|
GEOLOGIS
Pada zaman Pleistochen, daratan pulau Ternate masih
merupakan satu daratan dengan pulau-pulau seperti; Morotai, Halmahera,
Hiri, Maitara, Tidore, Mare,
Moti, Makian, Kayoa, Bacan dan
sebagainya yang terletak pada rankaian gunung berapi Zone Maluku Utara.
Deretan pulau-pulau ini berada di sepanjang pantai barat pulau Halmahera di
Propinsi Maluku Utara.
Perubahan alam yang terjadi selama ratusan-ribu tahun dan
pergeseran kulit bumi secara evolusi telah membentuk pulau-pulau kecil di
sepanjang “Jazirah tuil Jabal Mulku“, (Istilah yang sering
dipergunakan oleh Buya Hamka). Halmahera adalah merupakan Pulau
Induk dari di kawasan ini, yang menjadi dataran tertua, selain pulau Seram di
Maluku Tengah. (sumber; B. Soelarto, Sekelumit Monografi Daerah
Ternate, Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Depdikbud, Jakarta).
Dilihat dari sudut geologis, seperti disinggung di atas, pulau Ternate merupakan salah satu dari deretan pulau yang memiliki gunung berapi, dari barisan garis : ”strato vulkano active at south pacific” yang melintang di kawasan Asia timur ke Asia tenggara, dari utara ke selatan. Salah satu yang masih aktif di kepulauan Maluku Utara adalah gunung “Gamalama” di pulau Ternate dengan ketinggian 1.730 m. (bangsa Portugis menyebut dengan; Nostra Senora del Rozario).
Erupsi
dari letusan gunung berapi Gamalama yang paling hebat pernah terjadi pada
tahun 1608, 1635, 1653, 1840 dan 1862. Letusan terhebat yang tercatat terjadi
pada pertengahan abad ke-18, tepatnya pada tanggal 10 Maret 1737
yang bertepatan dengan 22 Dzulkaidah 1149.H yang mengakibatkan
aliran lahar dari puncak hingga mencapai laut yang dikenal sekarang dengan “Batu
Angus”. (sumber; F.S.A. de Clerq, Bijdragen tot de Kennis der
Residentie van Ternate, Leiden, 1890).
Dalam jangka waktu kurang 400 tahun lebih (1538 – 1962) telah terjadi 1164 kali erupsi larva. Letusan yang mengakibatkan kepanikan dan dan pengungsian masyarakat Ternate moderen adalah pertama kali sejak tahun 1962, yaitu pada tanggal 4 September 1980 yang dialami sendiri oleh penulis yang ketika itu masih sebagai pelajar kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar di pulau Ternate.
GEOGRAFIS
Secara astronomis,
pulau Ternate terletak pada 127,17 Bujur Timur – 127,23 Bujur Timur dan 0,44
Bujur Timur – 0,51 Bujur Timur. Secara Topografis Pulau Ternate
berbentuk bulat kerucut (strato volcano) yang luas diagonal pulau dari
arah utara ke selatan, sepanjang 13 km dan dari arah barat ke timur sepanjang
11 km, dengan panjang keliling pulau adalah 55 km , yang terdiri dari dataran
rendah dan lereng. Ciri topografis sebahagian besar datarannya adalah wilayah
bergunung dan daerah berbukit, terdiri dari pulau vulkanis dan pulau karang
dengan kondisi jenis tanah :
• Rogusal : pulau Ternate, pulau Hiri dan pulau Moti • Rensikal : pulau Mayau, pulau Tifure, pulau Makka, pulau Mano dan pulau Gurida
Secara Yuridis,
berdasarkan Undang-Undang No.11 tahun 1999, tanggal 27 April 1999 status Kota
Ternate dari Kota Administratif (Kotip) ditingkatkan dan menjadi
Kotamadya. Luas seluruh wilayah Kotamadya Ternate adalah 5.681,30 Km2,
terdiri dari;
- Wilayah
Perairan : 5.457,55 Km2
- Wilayah Daratan : 133,74 Km2, yang mencakup 8 buah pulau, yaitu : • Pulau Ternate : 92,12 Km2 • Pulau Hiri : 7,31 Km2 • Pulau Moti : 17,72 Km2 • Pulau Mayau : 8,5 Km2 • Pulau Tifure : 7 Km2 • Pulau Makka : 0,5 Km2, tidak berpenghuni • Pulau Mano : 0,05 Km2, tidak berpenghuni • Pulau Gurida : 0,55 Km2, tidak berpenghuni - Jarak antara pulau • Ternate – Hiri : 1,5 mil laut • Ternate – Moti : 11 mil laut • Ternate – Mayau : 90 mil laut • Ternate – Tifure : 106 mil laut • Ternate – Makka : 1,6 mil laut • Ternate – Mano : 1,6 mil laut • Ternate – Gurida : 106,1 mil laut
Pulau-pulau
dalam wilayah Kotamadya Ternate terletak dalam lingkup kawasan pantai barat
Halmahera, melalui kepulauan Filipina, Sangihe Talaud dan Minahasa yang
dilingkupi lengkung Sulawsi bagian utara. Kotamadya Ternate berbatasan dengan
:
Sebelah utara dengan Samudera Pasifik dan perairan Filipina • Sebelah selatan dan barat dengan Laut Maluku • Sebelah timur dengan pantai barat Halmahera
Secara Ekonomis,
Kedudukan kota Ternate adalah sebagai pusat pemerintahan dan pusat
perdagangan yang sangat strategis dan penting sekali di kawasan ini. Di Kota
Ternate terdapat Pelabuhan Samudera “Ahmad Yani” dan Bandar Udara “Babullah”.
Kota Ternate itu sendiri berlokasi di pesisir timur pulau Ternate menghadap
pulau Halmahera posisi ini sangat potensial. Kedudukan yang demikian ini
menyebabkan kota Ternate memiliki peranan yang sangat penting dalam ekonomi perdagangan
lintas Halmahera.
Selain
itu, letak pulau Ternate adalah dekat dengan kota Manado ibukota Propinsi
Sulawesi Utara. Posisi strategis yang berhadapan dengan kawasan Dodinga,
sebuah persimpangan jalan di pulau Halmahera yang menyebabkan kota ini berkembang
dalam lajur perdagangan di daerah Maluku Utara.
GENEALOGIS
Sebagaimana
dipaparkan di atas, ada pendapat yang mengatakan bahwa pada zaman
pleistochen, setelah dataran Morotai, Ternate, Tidore, Makian, Bacan, Kayoa
dan sebagainya terlepas dengan dataran Halmahera dan membentuk pulau-pulau
kecil, sebagaimana adanya sekarang, maka telah terjadi pula migrasi penduduk
pada zaman itu yang semula berdiam di dataran pedalaman ke kawasan pantai.
Hal itu dilakukan untuk menghindari bencana alam yang diakibatkan oleh
gerakan gunung berapi dan pergeseran kerak kulit bumi yang berlangsung secara
evolusi.
Pendapat
ini dilandasi argumentasi antropologi budaya, yaitu bahwa antara penduduk
pedalaman dan masyarakat di pulau-pulau, memiliki adat istiadat yang hampir
sama. Perkiraan lain adalah bahwa penduduk pribumi masyarakat di Halmahera
dan Maluku Utara pada umumnya masih satu rumpun dengan bangsa Proto Melayu
dan Netro Melayu yang sampai kini masih dapat ditelusuri jejak asal usulnya.
Tapi yang jelas, Ternate dari sepanjang Halmahera, yang membentang dari utara
hingga ke selatan tidak berada dalam garis perjalanan migrasi masyarakat
purbakala di nusantara yang datang melewati, Cina Selatan (Tonkin),
melalui Phinipina terus ke Sulawesi Utara.
MASA
Pra-ISLAM
Sejarah Ternate
pada masa pra-Islam masih belum dapat dijelaskan secara panjang lebar,
kecuali dalam aspek adat-istiadat dan kepercayaan yang hingga kini masih
dihayati oleh sebahagian masyarakat Ternate, yang dapat kita jadikan petunjuk
yang meyakinkan bahwa semasa pra-Islam, Ternate telah mempunyai sejarah
sendiri. Peninggalan Ternate pada zaman pra-Islam tidak ditemukan dalam
bentuk tulisan maupun artevak.
Seperti
yang sudah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya bahwa belum agama Islam
masuk, di Ternate telah terdapat 4 kelompok masyarakat, yaitu ;
1. Tubo,
(yang mendiami kawasan puncak/lereng sebelah utara pTernate)
2. Tobona, (yang mendiami kawasan lereng sebelah selatan di Foramadiyahi). 3. Tabanga, (yang mendarat kawasan pantai bagian utara) dan 4. Toboleu. (yang menempati kawasan pesisir pantai timur di Ternate)
Masyarakat
Ternate yang sejak dahulu sejak dari Raja pertama Kolano Cico alias Masyhur
Malamo (1257) hingga Sultan yang ke-48 sekarang ini Sri Sultan Mudaffar
Syah-II, telah mengalami perjalanan panjang yang merupakan mata rantai
kelangsungan sebuah komunitas yang tentunya dikikis dan dipoles oleh jaman
yang dilaluinya hingga saat ini Ternate menjadi pusat pemerintahan Propinsi
Maluku Utara.
PERAN
KESULTANAN
Setiap
pembahasan mengenai sejarah daerah Maluku Utara “the history of
Moluccas” pada umumnya berkisar pada sejarah kesultanan yang pernah
berkuasa di daerah ini. Sejarah telah mencatat, bahwa telah lama ada, empat
kesultanan yang dikenal dengan “Moloku Kiye Raha” yang terdiri dari; ”Kiye
Bessi, Tuanane, Duko, se Gapi”.
Kiye Bessi kemudian bergeser ke Kasiruta di Bacan, Tuanane kemudian bergeser
ke Halmahera di Jailolo, Duko adalah Tidore dan Gapi adalah Ternate.
Keempat
kerajaan tersebut kemudian dikenal dengan; Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore,
Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan. (urutan menurut Naidah yang
ditulis P. van der Crab, “Geschiedenis van Ternate, in Ternataanschen
en Maleischen text beschreven door den Ternataan Naidah”, Koninklijk
Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde, The Hague, 1878).
Sumber-sumber
asing lain-pun menyebutkan adanya keempat kesultanan tersebut, Portugis
misalnya memberikan urutan yang sama, yang merupakan petunjuk bahwa, bahan
sumber data dan informasi banyak diperoleh dari pihak Ternate, yang mana orang
Portugis pertama kali mengadakan hubungan.
Tentu
saja sumber-sumber dari luar Ternate akan memberikan urutan yang lain pula.
Sebagai contoh misalnya, Francoise Valentijn (“Oud en Neew Oost
Indien” S. Keijzer, Amsterdam, 1862), memberikan urutan kesultanan
Jailolo pada urutan perrtama, kemudian beralih ke pihak Ternate, Tidore dan
Bacan.
Sedangkan
menurut kronik kesultanan Bacan, jelaslah bahwa kesultanan Bacan menduduki
tempat pertama berdasdarkan klaim bahwa Raja Bacan pertama adalah putra tertua
dari Jaffar Saddik, dengan urutannya; Bacan, Jailolo, Tidore dan Ternate.
Bagaimanapun urutannya, yang lebih terpenting adalah bahwa semua sumber
tersebut menyebutkan nama yang sama.
Besarnya
pengaruh Globalisasi serta minimnya bahan-bahan dan tulisan tentang sejarah
daerah Maluku Utara, mengakibatkan generasi muda masa kini, apatis terhadap
pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Dan lebih
disayangkan lagi adalah semakin tajamnya egoisme primordial ke-suku-an antar
masing-masing etnis yang ada di Maluku Utara dalam percaturan di bidang
politik praktis tingkat lokal, memberikan efek negatif terhadap pelestarian
nilai sejarah, adat dan tradisi dari masing-masing kelompok etnik.
LEMBAGA
KEAGAMAAN
Semua
lembaga dan jabatan yang diuraikan penulis pada pembahasan di atas disebut
dengan “Bobato Dunia“. Bobato dunia adalah semua lembaga dan
jabatan yang berhubungan dengan urusan ke-dunia-wian, yang bersifat politik,
ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan-keamanan dan sebagainya. Sedangkan lembaga
atau jabatan yang mengurus masalah keagamaan disebut dengan “Bobato
Akhirat“.
Dari
segi spirituil dan urusan keagamaan ditangani oleh suatu lembaga yang disebut
dengan Jou Lebe (Badan Syari’ah). Lembaga ini dikepalai oleh
seorang yang menjabat sebagai Kadhi. Anggotanya terdiri dari para Imam,
Khatib dan para staf pelaksana. Para pejabat di bidang keagamaan terdiri dari
:
1. Kadhi
atau Kalem yaitu pejabat tertinggi dalam urusan keagamaan (Imam
Agung), membawahi 4 orang Imam Besar Kesultanan, (ditambah Imam Jawa)
yang terdiri dari :
• Imam Jiko • Imam Jawa • Imam Sangaji • Imam Moti • Imam Bangsa 2. Jabatan lainnya adalah para Khatib yaitu pejabat pelaksanan dakwah dan siar Islam dibawah Imam, terdapat 6 jabatan khatib dalam struktur kesultanan. Tiap khatib membawahi beberapa orang Modim (Muazzim). Keenam orang khatib tersebut, terdiri dari : • Khatib Jiko • Khatib Jawa • Khatib Sangaji • Khatib Moti • Khatib bangsa • Khatib Jurutulis
Dari
para Imam dan khatib, serta para JOGURU (Kiyai dalam bahasa Jawa)
inilah siar dan dakwah agama Islam ditegakkan ke seluruh pesisir jazirah
Maluku Utara, sehingga saat ini hampir semua pesisir pulau-pulau di kawasan
Maluku Utara, Sulawesi Utara, Pantai Timur pulau Sulawesi, Seram Barat,
Kailolo, Hingga kepala burung pulau Papua (Fak-Fak dsb) tersentuh
akidah dan ajaran agama Islam.
Masyarakat
Ternate tidak mengenal sistem “Pesantren” seperti halnya di Jawa. Cara
pengajaran tradisional dengan Sistem Pesantren mulai diterapkan di Ternate
pertamakali sekitar awal tahun 1980-an yakni dengan berdirinya pesantren
pertama di Tidore.
Pendidikan
Formal keagamaan pertamakali berdiri di Ternate pada tahun 1930-an dengan
berdirinya Sekolah Madrasah Islamiyah di Ternate. Sekolah Raudatul
Adab yang baru itu diasuh oleh seorang pendidik yang berasal dari pulau Ambon
yang masih berdarah arab yaitu : Almarhum Syech Bachmid. Dua sekolah
yang didirikan tersebut masing-masing setingkap dengan SD dan SMP. Kemudian
berdiri pula Taman Pendidikan Muhammadiyah yang dipelopori oleh Bongso
Hi Bahdar.
STRUKTUR
KEPEMIMPINAN
Tiap
kelompok masyarakat pada zaman pra-Islam di Ternate mendiami suatu tempat
tinggal, yang mereka sebut dengan istilah Gam (Kampung),
warganya terdiri dari beberapa keluarga/kerabat yang dalam istilah daerah
disebut dengan sebutan Soa (Marga) yang dipimpin oleh seorang Fanyira,
singkatan dari kata ‘Ngofa ma-nyira’. (Baca artikel terkait; Stratifikasi
Sosial Masyarakat Adat di Ternate).
Selanjutnya
masing-masing kepala Soa dipimpin oleh seorang Momole (Kepala
Kampung) yang bergelar; Kimelaha, Fanyira dan Sangadji. Disamping sebutan
untuk seorang kepala Soa untuk tiap-tiap Soa, kata momole terambil dari kata
“Tomole“ yang mempunyai arti; Kesaktian atau Kehebatan, yakni orang
yang menjadi pemimpin karena mempunyai kelebihan dan kesaktian dalam berbagai
hal.
Kelompok
masyarakat waktu itu masih menjalankan kepercayaan primitif, dan
kadang-kadang sering terjadi pertentangan dan saling bermusuhan dalam hal
memperebutkan hegemoni. Dengan demikian maka, di Ternate pada zaman pra-Islam
terdapat 4 orang Momole. Seorang Momole diangkat berdasarkan kharisma yang
ada padanya. Setelah masuknya agama Islam, maka sistem pemerintahan Momole
berubah. Keempat Momole tersebut, bergabung dan dipimpin oleh seorang Kolano.
Pada masa awal sistem ini, struktur kepemimpinan masih sangat sederhana.
Bersamaan
dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di Ternate, maka berkembang pula
sistem pemerintahan Kolano, seperti juga di Tidore, Bacan dan Jailolo.
Ke-empat Kolano ini kemudian membentuk konfederasi persekutuan antara empat
kerajaan tersebut di Taunane Pulau Moti (Moti Verbond), yang kemudian
dikenal dengan sebutan persatuan “Moloku Kie Raha”. Ternate waktu itu
dipimpin oleh Kolano ke-7, yang bernama Kolano Sida Arif-ma-Lamo.
Sida
Arif ma-Lamo ditunjuk sebagai “Kolano Ma-Dopolo” yang pemimpin
persekutuan ini. Dinobatkan sebagai Kolano Ternate tahun 1322 dan memerintah
selama 9 tahun (1322-1331). Dalam sistem ini, struktur kepemimpinannya lebih
disempurnakan. (F.S.A. de Clerq).
Pada
perkembangannya selanjutnya , sejak tahun 1486, disaat penobatan Kolano
ke-19, Zainal Abidin, yang pertama kali memakai gelar “SULTAN” yang
memerintah dari tahun 1486 – 1500, adalah merupakan masa peralihan dari
bentuk Kolano ke bentuk Kesultanan. Beliau diberi gelar ; Paduka Sri
Sultan Zainal Abidin.
Dalam
struktur kepemimpinan kesultanan, dibentuk lembaga-lembaga tradisional.
Pelaksanaan tugasnya, Sultan dibantu oleh badan-badan dan pejabat seperti :
1. KOMISI
NGARUHA, (fungsinya disamakan dengan Dewan Pertimbangan Agung).
2. BOBATO
MA-DOPOLO, yaitu suatu Dewan Pembantu Sultan, anggotanya terdiri :
a. Jogugu, sebagai wakil Sultan merangkap kepala Bobato. Jogugu adalah singkatan dari ‘Jou Kolano ma-gugu’ yaitu wakil Sultan bidang Pemerintahan , yang berkuasa dan bertanggung jawab atas seluruh kebijakan kesultanan tertinggi dibawah Sultan, yang dijabat oleh bangsawan Senior di kalangan kerabat keluarga terdekat Sultan. (disamakan dengan Perdana Menteri). b. Kapita Lao, yang bertanggung jawab dalam masalah yang bertalian dengan peperangan, yang dijabat oleh bangsawan Senior di kalangan kerabat Sultan. (disamakan dengan Panglima Armada Laut). c. Hukum Soa Sio, adalah seorang pejabat yang bertanggung jawab dan menangani hal-hal yang berhubungan dengan urusan di dalam negeri. (disamakan dengan Menteri Dalam Negeri). d. Hukum Sangadji, adalah seorang pejabat yang bertanggung jawab dan menangani masalah-masalah luar negeri termasuk daerah takluk-kan. (disamakan dengan Menteri Luar Negeri). e. Tuli Lamo, sebagai juru tulis kesultanan, (disamakan dengan Menteri Sekretaris Negara).
3. BOBATO
NYAGI MOI SE-TUFKANGE, yaitu Dewan 18 yang anggotanya terdiri dari
delapan belas Orang. Mereka terdiri dari :
a. Berasal dari Soa-Sio sebanyak 9 orang, yaitu : 1) Pejabat berpangkat Kimelaha, sebanyak 5 orang. 2) Pejabat berpangkat Fanyira, sebanyak 4 orang. b. Berasal dari Pejabat berpangkat Sangaji, sebanyak 9 orang, yang merupakan wakil utusan dari wilayah seberang.
