Saat ini kau
jauh, entah untuk berapa lama. Sebenarnya tak ada yang berbeda dari rasa
kesepian ini dengan rasa yang sudah-sudah, sama saja. Dalam perjalanan apapun
yang akan ku lalui, ku ingin tak sendiri. Bukanlah perkara mau atau tidaknya aku
menunggumu, bukan pula perkara bisa tidak bisanya aku menunggumu. Ini tentang
apa yang aku yakini, aku bahagia denganmu. Yah kali ini lebih sangat takut setelah
mengenalmu, lebih sepi setelah mengenalmu. Aku takut merasa sepi setelah
bertubi-tubi kau hujam aku dengan kebahagiaan.
Sederhana yang
dapat merubah perasaanku ini, bahkan tak pernah terduga kehadiranmu
menjadikanku memiliki perasaan yang biasa saja menjadi luar biasa. Celotehmu aku
rindu, marahmu aku rindu, diammu aku rindu, senyummu aku rindu dan semua
tentangmu aku rindu. Bisakah kau terus hujam aku dengan kebahagian ini? Bisakah
kau tak berhenti untuk tetap membuatku takut? Bisakah dirimu hanya untukku? Yah..bisakah?
Dalam kesepian
aku tak terlalu meminta lebih untuk dihadirkan keramaian, aku hanya ingin satu
kehadiran saja, dan itu dirimu. Perasaanku yang kau tata dengan sabar, hatiku
yang kau rebut pelan-pelan hingga saat ini aku tak bisa tak merindukanmu. Dan bila
tiba dimana waktu kerinduan ini terjawabkan dalam dekapan eratmu. Ku mohon,,,,,,
jangan lepaskan!.
*Muiqal*