Sabtu, 21 Maret 2015

Rasa Hujan Hari Ini

Hari ini hujan kembali turun, aku terjebak dan sejenak berteduh. Sempat merasakan tetesan hujan hari ini, rasanya berbeda. Hujan hari ini terasa lebih hangat, tak sedingin hujan-hujan  sebelumnya. Aku sempat berpikir untuk tetap berada dibawah guyuran hujan ini, tapi aku tak ingin dianggap bodoh. Aku masih tak berubah dalam memandangi hujan, selalu ada hal yang membuatku tak menyukainya. Hujan menghidupkan kenanganku akan dirimu. Tapi hari ini aku sadar, aku tak lagi merasakan sakit ketika mengingatmu. Perasaan ini baik-baik saja.

Sekarang kau bisa terus berlari dengan segala yang ada didalalam pikiranmu, berpikirlah hanya kau dengan duniamu yang berarti. Karena aku telah berhenti, aku telah berhenti mengejar dan bahkan aku tak lagi menantimu. Jangan kau lihat ke belakang karena kau tak akan melihatku lagi, entah apa yang kau rasakan nanti aku bahkan tak peduli. Kau tahu, kini pelangi telah ada setelah hujan reda.

Yang baik untukku takkan mungkin menghancurkan aku seperti saat itu, tak mungkin jika itu proses untuk menguatkan aku. Jika iya, maka kau telah salah. Kau membuatku menjadi lebih sangat kuat hingga berpikir kau bukan apa-apa lagi, kau bukan lagi seseorang yang ku cintai dengan sepenuh hati seperti dulu. Sempat ku ingin membalaskan sakit hati itu, tapi dengan menikmati masa setelah hujan ini aku sadar inilah pembalasan terbaik.

Aku tak lagi merasakan sakit karenamu hingga hujan hari ini terasa lebih hangat, aku tak lagi merasakan sakit mengingatmu hingga aku mulai menyukai hujan. Ada pelangi dan matahari yang hadir setelah ini, aku kan baik-baik saja. Bahkan jika nanti aku akan hancur sekali lagi oleh siapapun, aku takkan berhenti yakin bahwa aku akan selalu baik-baik saja. Rasa hujan hari ini tak akan ku lupakan.


*Muiqal*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar