Jumat, 21 Agustus 2015

Hollow


Saat ini kau jauh, entah untuk berapa lama. Sebenarnya tak ada yang berbeda dari rasa kesepian ini dengan rasa yang sudah-sudah, sama saja. Dalam perjalanan apapun yang akan ku lalui, ku ingin tak sendiri. Bukanlah perkara mau atau tidaknya aku menunggumu, bukan pula perkara bisa tidak bisanya aku menunggumu. Ini tentang apa yang aku yakini, aku bahagia denganmu. Yah kali ini lebih sangat takut setelah mengenalmu, lebih sepi setelah mengenalmu. Aku takut merasa sepi setelah bertubi-tubi kau hujam aku dengan kebahagiaan.

Sederhana yang dapat merubah perasaanku ini, bahkan tak pernah terduga kehadiranmu menjadikanku memiliki perasaan yang biasa saja menjadi luar biasa. Celotehmu aku rindu, marahmu aku rindu, diammu aku rindu, senyummu aku rindu dan semua tentangmu aku rindu. Bisakah kau terus hujam aku dengan kebahagian ini? Bisakah kau tak berhenti untuk tetap membuatku takut? Bisakah dirimu hanya untukku? Yah..bisakah?

Dalam kesepian aku tak terlalu meminta lebih untuk dihadirkan keramaian, aku hanya ingin satu kehadiran saja, dan itu dirimu. Perasaanku yang kau tata dengan sabar, hatiku yang kau rebut pelan-pelan hingga saat ini aku tak bisa tak merindukanmu. Dan bila tiba dimana waktu kerinduan ini terjawabkan dalam dekapan eratmu. Ku mohon,,,,,, jangan lepaskan!.

*Muiqal*

Jumat, 19 Juni 2015

Yang Aku Sebutkan

Tak lagi akan bertanya kenapa baru sekarang datang? kenapa baru sekarang aku memilih untuk bahagia? Kenapa aku selalu menunggu dan menimang-nimang rindu yang entah siapa pemiliknya pun tak peduli? Taka lagi aku harapkan jawabannya. Karena disini, keberadaanmu telah menjawab semuanya tanpa perlu ku bertanya lagi.

Perasaanku yang kau tumbuhkan tanpa ku duga, yang kau hidupkan ketika aku memilih menguburnya, yang hanya dengan kehadiranmu dan tak perlu membuatku terluka. Aku memilih menjatuhkan hatiku sejatuh-jatuhnya padamu, aku memilih setakut-takutnya kehilangan. “Ya… takut kehilanganmu”.

Takkan aku melewatkanmu, takkan ku jadikan kau yang terlewatkan. Takkan mungkin aku akan meninggalkanmu. Aku memilih bahagia denganmu. Ketika pilihanku terucap… kau tau? Ku kubur dalam-dalam masa laluku. Ku berhenti memikirkan sakit apa yang telah menempaku, ku berhenti menuliskan luka apa yang membentukku. Ku berhenti melakukan semua itu, semua yang sia-sia itu.

Saat kebahagiaanku dipertanyaakan, ketika masa depanku diminta jawbannya dan lalu semua yang pura-pura menawarkan kebahagiaan bertanya siapa. Namamu, namamulah yang aku sebutkan. Bahagiaku, masa depanku dan yang membuatku berhenti menunggu,,, ya itu kamu. Kamu yang akan selalu aku sebutkan ketika aku rindu dan Aku yang akan menjadi alasan untuk kamu berhenti mencari. Hati ini pemiliknya… kamu.


*Muiqal*

Rabu, 27 Mei 2015

Jika Malam

Seperti apa yang akan kau rasa yang seharusnya tak ku paksakan untuk tahu
Dalam lelah yang sebenarnya cukup membuatku mulai merasa bodoh mengartikan dirimu
Perjuangan yang sejauh hari kupastikan akan terluka namun ini jalan yang telah dipilih
Tak mungkin untuk kembali apalagi untuk berhenti hanya saja jika aku bisa memilih
Aku tak ingin berada dalam mimpiku yang juga ada kamu

Sesunyi-sunyinya malam dan sepekatnya gelap aku tak ingin tertidur selebihnya ku tak peduli
Hanya jika malam sedikit peduli akan rasa yang menyeksakkan ini, dia tak seharusnya hadirkan indahnya langit.
Aku hanya akan menyianyiakan keindahan itu, aku yang terlanjur jatuh hati pada rembulan dan tak peduli akan bintang.
Jika malam peduli jangan hadirkan rembulan lagi, biarkan perlahan dan pelan aku jatuh cinta pada bintang.

Atau jika malam peduli,, sampaikanlah pada sang rembulan jangan menghilang lagi.
Namun malam takkan peduli, malam tetaplah malam begini.



*Muiqal*

Rabu, 06 Mei 2015

Alasanku?

Mereka selalu bertanya 'kenapa aku masih tetap yakin dan pertahankan untuk selalu mencintaimu?' Jawaban terbaikku hanya senyum kosong. Toh jika aku mencintaimu butuh alasan, maka saat ini aku punya alasan untuk melupakanmu atau jika ada yg menawarkan bahagia lebih darimu mungkin saja alasanku berpaling padanya sama dgn alasanku mncintaimu. Yg aku tahu,,,, alasanku jatuh cinta n mencintai ya karena orang itu "kamu".
Saat ini miliki atau tidaknya miliki kamu lagi, bukanlah hal penting. Perasaanmu padaku?? Itu urusanmu karena sama halnya perasaanku padamu itu urusanku.  Aku gak bisa bohong kalu aku ingin perasaanmu itu masih sama denganku, tapi aku bohong jikalau aku tak tahu perasaanmu. Kamu akan selalu bisa ingat, aku pasti lelaki teregois yg pernah kamu kenal. Itu tidak salah, karena aku tetap tak butuh alasan untuk tak membunuh perasaanku padamu disaat kamu telah mmbunuh perasaanmu padaku.

*Muiqal*

Sabtu, 21 Maret 2015

Rasa Hujan Hari Ini

Hari ini hujan kembali turun, aku terjebak dan sejenak berteduh. Sempat merasakan tetesan hujan hari ini, rasanya berbeda. Hujan hari ini terasa lebih hangat, tak sedingin hujan-hujan  sebelumnya. Aku sempat berpikir untuk tetap berada dibawah guyuran hujan ini, tapi aku tak ingin dianggap bodoh. Aku masih tak berubah dalam memandangi hujan, selalu ada hal yang membuatku tak menyukainya. Hujan menghidupkan kenanganku akan dirimu. Tapi hari ini aku sadar, aku tak lagi merasakan sakit ketika mengingatmu. Perasaan ini baik-baik saja.

Sekarang kau bisa terus berlari dengan segala yang ada didalalam pikiranmu, berpikirlah hanya kau dengan duniamu yang berarti. Karena aku telah berhenti, aku telah berhenti mengejar dan bahkan aku tak lagi menantimu. Jangan kau lihat ke belakang karena kau tak akan melihatku lagi, entah apa yang kau rasakan nanti aku bahkan tak peduli. Kau tahu, kini pelangi telah ada setelah hujan reda.

Yang baik untukku takkan mungkin menghancurkan aku seperti saat itu, tak mungkin jika itu proses untuk menguatkan aku. Jika iya, maka kau telah salah. Kau membuatku menjadi lebih sangat kuat hingga berpikir kau bukan apa-apa lagi, kau bukan lagi seseorang yang ku cintai dengan sepenuh hati seperti dulu. Sempat ku ingin membalaskan sakit hati itu, tapi dengan menikmati masa setelah hujan ini aku sadar inilah pembalasan terbaik.

Aku tak lagi merasakan sakit karenamu hingga hujan hari ini terasa lebih hangat, aku tak lagi merasakan sakit mengingatmu hingga aku mulai menyukai hujan. Ada pelangi dan matahari yang hadir setelah ini, aku kan baik-baik saja. Bahkan jika nanti aku akan hancur sekali lagi oleh siapapun, aku takkan berhenti yakin bahwa aku akan selalu baik-baik saja. Rasa hujan hari ini tak akan ku lupakan.


*Muiqal*

Minggu, 15 Maret 2015

Yang aku anggap motivator terhebat

Pernah berpikir hidup ini tak adil?
Dalam segala cara yang telah dilakukan terkadang akan terasa lelah karena memang hasil yang didapatkan tak sesuai, apa yang mereka katakan bahwa hasil berbanding lurus dengan usaha itu hanyalah omong kosong belaka. Disaat aku telah mati-matian melakukan dengan serius, tetap saja ada yang menyalipnya dengan kekuasaan mereka. Mungkin itu yang awalnya selalu aku pikirkan, tapi sekarang tidak. Karena aku tak selemah itu lagi, kegagalan telah menempaku menjadi lebih dan lebih kuat dari perkiraanku.

Segala hal yang ku lakukan akan menjadi perhatian mereka yang selalu dan selalu pasti mencari keburukan dan kesalahanku. Mengurusi hidup orang lain lebih menyenangkan bagi mereka dibandingkan sedikit memperhatikan dirinya. Kepuasaan sangat terlihat jelas di wajah mereka ketika kegagalan yang ku dapatkan, ya aku tahu saat itu mereka tertawa terbahak-bahak, aku tak berprasangka buruk karena cukup jelas tawa itu aku dengar. Toh… apa yang akan mereka lakukan tak mempengaruhiku. Aku melihat apa yang tak mereka lihat sehingga aku takan menyerah akan mimpiku ini.

Bahkan disaat aku sudah terjatuh dan terinjak oleh kesombongan mereka, aku tak pernah dendam. Aku hanya pastikan aku yang akan tertawa nanti, semua yang terkadang dan sempat aku pikir tak adil, aku abaikan. Bukankah rencana Allah lebih sangat indah.

Mereka akan selalu bisa menyampaikan keluhan, ketidaksukaaan bahkan menyampai celoteh-celoteh seakan mereka tahu segalanya, aku tak mengabaikannya. Aku mengumpulkannya, aku ikat jadi satu kemudian aku bunuh dengan semangat dan niatku yang lebih lagi dan merubahnya menjadi motivasi terhebat yang bahkan mereka tak sadar mereka akan sangat berpengaruh dalam kehidupanku. Aku tak membenci mereka, aku menyukai mereka bahkan aku sangat menyukai mereka. Aku kuat karena mereka, mereka yang menginginkanku jatuh. Karena aku paham, aku selalu berjuang sendiri sebelum mereka hadir. Kini mereka membuat aku sadar, hubungan antar manusia memang merepotkan tapi kita tak bisa sendiri. Terima kasih kalian telah selalu ada, orang-orang yang menjadikanku musuh atau yang bisa aku anggap motivator terhebatku.

*Muiqal*

Jangan buat harapan itu ada lagi

Kukatakan tenang saja, perasaan itu telah mati dan pasti kau akan tertawa melihatku yang dengan polosnya mengucapkan kalimat yang sesungguhnya sudah sangat menghancurkanku.  Dalam perihal luka kau yang terhebat yang membuatnya dan bahkan akan sangat berbekas, Hingga saat ini tak tahu apakah sudah sembuh atau belum. Namun selama yang aku jalani bahkan dalam mencintaimu telah membuatku lupa adanya sosok yang lebih baik darimu, aku telah dibutakan olehmu. Disaat perasaan yang aku miliki ini semakin menggebu-gebu, aku dilemahkan oleh kesadaran bahwa telah kehilanganmu.

Kebanggan bagimu yang telah menancapkan luka ini, yang telah membuatku membunuh perasan ini dengan paksa dengan segala kelelahan yang telah mengrogoti harapan ini sedikit demi sedikit.  Aku bahkan tak bisa menghela nafas panjang untuk sekedar melegakan dadaku, semua telah terpenuh dengan segala kegundahan yang saling beradu. Saat itu keadaan terberatku, keadaan terperihku dalam menyikapi bahwa aku akan baik-baik saja.

Disaat aku hampir menjadikan perasaan yang luar biasa ini menjadi biasa-biasa saja kau hadir lagi, kau memporak-poranda segala kenyamanan dan harapan yang telah ku kubur hidup-hidup. Jika kau hadir hanya untuk menghilang lagi, tolong jangan kau hidupkan lagi harapan itu. Kau tak tahu betapa sakitnya aku berjuang tetap berdiri dengan kaki-kaki rusakku.

Perihal yang sangat menyakitkan adalah bukan ketika kehilanganmu, tetapi disaat kau telah menghilang tapi aku masih memiliki rasa yang sama dan utuh. Bukan lah sebuah perlombaan adu cepat dalam melupakanmu, ini tentang perasaan yang telah lama aku percayakan pada hatiku agar tetap ada. Namun saat ini telah aku tiadakan dan jangan lagi membangkitkannya dari ketiadaan ini, karena aku bahkan takan mampu menjalani kesakitan yang sama berulang-ulang kali.


*Muiqal*

Senin, 09 Maret 2015

Aku bicara dengan bahasaku

Jalan setapak ini pernah ku lewati dulu saat dimana aku benar-benar tak menemukan jalan untuk kembali. Saat dimana aku merasa terlalu lelah untuk melangkah dan kehabisan suara untuk bertanya. Dengan pelan dan anggun kau menganggukkan kepala seakan mengerti semua yang aku ucapkan, bahkan aku sendiri tak mendengar apa yang keluar dari mulutku. Yang bisa ku lakukan hanyalah tetap percaya bahwa hanya kau yang mengerti bahasaku, bahasa yang bahkan tak ku mengerti namun selalu berhasil membuatku meneteskan air mata setiap bibirku bergerak. Saat itu kau merangkulku, memelukku dan mengusap air mata dipipiku. Kau tahu? aku tenang.

Langkah seperti ini yang dulu pernah ku ambil, pelan dan tak bisa untuk kembali serta tak mungkin untuk berlari kedepan dan mustahil untuk berhenti. Tanganku kau genggam, eratnyanya gengamanmu membuatku merasa bahwa aku telah dilindungi oleh berjuta ksatria dengan perisai bajanya. Padahal kau hanyalah sosok yang tak lebih kuat dariku, kau hanyalah seorang gadis kecil yang bahkan lebih rapuh dariku, bahkan gengaman tanganmu tak sepenuhnya menggengam telapak tanganku. Namun genggamanmu erat, sinar matamu mengatakan percayalah kali ini tak ada yang boleh menyakitiku lagi. Saat itu aku tenang.

Melelahkan disaat raga diterjang ribuan kecemasan, tak ku kenal kau. Bolehkah ku anggap kau penyelamat? Atau bisakah ku anggap kau bidadari? Tapi aku lebih ingin menyebutmu cinta pertamaku. Ketika aku terbiasa berada disampingmu, aku telah menjadi manusia seutuhnya… bukan lagi hanya sebuah tubuh hidup yang berpakaian. Nafasku tak lagi kosong, bahkan aku pun telah dibuat mengerti olehmu bahwa sunrise lebih indah daripada sunset.

Perihnya tak tertahankan hingga hari ini, ketika aku masih menerka-nerka perasaan yang kumiliki namun kau telah hilang. Aku mencarimu, bohong kalu aku tak tersiksa…, aku mencari sepertimu namun yang aku rindukan gengaman tangan mungilmu, yang aku rindukan tatapan matamu yang selalu mengatakan aku aman bersamamu, yang aku rindukan saat kau disampingku aku hanya memikirkan satu hal “bahwa aku telah dilengkapi olehmu”. Tak ada yang mengerti ketika aku kembali seperti dulu, mereka menertawaiku ketika aku berbicara dengan bahasaku. Bahasa yang hanya dimengerti oleh pendengaranmu.

*Muiqal*

Minggu, 08 Maret 2015

Tak Ada Yang Datang

Seperti halnya angin yang selalu kurasakan, aku tak bisa melihatnya
Ketika dapat kulihat, angin telah menjadi badai yang pekat
Meski kesalahan dalam memiliki persaaan seperti ini, aku pikir aku telah terlambat dalam menghantikannya
Rasa ini telah tumbuh dengan cepat dan telah tak dapat aku kendalikan lagi
Salahkan aku yang memilikinya

Katakanlah kesakitan yang kurasa ini hanya sementara, sungguh ini tak tertahankan
Sampaikanlah padaku bahwa apa yang kumiliki ini tak perlu dilanjutkan, jangan kau diam
Aku berteriak…. Tapi tak ada yang datang
Aku menunggu…. Tak ada yang datang
Aku mencari…. Tak ada yang ku temukan
Bisikkanlah padaku cinta itu tak sebercanda ini, ketahuilah ini menyesakkan

Kesendirian ini yang terkadang kubahagia dibuatnya dan yang terkadang kubenci
Perjalanan ini aku melilihnya, salahkan aku jika terus menemukan badai
Aku hanya tak bisa menghentikan apa yang kumulai, aku butuh kamu
Tapi…. Tak ada yang datang, sama sekali tak ada

Katakanlah kali ini aku benar-benar salah mengharapkan hujan diantara kemarau ini
Sampaikanlah padaku bahwa bukanlah badai yang akan datang dikemarau ini
Bisikkanlah padaku cinta yang selayaknya sinar matahari kemarau ini akan datang
Karena aku lelah,,, aku lelah berharap dan tetap tak ada yang datang.

*Muiqal*

Minggu, 01 Maret 2015

Aku bahkan tak berniat membuatmu menerka

Hari ini seperti biasa, aku masih merindukanmu
Perjalanan hari ini masih tak membuahkan hasil yang aku cari.
Sempat beberapa kali aku berhenti memikirkanmu, yahh.. saat itu ketika aku bersujud pada penciptaku
Aku tak ingin membuat Dia cemburu
Aku tak ingin hanya kau yang aku ingat hingga aku lupa pada-Nya

Aku telah sedikit bisa mengendalikan perasaanku.
Aku telah jatuh dan merasakan sakit yang tak tertahankan karena itu
Aku berpikir memutuskan untuk meninggalkanmu dan tak lagi menganggumu itu akan mudah
Tapi nyatanya aku tetap mencemaskanmu.
Bahkan…! Aku tak ingin kau menerka keadaanku.
Berbagai hal ku lakukan agar kau tau aku baik-baik saja.
Apakah tersampaikan? Sekali saja katakanlah.

Entah mengapa aku masih percaya bahwa persaanku dan milikmu masih sama
Aku takan membuatmu menerka, aku tahu itu sangat menggelisahkan
Sampai saat ini aku masih memikirkanmu
Kau tak perlu menerka persaaanku, karena sudah pasti aku mencintaimu
Jangan berpikir lagi jika suatu saat kau telah berani mengakui dengan jujur
Tapi jangan lama,,,,, kau tahu waktuku tak banyak.


*Muiqal*

Sabtu, 28 Februari 2015

Selamat datang waktu yang akan pergi

Selamat datang waktu yang aku piker takan pernah kembali lagi, meski keadaan tak jauh berbeda tapi ini jauh lebih baik. Saat terkadang aku tak bisa membedakan keaslian senyumku. Namun tetap sama…. Mereka bahagia.

Selamat datang waktu yang telah aku pastikan berlalu, keadaan kali ini bisa aku kendalikan. Tak adalagi harapan ditunggu saat aku mengejar. Berlalulah kau hingga aku hilang arahmu dan saat itu aku tak lagi menujumu.

Selamat datang waktu yang mungkin tak akan bertahan, kau berhak pergi lagi dan aku berkewajiban tak menahanmu. Saat itu kau akan melihat aku tertawa dengan lepasnya, kau bisa anggap aku telah berbaikan dengan luka.

Dan selamat datang waktu yang sekali lagi akan aku ucapkan selamat tinggal, aku tak mengejarmu lagi. Terbanglah bersama sayap-sayap barumu, kau terlalu menyilaukan untukku. Tapi terbanglah dengan hati-hati karena akan terasa sakit saat kau jatuh.


*Muiqal*

Jumat, 27 Februari 2015

Kupikir ada yang tak ada

Lakukan hal-hal yang kadang aku tak sukai, aku bahkan tak tahu kenapa harus melakukannya. Terkadang terbesit rasa menyesal, malu dan bahkan takaruang setiap tersadar dan membaca kembali tulisan-tulisanku tentangmu. “Ah sudahlah itu hanya sebuah tulisan yang bahkan tak akan diperdulikan oleh orang” hiburku.

Sebelumnya aku cukup membutuhkan waktu lama untuk merasa biasa-biasa saja padamu, tapi tiba-tiba kamu datang. Tak ada hal yang lebih membahgiakan lebih dari itu, akhirnya aku kembali seperti aku yang dulu. Rasa yang mulai menghilang kembali lagi seutuhnya, tapi semua itu aku tau akan menyakitkan jika kedatanganmu hanyalah kebaikanmu.

Kamu masih sama seperti dulu, manis. Kamu masih seperti dulu, baik. Kamu masih seperti dulu, anggun. Kamu masih seperti dulu, cerdas. Dan kamu masih seperti dulu, wanita yang sekali lagi mengembalikan aku. Tapi perasaan yang mulai hidup lagi dari mati surinya ini ternyata hanyalah salah paham. Maaf, perasaan ini bukan kehendakku.

Kupikir sama, kupikir ada apa yang tak ada itu. Ahhh sudahlah aku menikmatinya, aku menikmati saat ini, karena mengingatkanku saat pertama kali kau membuat aku mencintaimu. Dan sekarang seperti itu, kamu tak berubah. kamu akan terus berlalu seperti dulu. Aku paham, aku tak terkejut lagi dengan suasana ini.. seolah aku memulai mengenalmu lagi. 

Tapi dulu aku sempat berhenti karena terlalu sakit mencintaimu, aku berhenti saat lelah berusaha menyakinkanmu. kali ini apakah aku berhenti saja? Karena memang kali ini perasanmu benar-benar tak ada untukku. Pada akhirnya,,,,,,,,,, aku masih terlalu jauh dari kata setara untuk berada disampingmu.


*Muiqal*

Rabu, 25 Februari 2015

Kau tahu? Masih ada namamu kusebut, masih ada hadirmu kurasa

Apalagi ini? Perasaan ini hadir lagi atau mungkin memang tak pernah pergi. Mungkin yang terlihat dan yang kau tahu aku baik-baik saja. Dan pasti hanya itu yang kau tahu, dari segi manapun aku akan kalah dari mereka yang berada dismapingmu tanpa perlu kau mengukur seberapa keras aku berjuang, seberapa keras aku terjatuh dari ketinggian itu dan mencoba bangkit dengan kaki-kaki rusakku.

Parahnya perasaan ini, sesakit apapun aku  dan serusaknya hati dan logika ini, bahkan secara perlahan otakku membeku mengikuti hatiku yang telah membatu. Aku masih merindukanmu, masih sangat mencintaimu dan aku tak bisa jatuh cinta lagi dengan selain kamu, aku pikir begitu dan yakin bahwa kau terlalu dan benar-benr mencintaimu. Tak pernah menyangka melupakanmu sebegitu sulitnya. Bahkan ibaratkan aku mencabik kulit-kulit dari dagingku dengan serentak.

Terlihat lemah dimatamu? Kamu tak tahu… itu sisa-sisa tenagaku untuk tetap terlihat kuat didepanmu. Apalagi yang bisa aku lakukan agar selalu terlihat baik-baik saja darimu? Apalagi? Entahlah aku tak mau mencoba dengan memulai berpikir. Aku biarkan saja perasaan itu berjalan.


Kamu tahu semakin mencoba melupakanmu tapi tetap saja secara spontan namamu kusebutkan dalam doaku, “semoga kau bahagia” selalu saja namamu terselip sebelum kalimat itu. Kau tahu bahkan sekarang pikiran dan hatiku seirama, dalam tidurku kau selalu hadir dengan senyuman itu dengan sinar mata itu tanpa air mata itu. Aku rindu!.

*Muiqal*

Selasa, 24 Februari 2015

Move On?

Apa sih move on itu? Entahlah, kata itu terlalu berat untuk didefinisikan dengan kepala dingin, hati tenang dan suasana adem. Asik…. Haha
Menurut google translate “Move on” artinya “BERJALAN TERUS”. Apanya yang berjalan terus? Apa sajalah yang penting berjalan terus, terus, terus, terus kalu ada belokan ya jalan terus aja. Haha
Tapi secara defenisi move on adalah sebuah istilah yang populer di generasi muda sekarang. Intinya kurang lebih adalah melupakan apa yang telah lalu dan menatap masa depan. Istilah ini lebih sering diterapkan terhadap orang yang patah hati dan sulit melupakan mantannya. “Ayo move on, lupakan dia, masih banyak cewe lain yang layak kamu cintai”, begitu kurang lebih contoh yang banyak kurangnya karena memang mungkin bukan dia yang gak layak kita cintai, tapi memang kita yang gak layak untuk mencintai. (Sumber: Aku)
Yah dari definisinya saja terlihat sesuatu yang sangat mudah dilakukan ya?, iyah mudah bagi yang belum merasakan patah hati. Bahkan suatu saat pemberi nasehat tersuper move on gak akan mampu menesehati dirinya sendiri jika berada dikeadaan sebaliknya. Yah move on kalu di pelajaran ibaratkan Matematika mungkin.
Tapi tenang saja, saya akan memberikan beberapa tips jitu agar cepat move on. Matematika saja punya tips jitu, masa move on gak. Ok, kita mulai.
1.     Merubah kebiasaan
Yoshh… baru poin pertama saja kayak sudah ngena banget!!!. Merubah kebiasaanmu nak, yang dimana dulunya kamu suka stalking media sosialnya sampai-sampai kehebatan stalkingmu ngalahin anggota FBI. Gimana caranya? Mudah kok…. Pergi ke tempat ramai, carilah satu orang yang sama sekali tidak kamu kenal. Suruh dia ubah password medsosmu tanpa memberitahukan kamu biar perlu sekalian itu kasih gadgetmu ke dia. Mudah kan?
2.    Jangan Ingat
Jika cara pertama gak mempan, coba deh cara kedua. Jangan ingat, bagaimana caranya gak ingat dia, melupakan saja susah. Yah jang lupakan dong,,, jangan ingat ajah… carilah kesibukkan yang membuatmu fokus pada satu pikiran. Misalkan jalankan dan kembangkan hobimu. Tapi sebelum itu tanamkan dalam hati, pikiran, jiwa dan ragamu kalau stalking tentang dia itu bukan hobimu.
3.    Siapa sih dia?
Nah lohh… maksudnya apa kali ini?. Itu bukan pertanyaan kok, itu jawaban. Kalu ada temanmu yang menanyakan tentangnya langsung aja jawab “SIAPA SIH DIA?” trus lanjutkan “maaf, aku gak bisa mengingatnya karena tadi pagi saat mau mandi aku terus mengingat dia dan tanpa sadar aku terpeleset, kepalaku terbentur jadi aku putuskan aku harus amnesia agar tak terpeleset lagi”… keselamatan lebih penting bro.
4.    Ubah nama Kontaknya.
Kontak salah satu yang paling susah bikin move on kan?. Karena memang untuk menghapus kontaknya sangat berat, jadi Ubah namanya jadi “JALAN TERUS”. Biar kayak rambu lalu lintas.
5.    Jadilah jahat
Jahat yang disini dimaksud, jangan manjakan dirimu, jangan ikuti maumu, lawan…!!! gak bisa? Kamu harus bisa, kamu ajah gak sadar disaat kau baik ke diri kamu sendiri dan terus mengingatnya, kamu sudah sangat menyiksa dirimu sendiri lebih sakit daripada menjadi jahat. Kemudian kamu bilang kamu sayang dia? Kalu kamu sayang, ya ikhlaskan!! sudah cukup masamu buat dia bahagia, karena sekarang dia tau seperti apa kebahagiaan yang dia mau. Jangan egois dengan merasa hanya kamu yang bisa buat dia bahagia, kamu gak selucu itu kan?.
Kamu juga tau kebahagiaan apa yang kamu mau. Bukan gak bisa, tapi bagaimana mau bisa kalu kamu terus begini. Jadilah jahat pada manjamu untuk kebaikanmu.
Jangan jalan terus jika dengan selalu mengingatnya dengan perasan yang luar biasamu, jalanlah terus dengan prosedur yang tepat dan jika suatu saat harus mengingatnya, kau akan mengingatnya dengan perasaanmu yang biasa saja.

Yapzz.. hanya itu!!! perasaan yang kita miliki gak salah kok, begitupun dia juga gak salah. Kita berhak memiliki perasaan itu tapi ingat dia juga berhak mencintai siapa. Mari move on bersama-sama. haha

*Muiqal*

Sabtu, 21 Februari 2015

THE SAME

Malam ini masih sama kok, masih seperti kemarin… “sepi”. Apa kabarmu kali ini? Ku harap masih tetap baik seperti hari kemarin. Hey kamu, aku merindukanmu. Masih sama kan? Aku masih sama seperti kemarin dan kemarin dan kemarinnya lagi. Hari-hari yang ku lalui akhir-akhir ini sangat berat. Sempat aku merasa akan ringan karena aku telah meminta secara langsung padamu untuk berjuang bersama, tapi kamu masih sama.. kamu masih dingin dan akhirnya saat ini aku berjuang sendiri tanpa tau tentangmu.

Perlahan namun pasti, selangkah demi selangkah.. yaps aku sudah semakin dekat apa yang ingin aku capai untuk check point pertama. Tapi ini masih jauh dari kata usai. Aku telah banyak dapat pendapat dari teman-temanku tentang perasaan yang aku miliki. Pendapat mereka benar semua, tapi aku lebih benar loh. Haha. Aku percaya, tidak ada yang salah selama tak merugikan siapapun bahkan diri sendiri.

Aku masih merindukanmu…

Entah kapan akan menjadi perasaan biasa-biasa saja, kemudian masih aku selalu melakukan hal-hal secara spontan, seperti merindukanmu sambil tak memikirkanmu. Yapzz kau pasti tau hati dan pikiranku selalu tak seirama.. tapi aneh saja mereka sekata jika ditanyakan siapa yang aku cintai? Mereka menyebut namamu.

Aku masih sama kan? Perasaanku masih sama kan?

Aku mencintaimu.


Semoga suatu saat apa yang sebelumnya aku sebutkan sama juga dengan apa yang akan kau sebutkan kelak.

*Muiqal*

Rabu, 18 Februari 2015

R E P E A T

Kamu datang kemudian pergi, lalu datang lagi dan kemudian pergi lagi. Sekarang kamu pasti tau bahwa aku tak berubah. Disetiap kedatanganmu aku bahagia, bahkan hanya dengan sapaan sederhanamu aku bahgia dan setelah kamu pergi, aku bisa apa selain lagi, lagi, lagi dan lagi mencari kabar tentangmu. Kamu gak akan tau, karena memang disana kamu menikmati senyum-senyummu. Apa hakku merasa hanya aku yang bias membuatmu bahagia? Kan lucu. Aku takan memohon-mohon meminta kamu untuk kembali, aku tak meohon kau kembali. Pergilah,,,, kemudian jika kamu rindu, kembalilah!!! Tak perlu kau sungkan, hati ini akan menjadi tempat kembalimu jika kau ingin. Karena selalu ada ruang kosong untukmu, bukan satu ruang tapi seutuhnya akan kau tempati.

Kemudian bila kepergianmu lagi memang layaknya penghancuran sehebat bom atom. Ingat.!!! Hatiku akan menjadi Japan dengan Hiroshima dan Nagasaki nya, aku akan hancur lembur, itu pasti tapi aku akan bangkit dengan cepat dan lebih baik dari sebelumnya.

Tapi… aku takut setelah itu kau tak pernah kembali lagi, aku takut kau akan bahagia dan tak pernah lagi mengingatku. Bahkan masih teringat jelas kata-kata kita perdua dulu bahwa kita saling tak merelakan untuk bersama yang lain. Kesalahanku dulu aku ingat, aku memintamu pergi karena aku tak memahami kesibukanmu. Maafkan atas sifat kebocahanku, tapi kini kau menjadi alasanku untuk lebih dewasa. Kamu harus bahagia,,, Awas kalau gak!!!

Aku akan mengutip sebuah tulisan yang pernah aku baca, “Jatuh cintalah, walau kadang pedih. Jatuh cintalah, walau kadang mengecewakan. Lebih baik merasakan sakitnya cinta, daripada tidak merasakan apa-apa. Jatuh cintalah sesakit-sakitnya”. Jika tak mencintaimu adalah kebahagiaanku…… aku akan memilih jatuh cinta sesakit-sakitnya padamu karena aku masih punya hak memperjuangkan cintaku walupun aku bukanlah satu-satunya orang yang bisa membuatmu bahagia, ini aku yang sekedarnya yang mencintaimu dan menunggumu hingga sekarang, inilah perasaanku yang harus kau kenal kembali. Kemudian Perasaanmu padaku? Itu urusanmu sayang. Yang kulakukan adalah menunggu dan memantaskan diri, karena jika nanti kamu kembali aku tak ingin kau menerima aku apa adanya, aku tak ingin aku yang sekarang disimu. aku akan menjadi lebih baik darimu dan menjadi layak disampingmu untuk menjadi sosok yang bisa membagi bebanmu dan bisa menjadi sosok yang kuat untuk menjagamu, tanggung jawab yang akan diberikan ayahmu serta menjadi sosok pria yang akan membuatmu berada di surga. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik begitupun sebaliknya. Namun bagaimana jika kau tak kembali? tenang sayang.. aku bahkan tak tau apa yang akan terjadi besok.


*Muiqal*