Hari ini hujan
kembali turun, aku terjebak dan sejenak berteduh. Sempat merasakan tetesan
hujan hari ini, rasanya berbeda. Hujan hari ini terasa lebih hangat, tak
sedingin hujan-hujan sebelumnya. Aku sempat
berpikir untuk tetap berada dibawah guyuran hujan ini, tapi aku tak ingin dianggap
bodoh. Aku masih tak berubah dalam memandangi hujan, selalu ada hal yang
membuatku tak menyukainya. Hujan menghidupkan kenanganku akan dirimu. Tapi hari
ini aku sadar, aku tak lagi merasakan sakit ketika mengingatmu. Perasaan ini
baik-baik saja.
Sekarang kau
bisa terus berlari dengan segala yang ada didalalam pikiranmu, berpikirlah
hanya kau dengan duniamu yang berarti. Karena aku telah berhenti, aku telah
berhenti mengejar dan bahkan aku tak lagi menantimu. Jangan kau lihat ke
belakang karena kau tak akan melihatku lagi, entah apa yang kau rasakan nanti
aku bahkan tak peduli. Kau tahu, kini pelangi telah ada setelah hujan reda.
Yang baik
untukku takkan mungkin menghancurkan aku seperti saat itu, tak mungkin jika itu
proses untuk menguatkan aku. Jika iya, maka kau telah salah. Kau membuatku
menjadi lebih sangat kuat hingga berpikir kau bukan apa-apa lagi, kau bukan
lagi seseorang yang ku cintai dengan sepenuh hati seperti dulu. Sempat ku ingin
membalaskan sakit hati itu, tapi dengan menikmati masa setelah hujan ini aku
sadar inilah pembalasan terbaik.
Aku tak lagi
merasakan sakit karenamu hingga hujan hari ini terasa lebih hangat, aku tak
lagi merasakan sakit mengingatmu hingga aku mulai menyukai hujan. Ada pelangi
dan matahari yang hadir setelah ini, aku kan baik-baik saja. Bahkan jika nanti
aku akan hancur sekali lagi oleh siapapun, aku takkan berhenti yakin bahwa aku
akan selalu baik-baik saja. Rasa hujan hari ini tak akan ku lupakan.
*Muiqal*