagai bagian dari pengobatan candidiasis. Banyak probiotik disediakan dalam sumber alaminya seperti Lactobacillus pada yoghurt dan sauerkraut. Beberapa
mengklaim probiotik mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
Beberapa
produk fermentasi mengandung asam laktat bakteri yang mirip walaupun sering
belum dibuktikan memiliki efek probiotik atau kesehatan termasuk: Kefir,
Yogurt, Sauerkraut, Kimchi,
Kombucha dan Dadiah : susu fermentasi dari Minangkabau
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari
makalah ini dapat disimpulkan Konsumsi
suplemen Probiotik secara seimbang dapat membantu mengembalikan dan menjaga
keseimbangan mikroekosistem tersebut, mencegah diare, mencegah produksi gas
yang berlebihan (masuk angin) dan melancarkan proses pencernaan.