Dalam
struktur kepemimpinan tradisional di kesultanan Ternate, terdapat semacam
Dewan Rakyat, yang disebut dengan GAM RAHA, yang wakilnya terdiri dari
pejabat perwakilan keempat wilayah yang terdiri dari :
1. SOA-SIO,
(Komunitas masyarakat yang terdiri dari 9 kelompok Soa/distrik yang berada
di di wilayah pusat Kesultanan).
2. SANGADJI, (Komunitas beberapa distrik di negeri seberang/wilayah taklukkan). 3. HEKU, (Komunitas masyarakat Ternate yang wilayahnya mulai dari Ake Santosa (sekarang Kelurahan Salero) ke utara hingga ke pulau Hiri termasuk Halmahera muka). 4. CIM, (Komunitas masyarakat dari Ake Santosa ke salatan hingga mencapai batas desa Kalumata).
Gam Raha
berfungsi mensahkan calon sultan yang menurut tradisi ditunjuk dari anak
lelaki putera sultan, (bukan putra tertua saja tapi bisa adik-laki2-nya).
Meskipun telah ditetapkan adat, calon Sultan itu harus disahkan oleh Gam
Raha. Calon diajukan oleh pihak Soa-Sio dan Sangaji, selanjutnya apabila
calon tersebut ditolak oleh pihak Heku dan Cim, maka harus diganti. Sistem
ini merupakan keunikan dan cirri khas “Demokrasi” ala Ternate, dimana
sistem pemerintahan adalah berbentuk Monarki tetapi pewaris kekuasaan
dilakukan melalui pemilihan/penunjukan dari “Gam Raha” berdasarkan
kriteria tertentu. Tidak seperti biasanya setiap kerajaan, putera tertua dari
Raja dan Permaisuri mutlak harus menjadi pewaris takhta.
Pejabat
penting lainnya yang dalam kepemimpinan wilayah adalah seorang Salahakan.
Pejabat ini adalah merupakan perwakilan Sultan di daerah-daerah otonomi yang
jauh. Dalam sejarah Ternate, pernah diangkat Salahakan di Tabukan (Sangir
Talaud), Banggai (Sulawesi), Sula Taliabu. Selain Salahakan
dikenal juga Utusan Sultan yang dikirim ke perbatasan untuk menangani
soal keamanan. Ia juga bertugas sebagai koordinator para sangaji di daerah
itu.
Diketahui
pernah ada tiga utusan yang pernah ditetapkan dalam kesultanan Ternate,
yaitu; Utusan Kayoa yang berbatasan dengan kesultanan Bacan, Utusan Galela
untuk mengamankan perbatasan dengan kesultanan Mindanao-Sulu, Utusan Dodinga
untuk mengawasi perbatasan wilayah darat dengan kesultanan Tidore di daratan
pulau Halmahera.
SEJARAH
PEMERINTAHAN
Dalam
sejarah kepemimpinan/pemerintahan di Ternate, selain dipimpin oleh para
Kolano/Sultan sebanyak 48 orang Raja Ternate, masyarakat Ternate
pernah diperintah oleh pejabat penguasa asing yang berkedudukan di Ternate,
tercatat sebanyak 20 orang pejabat Gubernur Portugis (1512-1574), 7
orang pejabat sebagai Residen perwakilan Inggris di Ternate (1797-1815), 53
orang pejabat Gubernur VOC untuk wilayah Maluku yang berkedudukan di
Ternate, dan lebih dari 28 orang pejabat Residen Pemerintah Kerajaan
Belanda yang juga berkedudukan di Ternate. (Sumber; F.S.A. de Clerq).
Kronologis Pemimpin Pemerintahan di Ternate selama 7 Abad lebih diuraikan pada artikel sesudah ini.
Perjalanan
panjang sejarah masyarakat Ternate yang hingga kini telah berusia 758 tahun
melalui dinamika dengan begitu banyaknya proses asimilasi budaya dan campur
tangan kekuasaan dari luar terutama bangsa Eropa selain para Sultannya
mengakibatkan kebudayan masyarakat Ternate memiliki ciri khasnya tersendiri.
Kedatangan
orang Eropa ke berbagai tempat di belahan bumi ini membawa tiga Misi
utamanya, yaitu ; “Gold”, “Gospel” dan “Glory”. Warisan
yang paling nyata hingga saat ini adalah pada kawasan tertentu di Maluku
Utara masih terdapat pemeluk agama Nasarani sebagai bukti adanya Gospel
yang didengungkan bangsa Eropa waktu itu, sedangkan kehadiran Islam di daerah
ini juga sebagai akibat adanya hubungan dengan para pedagang dari bangsa Arab
dan Persia maupun dari Gujarat.
Dinamika
yang dialami masyarakat Ternate hingga generasi sekarang melalui proses yang
panjang. Para pendahulu di daerah ini telah meletakan dasar, baik itu
menyangkut keyakinan beragama, maupun sendi-sendi moral dan etika serta
perilaku yang tercermin dalam adat-istiadat, tradisi dan budaya yakni tersirat
dalam institusi dan pranata sosial di masyarakat Ternate. Sebagai generasi
saat ini, wajarlah kalau memiliki minat dan keinginan di bidang kajian
sejarah, karena lebih banyak manfaat yang didapat daripada tidak
mengetahuinya sama sekali. (Baca artikel tentang kajian dimaksud pada posting
sebelumnya; Sejarah Tidak Pernah Berdusta.
|
"Lupa, dilupakan dan melupakan itu perihal yang menyakitkan. Namun tulisanmu akan membuat kisahmu tetap ada walaupun hilang dari ingatanmu"
Sabtu, 15 Desember 2012
Jejak Sejarah Orang Ternate
Melatih Otak Kanan
Cara
Melatih Otak Kanan - Sudah
tau kedahsyatan fungsi otak kanan? Ada beberapa cara latihan untuk mengasah dan
mengaktifkan otak kanan. Fungsi otak kanan cukup baik untuk dipertajam melalui
beberapa test dan latihan-latihan tertentu.
Fungsi Otak Kanan:
Berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.
Melatih Otak Kanan:
Nah, untuk melatih otak kanan anda, anda bisa melakukan beberapa teknik atau test berupa latihan-latihan pengaktifan otak kanan dibawah ini.
1. Eight game
Pura-puralah menulis angka delapan tidur atau simbol ? di udara dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini setelah sarapan, selama dua menit setiap hari.
2. Thumb game
Acungkanlah jempol tangan kiri dan kelingking tangan kanan, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kanan. Sebaliknya, acungkanlah jempol tangan kanan dan kelingking tangan kiri, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kiri. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini bersama teman-teman setelah makan siang, selama dua menit setiap hari.
3. Pattern game
Gambarlah pola-pola tertentu di atas kertas kosong, dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama, ke arah dalam, luar, atas, dan bawah. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, permainan unik ini juga dapat menggali potensi visual. Cobalah permainan ini selama dua menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
4. Specific crawl
Gerakkan tangan kanan serentak dengan kaki kiri. Kemudian balaslah, gerakkan tangan kiri serentak dengan kaki kanan. Idealnya, siku tangan menyentuh lutut. Iringi pula dengan lagu favorit. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, gerakan ini juga dapat membuat pikiran terbuka terhadap hal-hal yang baru. Cobalah gerakan ini secara 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
5. Specific posturing
Bertumpulah di lantai dengan lutut kiri dan tangan kanan. Sementara itu, kaki kanan diluruskan ke belakang dan tangan kiri diluruskan ke depan. Posisi ini bertujuan untuk mengaktifkan syaraf-syaraf tertentu secara umum dan otak kanan secara khusus. Cobalah posisi ini selama 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
6. Specific relaxing
Tip ini khusus anak-anak. Pertahankan posisi relaksasi setengah tengkurap. Biasakan pula posisi ini ketika anak tidur. Semakin dini, semakin baik. Biasakan pula posisi ini ketika anak sakit, sambil dipeluk oleh orang tua. Dengan demikian, otak anak berada dalam frekuensi alpha dan anak akan merasa damai karenanya.
7. Rotated reading
Balikkan sebuah tulisan (atas bawah), lalu bacalah tulisan tersebut dari kanan ke kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini selama 2 menit setiap hari.
8. Left-handed foreplay
Tip yang boleh juga disebut Kamasutra ini khusus untuk lelaki yang telah menikah. Cumbulah pasangan Anda dengan menggunakan tangan kiri. (Bagi Anda yang belum menikah, jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukannya. Caranya? Menikahlah dulu.)
9. Left-handed handling
Peganglah gagang pintu dan bukalah pintu dengan tangan kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
10. Left-handed brushing
Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada pagi hari. Untuk sore atau malam hari, tetaplah menggosok gigi dengan tangan kanan. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
11. Left-handed writing
Tulislah nama panggilan Anda dengan tangan kiri di atas kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana pada hari ke-3 Anda dapat menulisnya dengan sangat mudah.
12. Left-handed signing
Buatlah tanda tangan Anda dengan tangan kiri di atas sehelai kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana 2 dari 10 tanda tangan tersebut menyerupai bentuk aslinya.
Nah, demikian beberapa hasil pencarian dari berbagai sumber sebagai contoh latihan otak kanan yang bisa anda lakukan dan coba untuk mempertajam naluri otak kanan anda. Baca juga tentang puisi sahabat sejati pada postingan sebelumnya.
Fungsi Otak Kanan:
Berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.
Melatih Otak Kanan:
Nah, untuk melatih otak kanan anda, anda bisa melakukan beberapa teknik atau test berupa latihan-latihan pengaktifan otak kanan dibawah ini.
1. Eight game
Pura-puralah menulis angka delapan tidur atau simbol ? di udara dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini setelah sarapan, selama dua menit setiap hari.
2. Thumb game
Acungkanlah jempol tangan kiri dan kelingking tangan kanan, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kanan. Sebaliknya, acungkanlah jempol tangan kanan dan kelingking tangan kiri, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kiri. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini bersama teman-teman setelah makan siang, selama dua menit setiap hari.
3. Pattern game
Gambarlah pola-pola tertentu di atas kertas kosong, dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama, ke arah dalam, luar, atas, dan bawah. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, permainan unik ini juga dapat menggali potensi visual. Cobalah permainan ini selama dua menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
4. Specific crawl
Gerakkan tangan kanan serentak dengan kaki kiri. Kemudian balaslah, gerakkan tangan kiri serentak dengan kaki kanan. Idealnya, siku tangan menyentuh lutut. Iringi pula dengan lagu favorit. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, gerakan ini juga dapat membuat pikiran terbuka terhadap hal-hal yang baru. Cobalah gerakan ini secara 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
5. Specific posturing
Bertumpulah di lantai dengan lutut kiri dan tangan kanan. Sementara itu, kaki kanan diluruskan ke belakang dan tangan kiri diluruskan ke depan. Posisi ini bertujuan untuk mengaktifkan syaraf-syaraf tertentu secara umum dan otak kanan secara khusus. Cobalah posisi ini selama 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.
6. Specific relaxing
Tip ini khusus anak-anak. Pertahankan posisi relaksasi setengah tengkurap. Biasakan pula posisi ini ketika anak tidur. Semakin dini, semakin baik. Biasakan pula posisi ini ketika anak sakit, sambil dipeluk oleh orang tua. Dengan demikian, otak anak berada dalam frekuensi alpha dan anak akan merasa damai karenanya.
7. Rotated reading
Balikkan sebuah tulisan (atas bawah), lalu bacalah tulisan tersebut dari kanan ke kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini selama 2 menit setiap hari.
8. Left-handed foreplay
Tip yang boleh juga disebut Kamasutra ini khusus untuk lelaki yang telah menikah. Cumbulah pasangan Anda dengan menggunakan tangan kiri. (Bagi Anda yang belum menikah, jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukannya. Caranya? Menikahlah dulu.)
9. Left-handed handling
Peganglah gagang pintu dan bukalah pintu dengan tangan kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
10. Left-handed brushing
Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada pagi hari. Untuk sore atau malam hari, tetaplah menggosok gigi dengan tangan kanan. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.
11. Left-handed writing
Tulislah nama panggilan Anda dengan tangan kiri di atas kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana pada hari ke-3 Anda dapat menulisnya dengan sangat mudah.
12. Left-handed signing
Buatlah tanda tangan Anda dengan tangan kiri di atas sehelai kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana 2 dari 10 tanda tangan tersebut menyerupai bentuk aslinya.
Nah, demikian beberapa hasil pencarian dari berbagai sumber sebagai contoh latihan otak kanan yang bisa anda lakukan dan coba untuk mempertajam naluri otak kanan anda. Baca juga tentang puisi sahabat sejati pada postingan sebelumnya.
Jumat, 14 Desember 2012
Senin, 25 Juni 2012
Manfaat Teknologi Komputer Untuk Dunia Farmasi
I. PENDAHULUAN
Abad 21
merupakan era teknologi informasi, di mana segala sesuatu yang berhubungan
dengan kegiatan manusia pasti berkaitan/menggunakan teknologi informasi.
Di
dunia kesehatan, informasi adalah hal yang sangat penting, karena semua hal
mengenai pasien adalah informasi yang harus dikelola dengan baik dan aman,
sehingga dibutuhkan suatu sistem yang aman dan berjalan lancar agar seluruh
informasi itu dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan pasien.
Akibat
dari informasi yang tidak dikelola dengan baik adalah terancamnya keamanan dan
keselamatan pasien. Misalnya di Amerika Serikat, penulisan resep yang sulit
dibaca telah mengakibatkan kematian sekitar 7000 pasien dan mencederai sedikitnya
1,5 juta pasien setiap tahunnya. Hal ini dapat mengakibatkan banyak dampak
negatif bagi sarana pelayanan kesehatan, seperti turunnya kredibilitas/citra,
berkurangnya pendapatan, dan tuntutan hukum terhadap sarana pelayanan
kesehatan.
Selain
itu juga penggunaan obat yang kurang tepat dapat memberikan dampak yang buruk
kepada pasien. Sehingga penggunaan obat yang tepat oleh pasien merupakan salah
satu kunci keberhasilan pengobatan, baik untuk pasien yang mendapat obat
berdasarkan resep dokter maupun pengobatan mandiri (swa-medikasi). Satu macam
obat memiliki atribut yang sangat kompleks mengakibatkan para pengguna
obat merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi obat terkini secara cepat dan
akurat.
Dengan
menggunakan teknologi informasi yaitu ICT pada bidang farmasi, diharapkan bisa
memberikan manfaat yang cukup baik terutama untuk keselamatan manusia.
Meskipun
masih cukup jarang ditemui, pengembangan Management Support Systems
(MSS) menjadi alternatif yang sangat baik dalam membantu para klinisi dalam
melakukan manajemen obat dan pengobatan. Beberapa model keputusan dalam MSS
dapat diterapkan untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi para
pengambil keputusan dalam pengelolaan obat dan menyelesaikan beberapa masalah
terkait dengan pengobatan.
Pemanfaatan
teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan
informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan
teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam
setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi
harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan
keselamatan pasien.
II. ISI
Seiring
pesatnya perkembangan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan. Farmasi
memegang peranan penting karena majunya ilmu kesehatan tidak akan selaras tanpa
diikuti majunya ilmu tentang obat (Farmasi). Farmasi merupakan salah satu
bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan
ilmu kimia. Ruang lingkup farmasi termasuk beberapa peran tradisional seperti
menggabungkan dan membagikan obat-obatan untuk para dokter, juga termasuk peran
modern seperti perawatan pasien, termasuk juga layanan-layanan klinis, meninjau
obat-obatan untuk keamanan dan keefisienan, dan menyediakan informasi mengenai
obat-obatan. Sedangkan (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian
di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik
pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit,
industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana
kesehatan.
a)
Apa itu
informatika
Informatika
merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data
maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup
beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi,
sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi
manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi
dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan
menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Aspek dari informatika lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis
komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses
dengan komputer.
Tujuan
utama informatika ialah mengkaji hakiki (nature) informasi dalam segala
bentuknya yang mengarah ke klasifikasi, organisasi, representasi,
penyimpanan, temu balik, pemahaman serta penggunaan informasi. Salah satu
komponen vital dalam informatika adalah teknologi komputer yang
berkembang cepat serta berdampak terhadap kebudayaan, ekonomi dan masyarakat.
Bagaimana menghadapi masalah dengan teknologi komputer yang berkembang pesat
merupakan salah satu aspek kajian informatika.
b)
Informatika
farmasi
Informatika
farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang
menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan,
penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang
optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Informatika
farmasi berfokus pada penerapan teknologi untuk apoteker dalam mendukung,
merampingkan, meningkatkan alur kerja, meningkatkan keselamatan pasien dengan
praktik terbaik dan sistem yang handal. Setelah adanya pengakuan tentang peran
apoteker yang meningkat pesat dalam penggunaan informasi kesehatan dan sistem
manajemen.
Farmasi
informatika (PI), juga disebut sebagai pharmacoinformatics, adalah aplikasi
komputer untuk pengambilan, penyimpanan dan analisis informasi obat.
Informatika farmasi bekerja dengan sistem informasi manajemen farmasi yang
membantu apoteker membuat keputusan yang sangat baik tentang terapi obat pasien
sehubungan dengan catatan asuransi kesehatan, interaksi obat, serta informasi
resep dan pasien. Tugas Informatika Farmasi adalah untuk fokus pada penerapan
teknologi untuk apoteker. Teknologi ini akan membantu dalam mendukung,
merampingkan, meningkatkan alur kerja, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Informatika
Farmasi dapat dianggap sebagai sub-domain dari disiplin profesional yang lebih
besar dari informatika kesehatan. Beberapa definisi informatika farmasi
mencerminkan hubungan ini untuk informatika kesehatan. Sebagai contoh,
Informasi Kesehatan Manajemen Sistem Masyarakat (HIMSS) mendefinisikan
informatika farmasi sebagai, "bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan
yang berhubungan dengan data dan pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk
akuisisi, penyimpanan, analisis, penggunaan dan pengembangan obat serta
pengiriman obat yang optimal terkait perawatan pasien dan hasil kesehatan”.
c)
Fungsi
dan Manfaat informatika farmasi
Fungsi
informatika farmasi yaitu dapat membantu praktisi farmasi dalam beberapa cara.
Baik desain sistem dan manajemen database dapat merampingkan proses sehingga
personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia secara tepat
waktu.
Informatika
farmasi mempelajari tentang :
1.
Interaksi
antara manusia, proses kerja dan
2.
Rekayasa
sistem dalam perawatan kesehatan dengan fokus pada perawatan farmasi dan
3.
Keamanan
membaik pasien.
Ada
sejumlah manfaat untuk menggunakan informatika farmasi untuk meningkatkan
komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien.
Selain mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat
mungkin atau alergi sebelum resep diisi, farmasi informatika memungkinkan
pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka
diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan
penyakit mereka sendiri. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang
lain dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu, yang
dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk
menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan
biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya sakit bagi pasien.
III.
KESIMPULAN
Informatika
farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan
yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan,
penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang
optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Manfaat
mempelajari informatika farmasi yaitu :
1.
meningkatkan
komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien
2. memungkinkan
pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang obat-obatan dan
memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka
sendiri.
3.
Apoteker
dapat membantu masyarakat/pasien dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat
untuk kondisi tertentu. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat
generik sehingga dapat mengurangi biaya sakit bagi pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Dewangga
arie, march 28, 2011, “Apa Itu Informatika“, http://blog.uad.ac.id
Informatika
kesehatan-Solusi Teknologi Informasi untuk Dunia Kesehatan Indonesia,
http://teknosehat.wordpress.com/
Minggu, 24 Juni 2012
Makalah: Bagian-Bagian Sel Mikroba yang Berhubungan dengan Farmasi
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar
belakang
Umat
manusia telah memanfaatkan mikroorganisme sejak lama untuk menghasilkan
produk-produk yang bermanfaat. Misalnya, pada sekitar tahun 6000 SM masyarakat
Sumaria dan Babilonia telah memanfaatka khamir untuk membuat bir, sedangkan
masyarakat mesir pada tahun 4000 SM telah menggunakan khamir untuk mengasamkan
roti. Masyarakan Babilonia juga memiliki pengetahuan untuk mengubah etanol
dalam bir menjadi asam asetat (cuka).
Produk
yang disintesis oleh mikroorganisme menjadi sangat penting. Mikroorganisme
lebih sering digunakan untuk menghasilkan enzim amylase yang digunakan untuk
membuat bir, roti, dan memproduksi textile, serta enzim protease yang digunakan
untuk menggempukkan daging, melunakkan kulit, membuat detergen dan keju.
Mikrobiologi
farmasi modern berkembang setelah perang dunia ke II dengan dimulainya produk
antibiotic. Suplai produk farmasi dunia termasuk antibiotic, steroid, vitamin,
vaksin, asam amino, enzim, dan hormone manusia diproduksi dalam jumlah besar oleh
mikroorganisme.
Amerika serikat mulai berusaha
mati-matian untuk menemukan obat ajaib penisilin.
Adapun bagian-
bagian sel mikroba yang berhubungan dengan farmasi, adalah dinding sel,
membrane sitoplasma, kromosom, ribosom.
B. Tujuan
Untuk menjelaskan dan mengetahui
bagian – bagian sel mikroorganisme yang berhubungan dengan bidang farmasi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Bagian-Bagian Sel Mikroba
yang Berhubungan dengan Farmasi
Bagian - bagian sel yang penting
hubungannya dengan farmasi adalah :
1. Dinding
sel
2.
Membrane sitoplasma
3. Kromosom
4. Ribosom
1. Dinding
sel
Selama
tahun-tahun terakhir ini dinding sel mikroorganisme mendapat sorotan
intensif. Alasan utama perhatian ini adalah bahwa dinding sel itu sangat
penting bagi sel mikroorganisme seperti pada bakteri. Dari segi kimia
strukturnya tidak sama dengan struktur yang manapun pada jaringan hewan. Oleh
karena itu dinding sel menjadi sasaran yang jelas bagi sediaan farmasi seperti
beberapa obat untuk menyerang dan membinasakan mikroorganisme (bakteri),
tanpa membahayakan inangnya yang diinfeksi oleh bakteri tersebut. Pada
saat mulai disintesanya dinding sel tersebut inilah kerja obat-obat antibiotika
yang digunakan dalam pengobatan penyakit. Sebagai contoh adalah beberapa
obat seperti golongan dan turunan penisilin.
Perlu diketahui bahwa
fungsi utama dari dinding sel adalah
untuk menyediakan komponen stuktural yang kaku dan kuat yang dapat menahan
tekanan osmosis yang tinggi yang disebabkan oleh kadar bahan ion anorganik
dalam sel. Tanpa dinding sel, dalam kondisi lingkungan yang normal bakteri akan menyerap air dan
pecah. Semua dinding sel bakteri mempunyai komponen stuktural yang sama yang
disebut mukopolisakarida dinding sel, peptidoglikan atau murein. Komponen
inilah yang memberikan kekuatan yang dibutuhkan untuk mempertahankan keutuhan
sel. Peptidoglikan adalah molekul yang sangat besar , molekul tersebut meliput
seluruh sel yang tersusun atas N-Asetil Gluksamin dan asam N-asetil muramat.
a. Fosfomisin
Salah satu langkah pertama dalam
sintesa peptidoglikan adalah produksi karbohidrat unik asam N- asetil muramat.
Langkah tersebut terselesaikan dengan penggabungan secara enzimatik
fosfoenulpirufat dengan N-asetil glukosamin.
Fosfomisin adalah senyawa analog yang
stuktur fosfoenolpirufat dan oleh sebab itu dapat terikat secara tidak terbalik
pada enzim yang mensintesa asam muaramat ,jadi menghalangi pembentukan asam
muramat.
Fosfomisin ini termasuk antibiaotik
yang berspektrum luas, karena bersifat bakteriosida terhadap bakteri gram
positif dan gram negative.
b. Penisilin
Untuk memahami bagaimana penisilin
memberikan efek bakteriosidanya, maka perlu diketahui sintesa peptidoglikan
dari dinding sel bakteri. Seperti telah diketahui bahwa apapun yang menganggu sintesis peptidoglikan akan
melemahkan dinding sel dan menyebabkan membrane sitoplasma merekah dan
menyebabkan terhamburnya isi sel. Sel bakteri mensintesa unit-unit dinding sel
yang tersusun dari satu N-asetil muramat ditambah 10 asam amino yang akan
menyediakan gelang untuk bilah pada bakteri. Unit tersebut kemudian diangkat ke
bagian dinding sel yang sedang tumbuh. Ikatan pembentukannya dihambat oleh
penisilin, sehingga tidak terjadi penyelesaian jembatan pentaglisin antara
polimer-polmer linier N-asetil glukosamin dengan asam N- asetil muramat.
2. Membran
sitoplasma
Membran sitoplasma
terletak di bawah dinding sel dan bersifat rapuh, mempunyai sejumlah
fungsi (1) pada mikroorganisme aerob membran ini berfungsi untuk
mengangkut elektron dan proton yang dibebaskan pada saat terjadinya
reaksi oksidasi dimana bahan makanan di ubah oksigen dalam rangka pembentukan
molekul air dan mengubah energi yang dihasilkan dari oksidasi, menjadi
energi kimia yang dapat digunakan oleh sel, (2) mengandung beberapa enzim yang
diperlukan untuk sintesis dan pengangkutan peptidoglikan, asam teikhoat,
dan komponen membran luar, (3) mengeluarkan enzim hidrolisis ke luar sel, (4)
menjamin pemisahan material nukleus (DNA) ke sel anak pada saat pembelahan sel
dan (5) mengatur pengangkutan sebagian besar senyawa yang memasuki dan
meninggalkan sel.
Membran sitoplasma
mempunyai berat 8-10% dari bobot kering sel. Secara kimia membran sitoplasma
terdiri atas fosolipida (mengandung gliserol, asam lemak dan fosfat) dan
protein yang terpadu di dalamnya. menunjukkan skema model “mozaik cairan”
orientasi fosfolipida, yang di dalamnya terdapat daerah bundar yang merupakan
ujung hidrofil (menyenangi air). Molekul fosfolipida dan garis-garis
bergelombang adalah asam lemak hidrofob (membenci air) internal. Tersebar di
seluruh membran fosfolipida ini adalah protein yang melaksanakan
berbagai pekerjaan pengangkutan dan enzim yang berkaitan dengan membran.
Beberapa antibiotika
mempengaruhi membrane sitoplasma, seperti polimiksin , nistatin dan amtotensin
B.
a. Polomiksin
Polimiksin adalah suatu peptide yang
didalamnya terdapat satu ujung molekul lainnya larut dalam air. Apabila masuk
ke dalam membrane sitoplasma akan menyebabkan gangguan antara lapisan- lapisan
membrane, kalau polimiksin masuk ke dalam sel maka ujung yang larut dalam air
tetap tinggal di luar membrane dan ujung yang larut dalam lemak di daerah dalam
membrane, sehingga menyebabkan gangguan-gangguan antara lapisan –lapisan memran
yang kemungkinan lalu lintas subtansi bebas keluar masuk sel.
b. Nistatin
dan Amfotisia B
Kedua antibiotic ini memiliki struktur
lingkar yang besar. Antibiotica bergabung dengan sterol yang tedapat dalam
membrane sel khusus fungi dengan menimbulkan gannguan dan kebocoran isi
sitoplasma, oleh karena itu antibiotika ini khusus untuk miko plasma dan
infeksi fungi yang mengandung sreroi pada membrane sitoplasmanya.
3. Kromosom
Bagian sel ini juga
merupakan sasaran antibiotika dalam mengganggu kehidupan suatu mikroorganisme.
Di dalam kromosom terdapat DNA yang merupakan informasi genetic suatu
mikroorganisme. Apabila terganggu oleh senyawa – senyawa obat akan mengyebabkan
terjadinya gangguan dari kehidupan mikroorganisme tersebut.
Ada beberapa antibiotika
secara khas bereaksi dengan DNA untuk mencegah replikasi atau transkripsi
dengan jelas akan menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel. Pada umumnya
antibiotika yang mangganggu asam nukleat dengan satu diantara dua cara yaitu
interaksi dengan benang-benang heliks ganda DNA dengan cara sedemikia rupa
untuk mencegah transkripsi berikutnya, kombinasi dengan polymerase yang
terlibat dalam biosintesis DNA atau RNA.
Contohnya :
a. Mitomisin
dan Aktinomisin, kedua antibiotika ini terikat pada DNA untuk mencegah
replikasi dan transkripsi. Kedua antibiotika ini digunakan sebagai anti tumor
karena dapat mempengaruhi sel-sel yang membelah dengan cepat seperti pada sel
tumor.
b. Griseofulvin
Griseofulvin digunaan untuk mengobat
infeksi fungi superficial. Cara kerjanya tidak pasti, tetapi telah diperkirakan
antibiotika tersebut menghalangi replikasi DNA.
4. Ribosom
Ribosom adalah bagian dari
sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Setia ribosom terdiri
atas dua subunit yang bebas di dalam sel bakteri, yang satu mengendap pada 30-S
dan lainnya pada 50-S (S = unit Svedberg dan merupakan ukuran kecepatan
partikel dalam medan sentrifugasi). Ada beberapa senyawa obat
(antibiotika) yang dapat mempengaruhi atau berikatan dengan
subunit-subunit tersebut, sehingga pembentukan protein yang fungsional tidak terbentuk
sebagaimana mestinya.
Beberapa contoh obat- obat tersebut
antara lain :
a. Klormfenikol
Antibiotika ini memberikan efek dengan
cara bereaksi pada bagian ribosom 50-S,tempat antibiotika tersebut menghalangi
enzim peptide transferase.
b. Antibiotika
Makrolida
Antibiotika ini mencegah sintesis
protein bereaksi dengan sub unit ribosom 50-S .
c. Tetrasiklin
Antibiotika ini menghambat sintesis
protein dengan terikat pada subunit ribosom 30-S dan dengan demikian mencegah
penempelan asam amino yang membawa tRNA.
d. Streptomisin
Streptomisin merupakan salah satu
antibiotika amiloglukosida, yang memberikan efek bakteriasidanya pada sejumlah
besar mikroorganisme gram positif dan gram negative . streptomisin menyebabkan
berbagai efek yang tidak khas seperti keluarnya kalium dari sela atau terjadi
penggumpalan bakteri.
B. Manfaat
Mikroorganisme Dalam Bidang Farmasi
1. Beberapa
produk farmasi yang dihasilkan bakteri
Produk
|
Bakteri
|
Kegunaan
|
Aseton Butanol
|
Clostridium
acetobutylicum
|
Pelarut, pembuat bahan kimia
|
2,3-Butanediol
|
Bacillus
Polymyxa
|
Pelarut, pelembab, intermediate
kimia
|
Dekstran
|
Leuconostoc
mesenteroides
|
Stabilisator dalam produk pangan,
pengganti plasma darah
|
Sorbose
|
Glukonobacter
suboxydans
|
Pembuatan asam asorbat
|
Kobalamin
|
Streptomyces
alivaceus
|
Pengobatan anemia.
|
Streptokinase
|
Streptococcus
hemooyticus
|
Penggunaan medis (melarutkan gumpalan darah )
|
2. Beberapa
produk farmasi yang dihasilkan kapang
Produk
|
Kapang
|
Kegunaan
|
Asam sitrat
|
Aspergilus
niger atau aspergillus wentii
|
Produk pangan , sitrat untuk obat,
untuk tranfusi darah.
|
Asam glukonat
|
Aspergillus
niger
|
Produk farmasi
|
Asam laktat
|
Rhyzopus
oryzae
|
Bahan makanan dan farmasi
|
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Bagian - bagian sel yang penting
hubungannya dengan farmasi adalah :
1. Dinding
sel
Beberapa antibiotic yang mempengaruhi
Dinding sel seperti fosfomisin, dan penicillin
2. Membrane
sitoplasma
Beberapa antibiotika mempengaruhi
membrane sitoplasma, seperti polimiksin , nistatin dan amtotensin B.
3. Kromosom
Beberapa antibiotika mempengaruhi
Kromosom seperti Mitomisin dan Aktinomisin
4. Ribosom
Beberapa antibiotic yang mempengaruhi
ribosom seperti Klormfenikol,
Antibiotika Makrolida, Tetrasiklin, Streptomisin
,
B. Saran
Kami
menyarankan kepada mahasiswa farmasi agar dapat mengetahui bagian – bagian sel
mikroba yang berhubungan dengan farmasi, sehingga dapat diterapkan dalam ilmu
kefarmasian.
Langganan:
Komentar (Atom)
