Minggu, 15 Maret 2015

Yang aku anggap motivator terhebat

Pernah berpikir hidup ini tak adil?
Dalam segala cara yang telah dilakukan terkadang akan terasa lelah karena memang hasil yang didapatkan tak sesuai, apa yang mereka katakan bahwa hasil berbanding lurus dengan usaha itu hanyalah omong kosong belaka. Disaat aku telah mati-matian melakukan dengan serius, tetap saja ada yang menyalipnya dengan kekuasaan mereka. Mungkin itu yang awalnya selalu aku pikirkan, tapi sekarang tidak. Karena aku tak selemah itu lagi, kegagalan telah menempaku menjadi lebih dan lebih kuat dari perkiraanku.

Segala hal yang ku lakukan akan menjadi perhatian mereka yang selalu dan selalu pasti mencari keburukan dan kesalahanku. Mengurusi hidup orang lain lebih menyenangkan bagi mereka dibandingkan sedikit memperhatikan dirinya. Kepuasaan sangat terlihat jelas di wajah mereka ketika kegagalan yang ku dapatkan, ya aku tahu saat itu mereka tertawa terbahak-bahak, aku tak berprasangka buruk karena cukup jelas tawa itu aku dengar. Toh… apa yang akan mereka lakukan tak mempengaruhiku. Aku melihat apa yang tak mereka lihat sehingga aku takan menyerah akan mimpiku ini.

Bahkan disaat aku sudah terjatuh dan terinjak oleh kesombongan mereka, aku tak pernah dendam. Aku hanya pastikan aku yang akan tertawa nanti, semua yang terkadang dan sempat aku pikir tak adil, aku abaikan. Bukankah rencana Allah lebih sangat indah.

Mereka akan selalu bisa menyampaikan keluhan, ketidaksukaaan bahkan menyampai celoteh-celoteh seakan mereka tahu segalanya, aku tak mengabaikannya. Aku mengumpulkannya, aku ikat jadi satu kemudian aku bunuh dengan semangat dan niatku yang lebih lagi dan merubahnya menjadi motivasi terhebat yang bahkan mereka tak sadar mereka akan sangat berpengaruh dalam kehidupanku. Aku tak membenci mereka, aku menyukai mereka bahkan aku sangat menyukai mereka. Aku kuat karena mereka, mereka yang menginginkanku jatuh. Karena aku paham, aku selalu berjuang sendiri sebelum mereka hadir. Kini mereka membuat aku sadar, hubungan antar manusia memang merepotkan tapi kita tak bisa sendiri. Terima kasih kalian telah selalu ada, orang-orang yang menjadikanku musuh atau yang bisa aku anggap motivator terhebatku.

*Muiqal*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar