Senin, 25 Juni 2012

Manfaat Teknologi Komputer Untuk Dunia Farmasi


I.  PENDAHULUAN


Abad 21 merupakan era teknologi informasi, di mana segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan manusia pasti berkaitan/menggunakan teknologi informasi.
Di dunia kesehatan, informasi adalah hal yang sangat penting, karena semua hal mengenai pasien adalah informasi yang harus dikelola dengan baik dan aman, sehingga dibutuhkan suatu sistem yang aman dan berjalan lancar agar seluruh informasi itu dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan pasien.
Akibat dari informasi yang tidak dikelola dengan baik adalah terancamnya keamanan dan keselamatan pasien. Misalnya di Amerika Serikat, penulisan resep yang sulit dibaca telah mengakibatkan kematian sekitar 7000 pasien dan mencederai sedikitnya 1,5 juta pasien setiap tahunnya. Hal ini dapat mengakibatkan banyak dampak negatif bagi sarana pelayanan kesehatan, seperti turunnya kredibilitas/citra, berkurangnya pendapatan, dan tuntutan hukum terhadap sarana pelayanan kesehatan.
Selain itu juga penggunaan obat yang kurang tepat dapat memberikan dampak yang buruk kepada pasien. Sehingga penggunaan obat yang tepat oleh pasien merupakan salah satu kunci keberhasilan pengobatan, baik untuk pasien yang mendapat obat berdasarkan resep dokter maupun pengobatan mandiri (swa-medikasi). Satu macam obat memiliki atribut yang sangat kompleks  mengakibatkan para pengguna obat merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi obat terkini secara cepat dan akurat.
Dengan menggunakan teknologi informasi yaitu ICT pada bidang farmasi, diharapkan bisa memberikan manfaat yang cukup baik terutama untuk keselamatan manusia.
Meskipun masih cukup jarang ditemui, pengembangan Management Support Systems (MSS) menjadi alternatif yang sangat baik dalam membantu para klinisi dalam melakukan manajemen obat dan pengobatan. Beberapa model keputusan dalam MSS dapat diterapkan untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi para pengambil keputusan dalam pengelolaan obat dan menyelesaikan beberapa masalah terkait dengan pengobatan.
Pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan keselamatan pasien.

II.  ISI
Seiring pesatnya perkembangan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan.  Farmasi memegang peranan penting karena majunya ilmu kesehatan tidak akan selaras tanpa diikuti majunya ilmu tentang obat (Farmasi). Farmasi merupakan salah satu bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan ilmu kimia. Ruang lingkup farmasi termasuk beberapa peran tradisional seperti menggabungkan dan membagikan obat-obatan untuk para dokter, juga termasuk peran modern seperti perawatan pasien, termasuk juga layanan-layanan klinis, meninjau obat-obatan untuk keamanan dan keefisienan, dan menyediakan informasi mengenai obat-obatan. Sedangkan (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit, industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana kesehatan.
a)     Apa itu informatika
Informatika merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi, sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Aspek dari informatika lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses dengan komputer.
Tujuan utama informatika ialah mengkaji  hakiki (nature) informasi dalam segala bentuknya yang mengarah ke klasifikasi,  organisasi, representasi, penyimpanan, temu balik, pemahaman serta penggunaan informasi. Salah satu komponen vital dalam informatika  adalah teknologi komputer yang berkembang cepat serta berdampak terhadap kebudayaan, ekonomi dan masyarakat. Bagaimana menghadapi masalah dengan teknologi komputer yang berkembang pesat merupakan salah satu aspek kajian informatika.
b)   Informatika farmasi
Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Informatika farmasi berfokus pada penerapan teknologi untuk apoteker dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, meningkatkan keselamatan pasien dengan praktik terbaik dan sistem yang handal. Setelah adanya pengakuan tentang peran apoteker yang meningkat pesat dalam penggunaan informasi kesehatan dan sistem manajemen.
Farmasi informatika (PI), juga disebut sebagai pharmacoinformatics, adalah aplikasi komputer untuk pengambilan, penyimpanan dan analisis informasi obat. Informatika farmasi bekerja dengan sistem informasi manajemen farmasi yang membantu apoteker membuat keputusan yang sangat baik tentang terapi obat pasien sehubungan dengan catatan asuransi kesehatan, interaksi obat, serta informasi resep dan pasien. Tugas Informatika Farmasi adalah untuk fokus pada penerapan teknologi untuk apoteker. Teknologi ini akan membantu dalam mendukung, merampingkan, meningkatkan alur kerja, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Informatika Farmasi dapat dianggap sebagai sub-domain dari disiplin profesional yang lebih besar dari informatika kesehatan. Beberapa definisi informatika farmasi mencerminkan hubungan ini untuk informatika kesehatan. Sebagai contoh, Informasi Kesehatan Manajemen Sistem Masyarakat (HIMSS) mendefinisikan informatika farmasi sebagai, "bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan yang berhubungan dengan data dan pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk akuisisi, penyimpanan, analisis, penggunaan dan pengembangan obat serta pengiriman obat yang optimal terkait perawatan pasien dan hasil kesehatan”.
c)    Fungsi dan Manfaat informatika farmasi
Fungsi informatika farmasi yaitu dapat membantu praktisi farmasi dalam beberapa cara. Baik desain sistem dan manajemen database dapat merampingkan proses sehingga personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia secara tepat waktu.
Informatika farmasi mempelajari tentang :
1.      Interaksi antara manusia, proses kerja dan
2.     Rekayasa sistem dalam perawatan kesehatan dengan fokus pada perawatan farmasi dan
3.     Keamanan membaik pasien.
Ada sejumlah manfaat untuk menggunakan informatika farmasi untuk meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien. Selain mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat mungkin atau alergi sebelum resep diisi, farmasi informatika memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang lain dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu, yang dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya sakit bagi pasien.

III.    KESIMPULAN
Informatika farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan, penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Manfaat mempelajari informatika farmasi yaitu :
1.     meningkatkan komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien
2.  memungkinkan pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang obat-obatan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka sendiri.
3.   Apoteker dapat membantu masyarakat/pasien dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat generik sehingga dapat mengurangi biaya sakit bagi pasien.

DAFTAR PUSTAKA

Dewangga arie, march 28, 2011, “Apa Itu Informatika“, http://blog.uad.ac.id

Informatika kesehatan-Solusi Teknologi Informasi untuk Dunia Kesehatan Indonesia,    http://teknosehat.wordpress.com/

Minggu, 24 Juni 2012

Makalah: Bagian-Bagian Sel Mikroba yang Berhubungan dengan Farmasi



BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar belakang
Umat manusia telah memanfaatkan mikroorganisme sejak lama untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat. Misalnya, pada sekitar tahun 6000 SM masyarakat Sumaria dan Babilonia telah memanfaatka khamir untuk membuat bir, sedangkan masyarakat mesir pada tahun 4000 SM telah menggunakan khamir untuk mengasamkan roti. Masyarakan Babilonia juga memiliki pengetahuan untuk mengubah etanol dalam bir menjadi asam asetat (cuka).
Produk yang disintesis oleh mikroorganisme menjadi sangat penting. Mikroorganisme lebih sering digunakan untuk menghasilkan enzim amylase yang digunakan untuk membuat bir, roti, dan memproduksi textile, serta enzim protease yang digunakan untuk menggempukkan daging, melunakkan kulit, membuat detergen dan keju.
Mikrobiologi farmasi modern berkembang setelah perang dunia ke II dengan dimulainya produk antibiotic. Suplai produk farmasi dunia termasuk antibiotic, steroid, vitamin, vaksin, asam amino, enzim, dan hormone manusia diproduksi dalam jumlah besar oleh mikroorganisme.
Amerika serikat mulai berusaha mati-matian untuk menemukan obat ajaib penisilin.
Adapun bagian- bagian sel mikroba yang berhubungan dengan farmasi, adalah dinding sel, membrane sitoplasma, kromosom, ribosom.

B.   Tujuan
Untuk menjelaskan dan mengetahui bagian – bagian sel mikroorganisme yang berhubungan dengan bidang farmasi.





BAB II
PEMBAHASAN
A.   Bagian-Bagian Sel Mikroba yang Berhubungan dengan Farmasi
Bagian - bagian sel yang penting hubungannya dengan farmasi adalah :
1.   Dinding sel
2.   Membrane sitoplasma
3.   Kromosom
4.   Ribosom

1.    Dinding sel
Selama tahun-tahun terakhir ini dinding sel  mikroorganisme mendapat sorotan intensif. Alasan utama perhatian ini adalah bahwa dinding sel itu sangat penting bagi sel mikroorganisme seperti pada bakteri. Dari segi kimia strukturnya tidak sama dengan struktur yang manapun pada jaringan hewan. Oleh karena itu dinding sel menjadi sasaran yang jelas bagi sediaan farmasi seperti beberapa obat untuk  menyerang dan membinasakan mikroorganisme (bakteri), tanpa membahayakan inangnya yang diinfeksi oleh  bakteri tersebut. Pada saat mulai disintesanya dinding sel tersebut inilah kerja obat-obat antibiotika yang digunakan dalam pengobatan penyakit. Sebagai contoh adalah beberapa  obat seperti golongan dan turunan penisilin.
Perlu diketahui bahwa fungsi  utama dari dinding sel adalah untuk menyediakan komponen stuktural yang kaku dan kuat yang dapat menahan tekanan osmosis yang tinggi yang disebabkan oleh kadar bahan ion anorganik dalam sel. Tanpa dinding sel, dalam kondisi lingkungan  yang normal bakteri akan menyerap air dan pecah. Semua dinding sel bakteri mempunyai komponen stuktural yang sama yang disebut mukopolisakarida dinding sel, peptidoglikan atau murein. Komponen inilah yang memberikan kekuatan yang dibutuhkan untuk mempertahankan keutuhan sel. Peptidoglikan adalah molekul yang sangat besar , molekul tersebut meliput seluruh sel yang tersusun atas N-Asetil Gluksamin dan asam N-asetil muramat.
a.    Fosfomisin
Salah satu langkah pertama dalam sintesa peptidoglikan adalah produksi karbohidrat unik asam N- asetil muramat. Langkah tersebut terselesaikan dengan penggabungan secara enzimatik fosfoenulpirufat dengan N-asetil glukosamin.
Fosfomisin adalah senyawa analog yang stuktur fosfoenolpirufat dan oleh sebab itu dapat terikat secara tidak terbalik pada enzim yang mensintesa asam muaramat ,jadi menghalangi pembentukan asam muramat.
Fosfomisin ini termasuk antibiaotik yang berspektrum luas, karena bersifat bakteriosida terhadap bakteri gram positif dan gram negative.
b.    Penisilin
Untuk memahami bagaimana penisilin memberikan efek bakteriosidanya, maka perlu diketahui sintesa peptidoglikan dari dinding sel bakteri. Seperti telah diketahui bahwa apapun yang  menganggu sintesis peptidoglikan akan melemahkan dinding sel dan menyebabkan membrane sitoplasma merekah dan menyebabkan terhamburnya isi sel. Sel bakteri mensintesa unit-unit dinding sel yang tersusun dari satu N-asetil muramat ditambah 10 asam amino yang akan menyediakan gelang untuk bilah pada bakteri. Unit tersebut kemudian diangkat ke bagian dinding sel yang sedang tumbuh. Ikatan pembentukannya dihambat oleh penisilin, sehingga tidak terjadi penyelesaian jembatan pentaglisin antara polimer-polmer linier N-asetil glukosamin dengan asam N- asetil muramat.
2.    Membran sitoplasma
Membran sitoplasma terletak di bawah dinding sel  dan bersifat rapuh, mempunyai sejumlah fungsi (1) pada mikroorganisme aerob membran ini berfungsi untuk  mengangkut  elektron dan proton  yang dibebaskan pada saat terjadinya reaksi oksidasi dimana bahan makanan di ubah oksigen dalam rangka pembentukan molekul air dan  mengubah energi yang dihasilkan dari oksidasi, menjadi energi kimia yang dapat digunakan oleh sel, (2) mengandung beberapa enzim yang diperlukan untuk  sintesis dan pengangkutan peptidoglikan, asam teikhoat, dan komponen membran luar, (3) mengeluarkan enzim hidrolisis ke luar sel, (4) menjamin pemisahan material nukleus (DNA) ke sel anak pada saat pembelahan sel dan (5) mengatur pengangkutan sebagian besar senyawa yang memasuki dan meninggalkan sel.
Membran sitoplasma  mempunyai berat 8-10% dari bobot kering sel. Secara kimia membran sitoplasma terdiri atas fosolipida (mengandung gliserol, asam lemak dan fosfat) dan protein yang terpadu di dalamnya. menunjukkan skema model “mozaik cairan” orientasi fosfolipida, yang di dalamnya terdapat daerah bundar yang merupakan ujung hidrofil (menyenangi air). Molekul fosfolipida dan garis-garis bergelombang adalah asam lemak hidrofob (membenci air) internal. Tersebar di seluruh membran fosfolipida ini adalah protein  yang  melaksanakan berbagai pekerjaan pengangkutan  dan enzim yang berkaitan dengan membran.
Beberapa antibiotika mempengaruhi membrane sitoplasma, seperti polimiksin , nistatin dan amtotensin B.
a.    Polomiksin
Polimiksin adalah suatu peptide yang didalamnya terdapat satu ujung molekul lainnya larut dalam air. Apabila masuk ke dalam membrane sitoplasma akan menyebabkan gangguan antara lapisan- lapisan membrane, kalau polimiksin masuk ke dalam sel maka ujung yang larut dalam air tetap tinggal di luar membrane dan ujung yang larut dalam lemak di daerah dalam membrane, sehingga menyebabkan gangguan-gangguan antara lapisan –lapisan memran yang kemungkinan lalu lintas subtansi bebas keluar masuk sel.
b.  Nistatin dan Amfotisia B
Kedua antibiotic ini memiliki struktur lingkar yang besar. Antibiotica bergabung dengan sterol yang tedapat dalam membrane sel khusus fungi dengan menimbulkan gannguan dan kebocoran isi sitoplasma, oleh karena itu antibiotika ini khusus untuk miko plasma dan infeksi fungi yang mengandung sreroi pada membrane sitoplasmanya.
3.    Kromosom
Bagian sel ini juga merupakan sasaran antibiotika dalam mengganggu kehidupan suatu mikroorganisme. Di dalam kromosom terdapat DNA yang merupakan informasi genetic suatu mikroorganisme. Apabila terganggu oleh senyawa – senyawa obat akan mengyebabkan terjadinya gangguan dari kehidupan mikroorganisme tersebut.
Ada beberapa antibiotika secara khas bereaksi dengan DNA untuk mencegah replikasi atau transkripsi dengan jelas akan menghambat pertumbuhan dan pembelahan sel. Pada umumnya antibiotika yang mangganggu asam nukleat dengan satu diantara dua cara yaitu interaksi dengan benang-benang heliks ganda DNA dengan cara sedemikia rupa untuk mencegah transkripsi berikutnya, kombinasi dengan polymerase yang terlibat dalam biosintesis DNA atau RNA.
Contohnya :
a.    Mitomisin dan Aktinomisin, kedua antibiotika ini terikat pada DNA untuk mencegah replikasi dan transkripsi. Kedua antibiotika ini digunakan sebagai anti tumor karena dapat mempengaruhi sel-sel yang membelah dengan cepat seperti pada sel tumor.
b.    Griseofulvin
Griseofulvin digunaan untuk mengobat infeksi fungi superficial. Cara kerjanya tidak pasti, tetapi telah diperkirakan antibiotika tersebut menghalangi replikasi DNA.
4.    Ribosom
Ribosom adalah bagian dari sel yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein. Setia ribosom terdiri  atas dua subunit yang bebas di dalam sel bakteri, yang satu mengendap pada 30-S dan lainnya pada 50-S (S = unit Svedberg dan  merupakan ukuran kecepatan partikel dalam medan sentrifugasi).  Ada beberapa senyawa obat (antibiotika) yang dapat mempengaruhi atau  berikatan dengan subunit-subunit tersebut, sehingga pembentukan protein yang fungsional tidak terbentuk sebagaimana mestinya.
Beberapa contoh obat- obat tersebut antara lain :
a.  Klormfenikol
Antibiotika ini memberikan efek dengan cara bereaksi pada bagian ribosom 50-S,tempat antibiotika tersebut menghalangi enzim peptide transferase.
b.   Antibiotika Makrolida
Antibiotika ini mencegah sintesis protein bereaksi dengan sub unit ribosom 50-S .
c.   Tetrasiklin
Antibiotika ini menghambat sintesis protein dengan terikat pada subunit ribosom 30-S dan dengan demikian mencegah penempelan asam amino yang membawa tRNA.
d.  Streptomisin
Streptomisin merupakan salah satu antibiotika amiloglukosida, yang memberikan efek bakteriasidanya pada sejumlah besar mikroorganisme gram positif dan gram negative . streptomisin menyebabkan berbagai efek yang tidak khas seperti keluarnya kalium dari sela atau terjadi penggumpalan bakteri.

B.   Manfaat Mikroorganisme Dalam Bidang Farmasi
1.    Beberapa produk farmasi yang dihasilkan bakteri
Produk
Bakteri
Kegunaan
Aseton Butanol
Clostridium acetobutylicum
Pelarut, pembuat bahan kimia
2,3-Butanediol
Bacillus Polymyxa
Pelarut, pelembab, intermediate kimia
Dekstran
Leuconostoc mesenteroides
Stabilisator dalam produk pangan, pengganti plasma darah
Sorbose
Glukonobacter suboxydans
Pembuatan asam asorbat
Kobalamin
Streptomyces alivaceus
Pengobatan anemia.
Streptokinase
Streptococcus hemooyticus
Penggunaan medis (melarutkan  gumpalan darah )






2.    Beberapa produk farmasi yang dihasilkan kapang

Produk
Kapang
Kegunaan
Asam sitrat
Aspergilus niger atau aspergillus wentii
Produk pangan , sitrat untuk obat, untuk tranfusi darah.
Asam glukonat
Aspergillus niger
Produk farmasi
Asam laktat
Rhyzopus oryzae
Bahan makanan dan farmasi












BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Bagian - bagian sel yang penting hubungannya dengan farmasi adalah :
1.    Dinding sel
Beberapa antibiotic yang mempengaruhi Dinding sel seperti fosfomisin, dan penicillin
2.    Membrane sitoplasma
Beberapa antibiotika mempengaruhi membrane sitoplasma, seperti polimiksin , nistatin dan amtotensin B.
3.    Kromosom
Beberapa antibiotika mempengaruhi Kromosom seperti Mitomisin dan Aktinomisin
4.    Ribosom
Beberapa antibiotic yang mempengaruhi ribosom seperti  Klormfenikol, Antibiotika Makrolida, Tetrasiklin, Streptomisin

,
B.   Saran
Kami menyarankan kepada mahasiswa farmasi agar dapat mengetahui bagian – bagian sel mikroba yang berhubungan dengan farmasi, sehingga dapat diterapkan dalam ilmu kefarmasian.



in ROTH ROTHERDAM





 
saat melngkahkan kaki.. ya dan saya memilih tetap mengikuti mereka dari belakang menikmati suasana dan keadaan di sore hari inii di benteng ROTHERDAM Makassar. benteng yang cukup punya sejarah untuk diceritakan kepada anak cucu kita. :)