Pernah berpikir hidup ini tak adil?
Dalam segala cara yang telah dilakukan terkadang akan
terasa lelah karena memang hasil yang didapatkan tak sesuai, apa yang mereka
katakan bahwa hasil berbanding lurus dengan usaha itu hanyalah omong kosong
belaka. Disaat aku telah mati-matian melakukan dengan serius, tetap saja ada
yang menyalipnya dengan kekuasaan mereka. Mungkin itu yang awalnya selalu aku
pikirkan, tapi sekarang tidak. Karena aku tak selemah itu lagi, kegagalan telah
menempaku menjadi lebih dan lebih kuat dari perkiraanku.
Segala hal yang ku lakukan akan menjadi perhatian mereka
yang selalu dan selalu pasti mencari keburukan dan kesalahanku. Mengurusi hidup
orang lain lebih menyenangkan bagi mereka dibandingkan sedikit memperhatikan
dirinya. Kepuasaan sangat terlihat jelas di wajah mereka ketika kegagalan yang
ku dapatkan, ya aku tahu saat itu mereka tertawa terbahak-bahak, aku tak
berprasangka buruk karena cukup jelas tawa itu aku dengar. Toh… apa yang akan
mereka lakukan tak mempengaruhiku. Aku melihat apa yang tak mereka lihat
sehingga aku takan menyerah akan mimpiku ini.
Bahkan disaat
aku sudah terjatuh dan terinjak oleh kesombongan mereka, aku tak pernah dendam.
Aku hanya pastikan aku yang akan tertawa nanti, semua yang terkadang dan sempat
aku pikir tak adil, aku abaikan. Bukankah rencana Allah lebih sangat indah.
Mereka akan
selalu bisa menyampaikan keluhan, ketidaksukaaan bahkan menyampai
celoteh-celoteh seakan mereka tahu segalanya, aku tak mengabaikannya. Aku mengumpulkannya,
aku ikat jadi satu kemudian aku bunuh dengan semangat dan niatku yang lebih
lagi dan merubahnya menjadi motivasi terhebat yang bahkan mereka tak sadar
mereka akan sangat berpengaruh dalam kehidupanku. Aku tak membenci mereka, aku
menyukai mereka bahkan aku sangat menyukai mereka. Aku kuat karena mereka,
mereka yang menginginkanku jatuh. Karena aku paham, aku selalu berjuang sendiri
sebelum mereka hadir. Kini mereka membuat aku sadar, hubungan antar manusia
memang merepotkan tapi kita tak bisa sendiri. Terima kasih kalian telah selalu
ada, orang-orang yang menjadikanku musuh atau yang bisa aku anggap motivator
terhebatku.
*Muiqal*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar