Jumat, 21 Agustus 2015

Hollow


Saat ini kau jauh, entah untuk berapa lama. Sebenarnya tak ada yang berbeda dari rasa kesepian ini dengan rasa yang sudah-sudah, sama saja. Dalam perjalanan apapun yang akan ku lalui, ku ingin tak sendiri. Bukanlah perkara mau atau tidaknya aku menunggumu, bukan pula perkara bisa tidak bisanya aku menunggumu. Ini tentang apa yang aku yakini, aku bahagia denganmu. Yah kali ini lebih sangat takut setelah mengenalmu, lebih sepi setelah mengenalmu. Aku takut merasa sepi setelah bertubi-tubi kau hujam aku dengan kebahagiaan.

Sederhana yang dapat merubah perasaanku ini, bahkan tak pernah terduga kehadiranmu menjadikanku memiliki perasaan yang biasa saja menjadi luar biasa. Celotehmu aku rindu, marahmu aku rindu, diammu aku rindu, senyummu aku rindu dan semua tentangmu aku rindu. Bisakah kau terus hujam aku dengan kebahagian ini? Bisakah kau tak berhenti untuk tetap membuatku takut? Bisakah dirimu hanya untukku? Yah..bisakah?

Dalam kesepian aku tak terlalu meminta lebih untuk dihadirkan keramaian, aku hanya ingin satu kehadiran saja, dan itu dirimu. Perasaanku yang kau tata dengan sabar, hatiku yang kau rebut pelan-pelan hingga saat ini aku tak bisa tak merindukanmu. Dan bila tiba dimana waktu kerinduan ini terjawabkan dalam dekapan eratmu. Ku mohon,,,,,, jangan lepaskan!.

*Muiqal*

Jumat, 19 Juni 2015

Yang Aku Sebutkan

Tak lagi akan bertanya kenapa baru sekarang datang? kenapa baru sekarang aku memilih untuk bahagia? Kenapa aku selalu menunggu dan menimang-nimang rindu yang entah siapa pemiliknya pun tak peduli? Taka lagi aku harapkan jawabannya. Karena disini, keberadaanmu telah menjawab semuanya tanpa perlu ku bertanya lagi.

Perasaanku yang kau tumbuhkan tanpa ku duga, yang kau hidupkan ketika aku memilih menguburnya, yang hanya dengan kehadiranmu dan tak perlu membuatku terluka. Aku memilih menjatuhkan hatiku sejatuh-jatuhnya padamu, aku memilih setakut-takutnya kehilangan. “Ya… takut kehilanganmu”.

Takkan aku melewatkanmu, takkan ku jadikan kau yang terlewatkan. Takkan mungkin aku akan meninggalkanmu. Aku memilih bahagia denganmu. Ketika pilihanku terucap… kau tau? Ku kubur dalam-dalam masa laluku. Ku berhenti memikirkan sakit apa yang telah menempaku, ku berhenti menuliskan luka apa yang membentukku. Ku berhenti melakukan semua itu, semua yang sia-sia itu.

Saat kebahagiaanku dipertanyaakan, ketika masa depanku diminta jawbannya dan lalu semua yang pura-pura menawarkan kebahagiaan bertanya siapa. Namamu, namamulah yang aku sebutkan. Bahagiaku, masa depanku dan yang membuatku berhenti menunggu,,, ya itu kamu. Kamu yang akan selalu aku sebutkan ketika aku rindu dan Aku yang akan menjadi alasan untuk kamu berhenti mencari. Hati ini pemiliknya… kamu.


*Muiqal*