Rabu, 27 Mei 2015

Jika Malam

Seperti apa yang akan kau rasa yang seharusnya tak ku paksakan untuk tahu
Dalam lelah yang sebenarnya cukup membuatku mulai merasa bodoh mengartikan dirimu
Perjuangan yang sejauh hari kupastikan akan terluka namun ini jalan yang telah dipilih
Tak mungkin untuk kembali apalagi untuk berhenti hanya saja jika aku bisa memilih
Aku tak ingin berada dalam mimpiku yang juga ada kamu

Sesunyi-sunyinya malam dan sepekatnya gelap aku tak ingin tertidur selebihnya ku tak peduli
Hanya jika malam sedikit peduli akan rasa yang menyeksakkan ini, dia tak seharusnya hadirkan indahnya langit.
Aku hanya akan menyianyiakan keindahan itu, aku yang terlanjur jatuh hati pada rembulan dan tak peduli akan bintang.
Jika malam peduli jangan hadirkan rembulan lagi, biarkan perlahan dan pelan aku jatuh cinta pada bintang.

Atau jika malam peduli,, sampaikanlah pada sang rembulan jangan menghilang lagi.
Namun malam takkan peduli, malam tetaplah malam begini.



*Muiqal*

Rabu, 06 Mei 2015

Alasanku?

Mereka selalu bertanya 'kenapa aku masih tetap yakin dan pertahankan untuk selalu mencintaimu?' Jawaban terbaikku hanya senyum kosong. Toh jika aku mencintaimu butuh alasan, maka saat ini aku punya alasan untuk melupakanmu atau jika ada yg menawarkan bahagia lebih darimu mungkin saja alasanku berpaling padanya sama dgn alasanku mncintaimu. Yg aku tahu,,,, alasanku jatuh cinta n mencintai ya karena orang itu "kamu".
Saat ini miliki atau tidaknya miliki kamu lagi, bukanlah hal penting. Perasaanmu padaku?? Itu urusanmu karena sama halnya perasaanku padamu itu urusanku.  Aku gak bisa bohong kalu aku ingin perasaanmu itu masih sama denganku, tapi aku bohong jikalau aku tak tahu perasaanmu. Kamu akan selalu bisa ingat, aku pasti lelaki teregois yg pernah kamu kenal. Itu tidak salah, karena aku tetap tak butuh alasan untuk tak membunuh perasaanku padamu disaat kamu telah mmbunuh perasaanmu padaku.

*Muiqal*