Sabtu, 15 Desember 2012

Jejak Sejarah Orang Ternate




GEOLOGIS
Pada zaman Pleistochen, daratan pulau Ternate masih merupakan satu daratan dengan pulau-pulau seperti; Morotai, Halmahera, Hiri, Maitara, Tidore, Mare, Moti, Makian, Kayoa, Bacan dan sebagainya yang terletak pada rankaian gunung berapi Zone Maluku Utara. Deretan pulau-pulau ini berada di sepanjang pantai barat pulau Halmahera di Propinsi Maluku Utara.
Perubahan alam yang terjadi selama ratusan-ribu tahun dan pergeseran kulit bumi secara evolusi telah membentuk pulau-pulau kecil di sepanjang “Jazirah tuil Jabal Mulku“, (Istilah yang sering dipergunakan oleh Buya Hamka). Halmahera adalah merupakan Pulau Induk dari di kawasan ini, yang menjadi dataran tertua, selain pulau Seram di Maluku Tengah. (sumber; B. Soelarto, Sekelumit Monografi Daerah Ternate, Proyek Pengembangan Media Kebudayaan, Depdikbud, Jakarta).

Dilihat dari sudut geologis, seperti disinggung di atas, pulau Ternate merupakan salah satu dari deretan pulau yang memiliki gunung berapi, dari barisan garis : ”strato vulkano active at south pacific” yang melintang di kawasan Asia timur ke Asia tenggara, dari utara ke selatan. Salah satu yang masih aktif di kepulauan Maluku Utara adalah gunung “Gamalama” di pulau Ternate dengan ketinggian 1.730 m. (bangsa Portugis menyebut dengan; Nostra Senora del Rozario).
Erupsi dari letusan gunung berapi Gamalama yang paling hebat pernah terjadi pada tahun 1608, 1635, 1653, 1840 dan 1862. Letusan terhebat yang tercatat terjadi pada pertengahan abad ke-18, tepatnya pada tanggal 10 Maret 1737 yang bertepatan dengan 22 Dzulkaidah 1149.H yang mengakibatkan aliran lahar dari puncak hingga mencapai laut yang dikenal sekarang dengan “Batu Angus”. (sumber; F.S.A. de Clerq, Bijdragen tot de Kennis der Residentie van Ternate, Leiden, 1890).

Dalam jangka waktu kurang 400 tahun lebih (1538 – 1962) telah terjadi 1164 kali erupsi larva. Letusan yang mengakibatkan kepanikan dan dan pengungsian masyarakat Ternate moderen adalah pertama kali sejak tahun 1962, yaitu pada tanggal 4 September 1980 yang dialami sendiri oleh penulis yang ketika itu masih sebagai pelajar kelas 5 di salah satu Sekolah Dasar di pulau Ternate.
GEOGRAFIS
Secara astronomis, pulau Ternate terletak pada 127,17 Bujur Timur – 127,23 Bujur Timur dan 0,44 Bujur Timur – 0,51 Bujur Timur. Secara Topografis Pulau Ternate berbentuk bulat kerucut (strato volcano) yang luas diagonal pulau dari arah utara ke selatan, sepanjang 13 km dan dari arah barat ke timur sepanjang 11 km, dengan panjang keliling pulau adalah 55 km , yang terdiri dari dataran rendah dan lereng. Ciri topografis sebahagian besar datarannya adalah wilayah bergunung dan daerah berbukit, terdiri dari pulau vulkanis dan pulau karang dengan kondisi jenis tanah :
Rogusal : pulau Ternate, pulau Hiri dan pulau Moti
Rensikal : pulau Mayau, pulau Tifure, pulau Makka, pulau Mano dan pulau Gurida
Secara Yuridis, berdasarkan Undang-Undang No.11 tahun 1999, tanggal 27 April 1999 status Kota Ternate dari Kota Administratif (Kotip) ditingkatkan dan menjadi Kotamadya. Luas seluruh wilayah Kotamadya Ternate adalah 5.681,30 Km2, terdiri dari;

- Wilayah Perairan : 5.457,55 Km2
- Wilayah Daratan : 133,74 Km2, yang mencakup 8 buah pulau, yaitu :
• Pulau Ternate : 92,12 Km2
• Pulau Hiri : 7,31 Km2
• Pulau Moti : 17,72 Km2
• Pulau Mayau : 8,5 Km2
• Pulau Tifure : 7 Km2
• Pulau Makka : 0,5 Km2, tidak berpenghuni
• Pulau Mano : 0,05 Km2, tidak berpenghuni
• Pulau Gurida : 0,55 Km2, tidak berpenghuni

- Jarak antara pulau
• Ternate – Hiri : 1,5 mil laut
• Ternate – Moti : 11 mil laut
• Ternate – Mayau : 90 mil laut
• Ternate – Tifure : 106 mil laut
• Ternate – Makka : 1,6 mil laut
• Ternate – Mano : 1,6 mil laut
• Ternate – Gurida : 106,1 mil laut
Pulau-pulau dalam wilayah Kotamadya Ternate terletak dalam lingkup kawasan pantai barat Halmahera, melalui kepulauan Filipina, Sangihe Talaud dan Minahasa yang dilingkupi lengkung Sulawsi bagian utara. Kotamadya Ternate berbatasan dengan :
Sebelah utara dengan Samudera Pasifik dan perairan Filipina
• Sebelah selatan dan barat dengan Laut Maluku
• Sebelah timur dengan pantai barat Halmahera
Secara Ekonomis, Kedudukan kota Ternate adalah sebagai pusat pemerintahan dan pusat perdagangan yang sangat strategis dan penting sekali di kawasan ini. Di Kota Ternate terdapat Pelabuhan Samudera “Ahmad Yani” dan Bandar Udara “Babullah”. Kota Ternate itu sendiri berlokasi di pesisir timur pulau Ternate menghadap pulau Halmahera posisi ini sangat potensial. Kedudukan yang demikian ini menyebabkan kota Ternate memiliki peranan yang sangat penting dalam ekonomi perdagangan lintas Halmahera.
Selain itu, letak pulau Ternate adalah dekat dengan kota Manado ibukota Propinsi Sulawesi Utara. Posisi strategis yang berhadapan dengan kawasan Dodinga, sebuah persimpangan jalan di pulau Halmahera yang menyebabkan kota ini berkembang dalam lajur perdagangan di daerah Maluku Utara.
GENEALOGIS
Sebagaimana dipaparkan di atas, ada pendapat yang mengatakan bahwa pada zaman pleistochen, setelah dataran Morotai, Ternate, Tidore, Makian, Bacan, Kayoa dan sebagainya terlepas dengan dataran Halmahera dan membentuk pulau-pulau kecil, sebagaimana adanya sekarang, maka telah terjadi pula migrasi penduduk pada zaman itu yang semula berdiam di dataran pedalaman ke kawasan pantai. Hal itu dilakukan untuk menghindari bencana alam yang diakibatkan oleh gerakan gunung berapi dan pergeseran kerak kulit bumi yang berlangsung secara evolusi.
Pendapat ini dilandasi argumentasi antropologi budaya, yaitu bahwa antara penduduk pedalaman dan masyarakat di pulau-pulau, memiliki adat istiadat yang hampir sama. Perkiraan lain adalah bahwa penduduk pribumi masyarakat di Halmahera dan Maluku Utara pada umumnya masih satu rumpun dengan bangsa Proto Melayu dan Netro Melayu yang sampai kini masih dapat ditelusuri jejak asal usulnya. Tapi yang jelas, Ternate dari sepanjang Halmahera, yang membentang dari utara hingga ke selatan tidak berada dalam garis perjalanan migrasi masyarakat purbakala di nusantara yang datang melewati, Cina Selatan (Tonkin), melalui Phinipina terus ke Sulawesi Utara.
MASA Pra-ISLAM
Sejarah Ternate pada masa pra-Islam masih belum dapat dijelaskan secara panjang lebar, kecuali dalam aspek adat-istiadat dan kepercayaan yang hingga kini masih dihayati oleh sebahagian masyarakat Ternate, yang dapat kita jadikan petunjuk yang meyakinkan bahwa semasa pra-Islam, Ternate telah mempunyai sejarah sendiri. Peninggalan Ternate pada zaman pra-Islam tidak ditemukan dalam bentuk tulisan maupun artevak.
Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel-artikel sebelumnya bahwa belum agama Islam masuk, di Ternate telah terdapat 4 kelompok masyarakat, yaitu ;
1. Tubo, (yang mendiami kawasan puncak/lereng sebelah utara pTernate)
2. Tobona, (yang mendiami kawasan lereng sebelah selatan di Foramadiyahi).
3. Tabanga, (yang mendarat kawasan pantai bagian utara) dan
4. Toboleu. (yang menempati kawasan pesisir pantai timur di Ternate)
Masyarakat Ternate yang sejak dahulu sejak dari Raja pertama Kolano Cico alias Masyhur Malamo (1257) hingga Sultan yang ke-48 sekarang ini Sri Sultan Mudaffar Syah-II, telah mengalami perjalanan panjang yang merupakan mata rantai kelangsungan sebuah komunitas yang tentunya dikikis dan dipoles oleh jaman yang dilaluinya hingga saat ini Ternate menjadi pusat pemerintahan Propinsi Maluku Utara.
PERAN KESULTANAN
Setiap pembahasan mengenai sejarah daerah Maluku Utara “the history of Moluccas” pada umumnya berkisar pada sejarah kesultanan yang pernah berkuasa di daerah ini. Sejarah telah mencatat, bahwa telah lama ada, empat kesultanan yang dikenal dengan “Moloku Kiye Raha” yang terdiri dari; ”Kiye Bessi, Tuanane, Duko, se Gapi”. Kiye Bessi kemudian bergeser ke Kasiruta di Bacan, Tuanane kemudian bergeser ke Halmahera di Jailolo, Duko adalah Tidore dan Gapi adalah Ternate.
Keempat kerajaan tersebut kemudian dikenal dengan; Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Jailolo dan Kesultanan Bacan. (urutan menurut Naidah yang ditulis P. van der Crab, “Geschiedenis van Ternate, in Ternataanschen en Maleischen text beschreven door den Ternataan Naidah”, Koninklijk Instituut voor Taal, Land en Volkenkunde, The Hague, 1878).
Sumber-sumber asing lain-pun menyebutkan adanya keempat kesultanan tersebut, Portugis misalnya memberikan urutan yang sama, yang merupakan petunjuk bahwa, bahan sumber data dan informasi banyak diperoleh dari pihak Ternate, yang mana orang Portugis pertama kali mengadakan hubungan.
Tentu saja sumber-sumber dari luar Ternate akan memberikan urutan yang lain pula. Sebagai contoh misalnya, Francoise Valentijn (“Oud en Neew Oost Indien” S. Keijzer, Amsterdam, 1862), memberikan urutan kesultanan Jailolo pada urutan perrtama, kemudian beralih ke pihak Ternate, Tidore dan Bacan.
Sedangkan menurut kronik kesultanan Bacan, jelaslah bahwa kesultanan Bacan menduduki tempat pertama berdasdarkan klaim bahwa Raja Bacan pertama adalah putra tertua dari Jaffar Saddik, dengan urutannya; Bacan, Jailolo, Tidore dan Ternate. Bagaimanapun urutannya, yang lebih terpenting adalah bahwa semua sumber tersebut menyebutkan nama yang sama.
Besarnya pengaruh Globalisasi serta minimnya bahan-bahan dan tulisan tentang sejarah daerah Maluku Utara, mengakibatkan generasi muda masa kini, apatis terhadap pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya daerahnya sendiri. Dan lebih disayangkan lagi adalah semakin tajamnya egoisme primordial ke-suku-an antar masing-masing etnis yang ada di Maluku Utara dalam percaturan di bidang politik praktis tingkat lokal, memberikan efek negatif terhadap pelestarian nilai sejarah, adat dan tradisi dari masing-masing kelompok etnik.
LEMBAGA KEAGAMAAN
Semua lembaga dan jabatan yang diuraikan penulis pada pembahasan di atas disebut dengan “Bobato Dunia“. Bobato dunia adalah semua lembaga dan jabatan yang berhubungan dengan urusan ke-dunia-wian, yang bersifat politik, ekonomi, sosial-budaya dan pertahanan-keamanan dan sebagainya. Sedangkan lembaga atau jabatan yang mengurus masalah keagamaan disebut dengan “Bobato Akhirat“.
Dari segi spirituil dan urusan keagamaan ditangani oleh suatu lembaga yang disebut dengan Jou Lebe (Badan Syari’ah). Lembaga ini dikepalai oleh seorang yang menjabat sebagai Kadhi. Anggotanya terdiri dari para Imam, Khatib dan para staf pelaksana. Para pejabat di bidang keagamaan terdiri dari :
1. Kadhi atau Kalem yaitu pejabat tertinggi dalam urusan keagamaan (Imam Agung), membawahi 4 orang Imam Besar Kesultanan, (ditambah Imam Jawa) yang terdiri dari :
• Imam Jiko
• Imam Jawa
• Imam Sangaji
• Imam Moti
• Imam Bangsa
2. Jabatan lainnya adalah para Khatib yaitu pejabat pelaksanan dakwah dan siar Islam dibawah Imam, terdapat 6 jabatan khatib dalam struktur kesultanan. Tiap khatib membawahi beberapa orang Modim (Muazzim). Keenam orang khatib tersebut, terdiri dari :
• Khatib Jiko
• Khatib Jawa
• Khatib Sangaji
• Khatib Moti
• Khatib bangsa
• Khatib Jurutulis
Dari para Imam dan khatib, serta para JOGURU (Kiyai dalam bahasa Jawa) inilah siar dan dakwah agama Islam ditegakkan ke seluruh pesisir jazirah Maluku Utara, sehingga saat ini hampir semua pesisir pulau-pulau di kawasan Maluku Utara, Sulawesi Utara, Pantai Timur pulau Sulawesi, Seram Barat, Kailolo, Hingga kepala burung pulau Papua (Fak-Fak dsb) tersentuh akidah dan ajaran agama Islam.
Masyarakat Ternate tidak mengenal sistem “Pesantren” seperti halnya di Jawa. Cara pengajaran tradisional dengan Sistem Pesantren mulai diterapkan di Ternate pertamakali sekitar awal tahun 1980-an yakni dengan berdirinya pesantren pertama di Tidore.
Pendidikan Formal keagamaan pertamakali berdiri di Ternate pada tahun 1930-an dengan berdirinya Sekolah Madrasah Islamiyah di Ternate. Sekolah Raudatul Adab yang baru itu diasuh oleh seorang pendidik yang berasal dari pulau Ambon yang masih berdarah arab yaitu : Almarhum Syech Bachmid. Dua sekolah yang didirikan tersebut masing-masing setingkap dengan SD dan SMP. Kemudian berdiri pula Taman Pendidikan Muhammadiyah yang dipelopori oleh Bongso Hi Bahdar.
STRUKTUR KEPEMIMPINAN
Tiap kelompok masyarakat pada zaman pra-Islam di Ternate mendiami suatu tempat tinggal, yang mereka sebut dengan istilah Gam (Kampung), warganya terdiri dari beberapa keluarga/kerabat yang dalam istilah daerah disebut dengan sebutan Soa (Marga) yang dipimpin oleh seorang Fanyira, singkatan dari kata ‘Ngofa ma-nyira’. (Baca artikel terkait; Stratifikasi Sosial Masyarakat Adat di Ternate).
Selanjutnya masing-masing kepala Soa dipimpin oleh seorang Momole (Kepala Kampung) yang bergelar; Kimelaha, Fanyira dan Sangadji. Disamping sebutan untuk seorang kepala Soa untuk tiap-tiap Soa, kata momole terambil dari kata “Tomole“ yang mempunyai arti; Kesaktian atau Kehebatan, yakni orang yang menjadi pemimpin karena mempunyai kelebihan dan kesaktian dalam berbagai hal.
Kelompok masyarakat waktu itu masih menjalankan kepercayaan primitif, dan kadang-kadang sering terjadi pertentangan dan saling bermusuhan dalam hal memperebutkan hegemoni. Dengan demikian maka, di Ternate pada zaman pra-Islam terdapat 4 orang Momole. Seorang Momole diangkat berdasarkan kharisma yang ada padanya. Setelah masuknya agama Islam, maka sistem pemerintahan Momole berubah. Keempat Momole tersebut, bergabung dan dipimpin oleh seorang Kolano. Pada masa awal sistem ini, struktur kepemimpinan masih sangat sederhana.
Bersamaan dengan masuk dan berkembangnya agama Islam di Ternate, maka berkembang pula sistem pemerintahan Kolano, seperti juga di Tidore, Bacan dan Jailolo. Ke-empat Kolano ini kemudian membentuk konfederasi persekutuan antara empat kerajaan tersebut di Taunane Pulau Moti (Moti Verbond), yang kemudian dikenal dengan sebutan persatuan “Moloku Kie Raha”. Ternate waktu itu dipimpin oleh Kolano ke-7, yang bernama Kolano Sida Arif-ma-Lamo.
Sida Arif ma-Lamo ditunjuk sebagai “Kolano Ma-Dopolo” yang pemimpin persekutuan ini. Dinobatkan sebagai Kolano Ternate tahun 1322 dan memerintah selama 9 tahun (1322-1331). Dalam sistem ini, struktur kepemimpinannya lebih disempurnakan. (F.S.A. de Clerq).
Pada perkembangannya selanjutnya , sejak tahun 1486, disaat penobatan Kolano ke-19, Zainal Abidin, yang pertama kali memakai gelar “SULTAN” yang memerintah dari tahun 1486 – 1500, adalah merupakan masa peralihan dari bentuk Kolano ke bentuk Kesultanan. Beliau diberi gelar ; Paduka Sri Sultan Zainal Abidin.

Dalam struktur kepemimpinan kesultanan, dibentuk lembaga-lembaga tradisional. Pelaksanaan tugasnya, Sultan dibantu oleh badan-badan dan pejabat seperti :
1. KOMISI NGARUHA, (fungsinya disamakan dengan Dewan Pertimbangan Agung).
2. BOBATO MA-DOPOLO, yaitu suatu Dewan Pembantu Sultan, anggotanya terdiri :
a. Jogugu, sebagai wakil Sultan merangkap kepala Bobato. Jogugu adalah singkatan dari ‘Jou Kolano ma-gugu’ yaitu wakil Sultan bidang Pemerintahan , yang berkuasa dan bertanggung jawab atas seluruh kebijakan kesultanan tertinggi dibawah Sultan, yang dijabat oleh bangsawan Senior di kalangan kerabat keluarga terdekat Sultan. (disamakan dengan Perdana Menteri).
b. Kapita Lao, yang bertanggung jawab dalam masalah yang bertalian dengan peperangan, yang dijabat oleh bangsawan Senior di kalangan kerabat Sultan. (disamakan dengan Panglima Armada Laut).
c. Hukum Soa Sio, adalah seorang pejabat yang bertanggung jawab dan menangani hal-hal yang berhubungan dengan urusan di dalam negeri. (disamakan dengan Menteri Dalam Negeri).
d. Hukum Sangadji, adalah seorang pejabat yang bertanggung jawab dan menangani masalah-masalah luar negeri termasuk daerah takluk-kan. (disamakan dengan Menteri Luar Negeri).
e. Tuli Lamo, sebagai juru tulis kesultanan, (disamakan dengan Menteri Sekretaris Negara).
3. BOBATO NYAGI MOI SE-TUFKANGE, yaitu Dewan 18 yang anggotanya terdiri dari delapan belas Orang. Mereka terdiri dari :
a. Berasal dari Soa-Sio sebanyak 9 orang, yaitu :
1) Pejabat berpangkat Kimelaha, sebanyak 5 orang.
2) Pejabat berpangkat Fanyira, sebanyak 4 orang.
b. Berasal dari Pejabat berpangkat Sangaji, sebanyak 9 orang, yang merupakan wakil utusan dari wilayah seberang.
Dalam struktur kepemimpinan tradisional di kesultanan Ternate, terdapat semacam Dewan Rakyat, yang disebut dengan GAM RAHA, yang wakilnya terdiri dari pejabat perwakilan keempat wilayah yang terdiri dari :
1. SOA-SIO, (Komunitas masyarakat yang terdiri dari 9 kelompok Soa/distrik yang berada di di wilayah pusat Kesultanan).
2. SANGADJI, (Komunitas beberapa distrik di negeri seberang/wilayah taklukkan).
3. HEKU, (Komunitas masyarakat Ternate yang wilayahnya mulai dari Ake Santosa (sekarang Kelurahan Salero) ke utara hingga ke pulau Hiri termasuk Halmahera muka).
4. CIM, (Komunitas masyarakat dari Ake Santosa ke salatan hingga mencapai batas desa Kalumata).
Gam Raha berfungsi mensahkan calon sultan yang menurut tradisi ditunjuk dari anak lelaki putera sultan, (bukan putra tertua saja tapi bisa adik-laki2-nya). Meskipun telah ditetapkan adat, calon Sultan itu harus disahkan oleh Gam Raha. Calon diajukan oleh pihak Soa-Sio dan Sangaji, selanjutnya apabila calon tersebut ditolak oleh pihak Heku dan Cim, maka harus diganti. Sistem ini merupakan keunikan dan cirri khas “Demokrasi” ala Ternate, dimana sistem pemerintahan adalah berbentuk Monarki tetapi pewaris kekuasaan dilakukan melalui pemilihan/penunjukan dari “Gam Raha” berdasarkan kriteria tertentu. Tidak seperti biasanya setiap kerajaan, putera tertua dari Raja dan Permaisuri mutlak harus menjadi pewaris takhta.
Pejabat penting lainnya yang dalam kepemimpinan wilayah adalah seorang Salahakan. Pejabat ini adalah merupakan perwakilan Sultan di daerah-daerah otonomi yang jauh. Dalam sejarah Ternate, pernah diangkat Salahakan di Tabukan (Sangir Talaud), Banggai (Sulawesi), Sula Taliabu. Selain Salahakan dikenal juga Utusan Sultan yang dikirim ke perbatasan untuk menangani soal keamanan. Ia juga bertugas sebagai koordinator para sangaji di daerah itu.
Diketahui pernah ada tiga utusan yang pernah ditetapkan dalam kesultanan Ternate, yaitu; Utusan Kayoa yang berbatasan dengan kesultanan Bacan, Utusan Galela untuk mengamankan perbatasan dengan kesultanan Mindanao-Sulu, Utusan Dodinga untuk mengawasi perbatasan wilayah darat dengan kesultanan Tidore di daratan pulau Halmahera.
SEJARAH PEMERINTAHAN
Dalam sejarah kepemimpinan/pemerintahan di Ternate, selain dipimpin oleh para Kolano/Sultan sebanyak 48 orang Raja Ternate, masyarakat Ternate pernah diperintah oleh pejabat penguasa asing yang berkedudukan di Ternate, tercatat sebanyak 20 orang pejabat Gubernur Portugis (1512-1574), 7 orang pejabat sebagai Residen perwakilan Inggris di Ternate (1797-1815), 53 orang pejabat Gubernur VOC untuk wilayah Maluku yang berkedudukan di Ternate, dan lebih dari 28 orang pejabat Residen Pemerintah Kerajaan Belanda yang juga berkedudukan di Ternate. (Sumber; F.S.A. de Clerq).
Kronologis Pemimpin Pemerintahan di Ternate selama 7 Abad lebih diuraikan pada artikel sesudah ini.
Perjalanan panjang sejarah masyarakat Ternate yang hingga kini telah berusia 758 tahun melalui dinamika dengan begitu banyaknya proses asimilasi budaya dan campur tangan kekuasaan dari luar terutama bangsa Eropa selain para Sultannya mengakibatkan kebudayan masyarakat Ternate memiliki ciri khasnya tersendiri.
Kedatangan orang Eropa ke berbagai tempat di belahan bumi ini membawa tiga Misi utamanya, yaitu ; “Gold”, “Gospel” dan “Glory”. Warisan yang paling nyata hingga saat ini adalah pada kawasan tertentu di Maluku Utara masih terdapat pemeluk agama Nasarani sebagai bukti adanya Gospel yang didengungkan bangsa Eropa waktu itu, sedangkan kehadiran Islam di daerah ini juga sebagai akibat adanya hubungan dengan para pedagang dari bangsa Arab dan Persia maupun dari Gujarat.
Dinamika yang dialami masyarakat Ternate hingga generasi sekarang melalui proses yang panjang. Para pendahulu di daerah ini telah meletakan dasar, baik itu menyangkut keyakinan beragama, maupun sendi-sendi moral dan etika serta perilaku yang tercermin dalam adat-istiadat, tradisi dan budaya yakni tersirat dalam institusi dan pranata sosial di masyarakat Ternate. Sebagai generasi saat ini, wajarlah kalau memiliki minat dan keinginan di bidang kajian sejarah, karena lebih banyak manfaat yang didapat daripada tidak mengetahuinya sama sekali. (Baca artikel tentang kajian dimaksud pada posting sebelumnya; Sejarah Tidak Pernah Berdusta

Melatih Otak Kanan


Cara Melatih Otak Kanan - Sudah tau kedahsyatan fungsi otak kanan? Ada beberapa cara latihan untuk mengasah dan mengaktifkan otak kanan. Fungsi otak kanan cukup baik untuk dipertajam melalui beberapa test dan latihan-latihan tertentu.

Fungsi Otak Kanan:
Berfungsi dalam perkembangan emotional quotient (EQ). Misalnya sosialisasi, komunikasi, interaksi dengan manusia lain serta pengendalian emosi. Pada otak kanan ini pula terletak kemampuan intuitif, kemampuan merasakan, memadukan, dan ekspresi tubuh, seperti menyanyi, menari, dan melukis.

Melatih Otak Kanan:
Nah, untuk melatih otak kanan anda, anda bisa melakukan beberapa teknik atau test berupa latihan-latihan pengaktifan otak kanan dibawah ini.

1. Eight game
Pura-puralah menulis angka delapan tidur atau simbol ? di udara dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini setelah sarapan, selama dua menit setiap hari.

2. Thumb game
Acungkanlah jempol tangan kiri dan kelingking tangan kanan, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kanan. Sebaliknya, acungkanlah jempol tangan kanan dan kelingking tangan kiri, sambil menyorongkan kedua belah tangan ke arah kiri. Permainan sederhana ini bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan. Cobalah dan teruskanlah permainan ini bersama teman-teman setelah makan siang, selama dua menit setiap hari.

3. Pattern game
Gambarlah pola-pola tertentu di atas kertas kosong, dengan tangan kiri dan kanan secara bersama-sama, ke arah dalam, luar, atas, dan bawah. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, permainan unik ini juga dapat menggali potensi visual. Cobalah permainan ini selama dua menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.

4. Specific crawl
Gerakkan tangan kanan serentak dengan kaki kiri. Kemudian balaslah, gerakkan tangan kiri serentak dengan kaki kanan. Idealnya, siku tangan menyentuh lutut. Iringi pula dengan lagu favorit. Selain bertujuan untuk menyeimbangkan syaraf motorik kiri dan syaraf motorik kanan, gerakan ini juga dapat membuat pikiran terbuka terhadap hal-hal yang baru. Cobalah gerakan ini secara 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.

5. Specific posturing
Bertumpulah di lantai dengan lutut kiri dan tangan kanan. Sementara itu, kaki kanan diluruskan ke belakang dan tangan kiri diluruskan ke depan. Posisi ini bertujuan untuk mengaktifkan syaraf-syaraf tertentu secara umum dan otak kanan secara khusus. Cobalah posisi ini selama 10 menit setiap hari, minimal 14 hari berturut-turut.

6. Specific relaxing
Tip ini khusus anak-anak. Pertahankan posisi relaksasi setengah tengkurap. Biasakan pula posisi ini ketika anak tidur. Semakin dini, semakin baik. Biasakan pula posisi ini ketika anak sakit, sambil dipeluk oleh orang tua. Dengan demikian, otak anak berada dalam frekuensi alpha dan anak akan merasa damai karenanya.

7. Rotated reading
Balikkan sebuah tulisan (atas bawah), lalu bacalah tulisan tersebut dari kanan ke kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini selama 2 menit setiap hari.

8. Left-handed foreplay
Tip yang boleh juga disebut Kamasutra ini khusus untuk lelaki yang telah menikah. Cumbulah pasangan Anda dengan menggunakan tangan kiri. (Bagi Anda yang belum menikah, jangan khawatir, Anda tetap bisa melakukannya. Caranya? Menikahlah dulu.)

9. Left-handed handling
Peganglah gagang pintu dan bukalah pintu dengan tangan kiri. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.

10. Left-handed brushing
Gosoklah gigi dengan tangan kiri pada pagi hari. Untuk sore atau malam hari, tetaplah menggosok gigi dengan tangan kanan. Cobalah dan teruskanlah kebiasaan baru ini setiap hari.

11. Left-handed writing
Tulislah nama panggilan Anda dengan tangan kiri di atas kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana pada hari ke-3 Anda dapat menulisnya dengan sangat mudah.

12. Left-handed signing
Buatlah tanda tangan Anda dengan tangan kiri di atas sehelai kertas kosong. Cobalah kebiasaan baru ini minimal 10 kali sehari, minimal selama 14 hari berturut-turut. Niscaya Anda akan menemukan keajaiban, di mana 2 dari 10 tanda tangan tersebut menyerupai bentuk aslinya.

Nah, demikian beberapa hasil pencarian dari berbagai sumber sebagai contoh latihan otak kanan yang bisa anda lakukan dan coba untuk mempertajam naluri otak kanan anda. Baca juga tentang puisi sahabat sejati pada postingan sebelumnya.

Senin, 25 Juni 2012

Manfaat Teknologi Komputer Untuk Dunia Farmasi


I.  PENDAHULUAN


Abad 21 merupakan era teknologi informasi, di mana segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan manusia pasti berkaitan/menggunakan teknologi informasi.
Di dunia kesehatan, informasi adalah hal yang sangat penting, karena semua hal mengenai pasien adalah informasi yang harus dikelola dengan baik dan aman, sehingga dibutuhkan suatu sistem yang aman dan berjalan lancar agar seluruh informasi itu dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan pasien.
Akibat dari informasi yang tidak dikelola dengan baik adalah terancamnya keamanan dan keselamatan pasien. Misalnya di Amerika Serikat, penulisan resep yang sulit dibaca telah mengakibatkan kematian sekitar 7000 pasien dan mencederai sedikitnya 1,5 juta pasien setiap tahunnya. Hal ini dapat mengakibatkan banyak dampak negatif bagi sarana pelayanan kesehatan, seperti turunnya kredibilitas/citra, berkurangnya pendapatan, dan tuntutan hukum terhadap sarana pelayanan kesehatan.
Selain itu juga penggunaan obat yang kurang tepat dapat memberikan dampak yang buruk kepada pasien. Sehingga penggunaan obat yang tepat oleh pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan, baik untuk pasien yang mendapat obat berdasarkan resep dokter maupun pengobatan mandiri (swa-medikasi). Satu macam obat memiliki atribut yang sangat kompleks  mengakibatkan para pengguna obat merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi obat terkini secara cepat dan akurat.
Dengan menggunakan teknologi informasi yaitu ICT pada bidang farmasi, diharapkan bisa memberikan manfaat yang cukup baik terutama untuk keselamatan manusia.
Meskipun masih cukup jarang ditemui, pengembangan Management Support Systems (MSS) menjadi alternatif yang sangat baik dalam membantu para klinisi dalam melakukan manajemen obat dan pengobatan. Beberapa model keputusan dalam MSS dapat diterapkan untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi para pengambil keputusan dalam pengelolaan obat dan menyelesaikan beberapa masalah terkait dengan pengobatan.
Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.

II.  ISI
Seiring pesatnya perkembangan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan.  Farmasi memegang peranan penting karena majunya ilmu kesehatan tidak akan selaras tanpa diikuti majunya ilmu tentang obat (Farmasi). Farmasi merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia. Ruang lingkup farmasi termasuk beberapa peran tradisional seperti menggabungkan dan membagikan obat-obatan untuk para dokter, juga termasuk peran modern seperti perawatan pasien, termasuk juga layanan-layanan klinis, meninjau obat-obatan untuk keamanan dan keefisienan, dan menyediakan informasi mengenai obat-obatan. Sedangkan (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana kesehatan.
a)     Apa itu informatika
Informatika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Aspek dari informatika lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer.
Tujuan utama informatika ialah mengkaji  hakiki (nature) informasi dalam segala bentuknya yang mengarah ke klasifikasi,  organisasi, representasi, penyimpanan, temu balik, pemahaman serta penggunaan informasi. Salah satu komponen vital dalam informatika  adalah teknologi komputer yang berkembang cepat serta berdampak terhadap kebudayaan, ekonomi dan masyarakat. Bagaimana menghadapi masalah dengan teknologi komputer yang berkembang pesat merupakan salah satu aspek kajian informatika.
b)   Informatika farmasi
Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Informatika farmasi berfokus pada penerapan teknologi untuk apoteker dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, meningkatkan keselamatan pasien dengan praktik terbaik dan sistem yang handal. Setelah adanya pengakuan tentang peran apoteker yang meningkat pesat dalam penggunaan informasi kesehatan dan sistem manajemen.
Farmasi informatika (PI), juga disebut sebagai pharmacoinformatics, adalah aplikasi komputer untuk pengambilan, penyimpanan dan analisis informasi obat. Informatika farmasi bekerja dengan sistem informasi manajemen farmasi yang membantu apoteker membuat keputusan yang sangat baik tentang terapi obat pasien sehubungan dengan catatan asuransi kesehatan, interaksi obat, serta informasi resep dan pasien. Tugas Informatika Farmasi adalah untuk fokus pada penerapan teknologi untuk apoteker. Teknologi ini akan membantu dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Informatika Farmasi dapat dianggap sebagai sub-domain dari disiplin profesional yang lebih besar dari informatika kesehatan. Beberapa definisi informatika farmasi mencerminkan hubungan ini untuk informatika kesehatan. Sebagai contoh, Informasi Kesehatan Manajemen Sistem Masyarakat (HIMSS) mendefinisikan informatika farmasi sebagai, "bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data dan pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk akuisisi, penyimpanan, analisis, penggunaan dan pengembangan obat serta pengiriman obat yang optimal terkait perawatan pasien dan hasil kesehatan”.
c)    Fungsi dan Manfaat informatika farmasi
Fungsi informatika farmasi yaitu dapat membantu praktisi farmasi dalam beberapa cara. Baik desain sistem dan manajemen database dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia secara tepat waktu.
Informatika farmasi mempelajari tentang :
1.      Interaksi antara manusia, proses kerja dan
2.     Rekayasa sistem dalam perawatan kesehatan dengan fokus pada perawatan farmasi dan
3.     Keamanan membaik pasien.
Ada sejumlah manfaat untuk menggunakan informatika farmasi untuk meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien. Selain mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi, farmasi informatika memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya sakit bagi pasien.

III.    KESIMPULAN
Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Manfaat mempelajari informatika farmasi yaitu :
1.     meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien
2.  memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang obat-obatan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
3.   Apoteker dapat membantu masyarakat/pasien dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik sehingga dapat mengurangi biaya sakit bagi pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Dewangga arie, march 28, 2011, “Apa Itu Informatika“, http://blog.uad.ac.id

Informatika kesehatan-Solusi Teknologi Informasi untuk Dunia Kesehatan Indonesia,    http://teknosehat.wordpress.com/

Minggu, 24 Juni 2012

Makalah: Bagian-Bagian Sel Mikroba yang Berhubungan dengan Farmasi



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Umat manusia telah memanfaatkan mikroorganisme sejak lama untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat. Misalnya, pada sekitar tahun 6000 SM masyarakat Sumaria dan Babilonia telah memanfaatka khamir untuk membuat bir, sedangkan masyarakat mesir pada tahun 4000 SM telah menggunakan khamir untuk mengasamkan roti. Masyarakan Babilonia juga memiliki pengetahuan untuk mengubah etanol dalam bir menjadi asam asetat (cuka).
Produk yang disintesis oleh mikroorganisme menjadi sangat penting. Mikroorganisme lebih sering digunakan untuk menghasilkan enzim amylase yang digunakan untuk membuat bir, roti, dan memproduksi textile, serta enzim protease yang digunakan untuk menggempukkan daging, melunakkan kulit, membuat detergen dan keju.
Mikrobiologi farmasi modern berkembang setelah perang dunia ke II dengan dimulainya produk antibiotic. Suplai produk farmasi dunia termasuk antibiotic, steroid, vitamin, vaksin, asam amino, enzim, dan hormone manusia diproduksi dalam jumlah besar oleh mikroorganisme.
Amerika serikat mulai berusaha mati-matian untuk menemukan obat ajaib penisilin.
Adapun bagian- bagian sel mikroba yang berhubungan dengan farmasi, adalah dinding sel, membrane sitoplasma, kromosom, ribosom.

B.   Tujuan
Untuk menjelaskan dan mengetahui bagian – bagian sel mikroorganisme yang berhubungan dengan bidang farmasi.





BAB II
PEMBAHASAN
A.   Bagian-Bagian Sel Mikroba yang Berhubungan dengan Farmasi
Bagian - bagian sel yang penting hubungannya dengan farmasi adalah :
1.   Dinding sel
2.   Membrane sitoplasma
3.   Kromosom
4.   Ribosom

1.    Dinding sel
Selama tahun-tahun terakhir ini dinding sel  mikroorganisme mendapat sorotan intensif. Alasan utama perhatian ini adalah bahwa dinding sel itu sangat penting bagi sel mikroorganisme seperti pada bakteri. Dari segi kimia strukturnya tidak sama dengan struktur yang manapun pada jaringan hewan. Oleh karena itu dinding sel menjadi sasaran yang jelas bagi sediaan farmasi seperti beberapa obat untuk  menyerang dan membinasakan mikroorganisme (bakteri), tanpa membahayakan inangnya yang diinfeksi oleh  bakteri tersebut. Pada saat mulai disintesanya dinding sel tersebut inilah kerja obat-obat antibiotika yang digunakan dalam pengobatan penyakit. Sebagai contoh adalah beberapa  obat seperti golongan dan turunan penisilin.
Perlu diketahui bahwa fungsi  utama dari dinding sel adalah untuk menyediakan komponen stuktural yang kaku dan kuat yang dapat menahan tekanan osmosis yang tinggi yang disebabkan oleh kadar bahan ion anorganik dalam sel. Tanpa dinding sel, dalam kondisi lingkungan  yang normal bakteri akan menyerap air dan pecah. Semua dinding sel bakteri mempunyai komponen stuktural yang sama yang disebut mukopolisakarida dinding sel, peptidoglikan atau murein. Komponen inilah yang memberikan kekuatan yang dibutuhkan untuk mempertahankan keutuhan sel. Peptidoglikan adalah molekul yang sangat besar , molekul tersebut meliput seluruh sel yang tersusun atas N-Asetil Gluksamin dan asam N-asetil muramat.
a.    Fosfomisin
Salah satu langkah pertama dalam sintesa peptidoglikan adalah produksi karbohidrat unik asam N- asetil muramat. Langkah tersebut terselesaikan dengan penggabungan secara enzimatik fosfoenulpirufat dengan N-asetil glukosamin.
Fosfomisin adalah senyawa analog yang stuktur fosfoenolpirufat dan oleh sebab itu dapat terikat secara tidak terbalik pada enzim yang mensintesa asam muaramat ,jadi menghalangi pembentukan asam muramat.
Fosfomisin ini termasuk antibiaotik yang berspektrum luas, karena bersifat bakteriosida terhadap bakteri gram positif dan gram negative.
b.    Penisilin
Untuk memahami bagaimana penisilin memberikan efek bakteriosidanya, maka perlu diketahui sintesa peptidoglikan dari dinding sel bakteri. Seperti telah diketahui bahwa apapun yang  menganggu sintesis peptidoglikan akan melemahkan dinding sel dan menyebabkan membrane sitoplasma merekah dan menyebabkan terhamburnya isi sel. Sel bakteri mensintesa unit-unit dinding sel yang tersusun dari satu N-asetil muramat ditambah 10 asam amino yang akan menyediakan gelang untuk bilah pada bakteri. Unit tersebut kemudian diangkat ke bagian dinding sel yang sedang tumbuh. Ikatan pembentukannya dihambat oleh penisilin, sehingga tidak terjadi penyelesaian jembatan pentaglisin antara polimer-polmer linier N-asetil glukosamin dengan asam N- asetil muramat.
2.    Membran sitoplasma
Membran sitoplasma terletak di bawah dinding sel  dan bersifat rapuh, mempunyai sejumlah fungsi (1) pada mikroorganisme aerob membran ini berfungsi untuk  mengangkut  elektron dan proton  yang dibebaskan pada saat terjadinya reaksi oksidasi dimana bahan makanan di ubah oksigen dalam rangka pembentukan molekul air dan  mengubah energi yang dihasilkan dari oksidasi, menjadi energi kimia yang dapat digunakan oleh sel, (2) mengandung beberapa enzim yang diperlukan untuk  sintesis dan pengangkutan peptidoglikan, asam teikhoat, dan komponen membran luar, (3) mengeluarkan enzim hidrolisis ke luar sel, (4) menjamin pemisahan material nukleus (DNA) ke sel anak pada saat pembelahan sel dan (5) mengatur pengangkutan sebagian besar senyawa yang memasuki dan meninggalkan sel.
Membran sitoplasma  mempunyai berat 8-10% dari bobot kering sel. Secara kimia membran sitoplasma terdiri atas fosolipida (mengandung gliserol, asam lemak dan fosfat) dan protein yang terpadu di dalamnya. menunjukkan skema model “mozaik cairan” orientasi fosfolipida, yang di dalamnya terdapat daerah bundar yang merupakan ujung hidrofil (menyenangi air). Molekul fosfolipida dan garis-garis bergelombang adalah asam lemak hidrofob (membenci air) internal. Tersebar di seluruh membran fosfolipida ini adalah protein  yang  melaksanakan berbagai pekerjaan pengangkutan  dan enzim yang berkaitan dengan membran.
Beberapa antibiotika mempengaruhi membrane sitoplasma, seperti polimiksin , nistatin dan amtotensin B.
a.    Polomiksin
Polimiksin adalah suatu peptide yang didalamnya terdapat satu ujung molekul lainnya larut dalam air. Apabila masuk ke dalam membrane sitoplasma akan menyebabkan gangguan antara lapisan- lapisan membrane, kalau polimiksin masuk ke dalam sel maka ujung yang larut dalam air tetap tinggal di luar membrane dan ujung yang larut dalam lemak di daerah dalam membrane, sehingga menyebabkan gangguan-gangguan antara lapisan –lapisan memran yang kemungkinan lalu lintas subtansi bebas keluar masuk sel.
b.  Nistatin dan Amfotisia B
Kedua antibiotic ini memiliki struktur lingkar yang besar. Antibiotica bergabung dengan sterol yang tedapat dalam membrane sel khusus fungi dengan menimbulkan gannguan dan kebocoran isi sitoplasma, oleh karena itu antibiotika ini khusus untuk miko plasma dan infeksi fungi yang mengandung sreroi pada membrane sitoplasmanya.
3.    Kromosom
Bagian sel ini juga merupakan sasaran antibiotika dalam mengganggu kehidupan suatu mikroorganisme. Di dalam kromosom terdapat DNA yang merupakan informasi genetic suatu mikroorganisme. Apabila terganggu oleh senyawa – senyawa obat akan mengyebabkan terjadinya gangguan dari kehidupan mikroorganisme tersebut.
Ada beberapa antibiotika secara khas bereaksi dengan DNA untuk mencegah replikasi atau transkripsi dengan jelas akan menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel. Pada umumnya antibiotika yang mangganggu asam nukleat dengan satu diantara dua cara yaitu interaksi dengan benang-benang heliks ganda DNA dengan cara sedemikia rupa untuk mencegah transkripsi berikutnya, kombinasi dengan polymerase yang terlibat dalam biosintesis DNA atau RNA.
Contohnya :
a.    Mitomisin dan Aktinomisin, kedua antibiotika ini terikat pada DNA untuk mencegah replikasi dan transkripsi. Kedua antibiotika ini digunakan sebagai anti tumor karena dapat mempengaruhi sel-sel yang membelah dengan cepat seperti pada sel tumor.
b.    Griseofulvin
Griseofulvin digunaan untuk mengobat infeksi fungi superficial. Cara kerjanya tidak pasti, tetapi telah diperkirakan antibiotika tersebut menghalangi replikasi DNA.
4.    Ribosom
Ribosom adalah bagian dari sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Setia ribosom terdiri  atas dua subunit yang bebas di dalam sel bakteri, yang satu mengendap pada 30-S dan lainnya pada 50-S (S = unit Svedberg dan  merupakan ukuran kecepatan partikel dalam medan sentrifugasi).  Ada beberapa senyawa obat (antibiotika) yang dapat mempengaruhi atau  berikatan dengan subunit-subunit tersebut, sehingga pembentukan protein yang fungsional tidak terbentuk sebagaimana mestinya.
Beberapa contoh obat- obat tersebut antara lain :
a.  Klormfenikol
Antibiotika ini memberikan efek dengan cara bereaksi pada bagian ribosom 50-S,tempat antibiotika tersebut menghalangi enzim peptide transferase.
b.   Antibiotika Makrolida
Antibiotika ini mencegah sintesis protein bereaksi dengan sub unit ribosom 50-S .
c.   Tetrasiklin
Antibiotika ini menghambat sintesis protein dengan terikat pada subunit ribosom 30-S dan dengan demikian mencegah penempelan asam amino yang membawa tRNA.
d.  Streptomisin
Streptomisin merupakan salah satu antibiotika amiloglukosida, yang memberikan efek bakteriasidanya pada sejumlah besar mikroorganisme gram positif dan gram negative . streptomisin menyebabkan berbagai efek yang tidak khas seperti keluarnya kalium dari sela atau terjadi penggumpalan bakteri.

B.   Manfaat Mikroorganisme Dalam Bidang Farmasi
1.    Beberapa produk farmasi yang dihasilkan bakteri
Produk
Bakteri
Kegunaan
Aseton Butanol
Clostridium acetobutylicum
Pelarut, pembuat bahan kimia
2,3-Butanediol
Bacillus Polymyxa
Pelarut, pelembab, intermediate kimia
Dekstran
Leuconostoc mesenteroides
Stabilisator dalam produk pangan, pengganti plasma darah
Sorbose
Glukonobacter suboxydans
Pembuatan asam asorbat
Kobalamin
Streptomyces alivaceus
Pengobatan anemia.
Streptokinase
Streptococcus hemooyticus
Penggunaan medis (melarutkan  gumpalan darah )






2.    Beberapa produk farmasi yang dihasilkan kapang

Produk
Kapang
Kegunaan
Asam sitrat
Aspergilus niger atau aspergillus wentii
Produk pangan , sitrat untuk obat, untuk tranfusi darah.
Asam glukonat
Aspergillus niger
Produk farmasi
Asam laktat
Rhyzopus oryzae
Bahan makanan dan farmasi












BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Bagian - bagian sel yang penting hubungannya dengan farmasi adalah :
1.    Dinding sel
Beberapa antibiotic yang mempengaruhi Dinding sel seperti fosfomisin, dan penicillin
2.    Membrane sitoplasma
Beberapa antibiotika mempengaruhi membrane sitoplasma, seperti polimiksin , nistatin dan amtotensin B.
3.    Kromosom
Beberapa antibiotika mempengaruhi Kromosom seperti Mitomisin dan Aktinomisin
4.    Ribosom
Beberapa antibiotic yang mempengaruhi ribosom seperti  Klormfenikol, Antibiotika Makrolida, Tetrasiklin, Streptomisin

,
B.   Saran
Kami menyarankan kepada mahasiswa farmasi agar dapat mengetahui bagian – bagian sel mikroba yang berhubungan dengan farmasi, sehingga dapat diterapkan dalam ilmu kefarmasian.