I. PENDAHULUAN
Abad 21
merupakan era teknologi informasi, di mana segala sesuatu yang berhubungan
dengan kegiatan manusia pasti berkaitan/menggunakan teknologi informasi.
Di
dunia kesehatan, informasi adalah hal yang sangat penting, karena semua hal
mengenai pasien adalah informasi yang harus dikelola dengan baik dan aman,
sehingga dibutuhkan suatu sistem yang aman dan berjalan lancar agar seluruh
informasi itu dapat digunakan untuk kepentingan pengobatan pasien.
Akibat
dari informasi yang tidak dikelola dengan baik adalah terancamnya keamanan dan
keselamatan pasien. Misalnya di Amerika Serikat, penulisan resep yang sulit
dibaca telah mengakibatkan kematian sekitar 7000 pasien dan mencederai sedikitnya
1,5 juta pasien setiap tahunnya. Hal ini dapat mengakibatkan banyak dampak
negatif bagi sarana pelayanan kesehatan, seperti turunnya kredibilitas/citra,
berkurangnya pendapatan, dan tuntutan hukum terhadap sarana pelayanan
kesehatan.
Selain
itu juga penggunaan obat yang kurang tepat dapat memberikan dampak yang buruk
kepada pasien. Sehingga penggunaan obat yang tepat oleh pasien merupakan salah
satu kunci keberhasilan pengobatan, baik untuk pasien yang mendapat obat
berdasarkan resep dokter maupun pengobatan mandiri (swa-medikasi). Satu macam
obat memiliki atribut yang sangat kompleks mengakibatkan para pengguna
obat merasa kesulitan untuk mendapatkan informasi obat terkini secara cepat dan
akurat.
Dengan
menggunakan teknologi informasi yaitu ICT pada bidang farmasi, diharapkan bisa
memberikan manfaat yang cukup baik terutama untuk keselamatan manusia.
Meskipun
masih cukup jarang ditemui, pengembangan Management Support Systems
(MSS) menjadi alternatif yang sangat baik dalam membantu para klinisi dalam
melakukan manajemen obat dan pengobatan. Beberapa model keputusan dalam MSS
dapat diterapkan untuk membantu memberikan alternatif solusi bagi para
pengambil keputusan dalam pengelolaan obat dan menyelesaikan beberapa masalah
terkait dengan pengobatan.
Pemanfaatan
teknologi komunikasi dan informasi adalah salah satu upaya dalam pelayanan
informasi kepada konsumen obat. Dalam era yang serba digital, kecanggihan
teknologi harus diperhitungkan sebanyak mungkin memberi nilai lebih dalam
setiap aktivitas kehidupan. Pemanfaatan teknologi informasi di bidang farmasi
harus selalu bermuara pada upaya peningkatan keberhasilan terapi dan
keselamatan pasien.
II. ISI
Seiring
pesatnya perkembangan teknologi khususnya dalam bidang kesehatan. Farmasi
memegang peranan penting karena majunya ilmu kesehatan tidak akan selaras tanpa
diikuti majunya ilmu tentang obat (Farmasi). Farmasi merupakan salah satu
bidang profesional kesehatan yang merupakan kombinasi dari ilmu kesehatan dan
ilmu kimia. Ruang lingkup farmasi termasuk beberapa peran tradisional seperti
menggabungkan dan membagikan obat-obatan untuk para dokter, juga termasuk peran
modern seperti perawatan pasien, termasuk juga layanan-layanan klinis, meninjau
obat-obatan untuk keamanan dan keefisienan, dan menyediakan informasi mengenai
obat-obatan. Sedangkan (apoteker) merupakan gelar profesional dengan keahlian
di bidang farmasi. Farmasis biasa bertugas di institusi-institusi baik
pemerintahan maupun swasta seperti badan pengawas obat/makanan, rumah sakit,
industri farmasi, industri obat tradisional, apotek, dan di berbagai sarana
kesehatan.
a)
Apa itu
informatika
Informatika
merupakan disiplin ilmu yang mempelajari transformasi fakta berlambang yaitu data
maupun informasi pada mesin berbasis komputasi. Disiplin ilmu ini mencakup
beberapa macam bidang, termasuk di dalamnya: ilmu komputer, ilmu informasi,
sistem informasi, teknik komputer dan aplikasi informasi dalam sistem informasi
manajemen. Secara umum informatika mempelajari struktur, sifat, dan interaksi
dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan
menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi.
Aspek dari informatika lebih luas dari sekedar sistem informasi berbasis
komputer saja, tetapi masih banyak informasi yang tidak dan belum diproses
dengan komputer.
Tujuan
utama informatika ialah mengkaji hakiki (nature) informasi dalam segala
bentuknya yang mengarah ke klasifikasi, organisasi, representasi,
penyimpanan, temu balik, pemahaman serta penggunaan informasi. Salah satu
komponen vital dalam informatika adalah teknologi komputer yang
berkembang cepat serta berdampak terhadap kebudayaan, ekonomi dan masyarakat.
Bagaimana menghadapi masalah dengan teknologi komputer yang berkembang pesat
merupakan salah satu aspek kajian informatika.
b)
Informatika
farmasi
Informatika
farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan yang
menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan,
penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang
optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Informatika
farmasi berfokus pada penerapan teknologi untuk apoteker dalam mendukung,
merampingkan, meningkatkan alur kerja, meningkatkan keselamatan pasien dengan
praktik terbaik dan sistem yang handal. Setelah adanya pengakuan tentang peran
apoteker yang meningkat pesat dalam penggunaan informasi kesehatan dan sistem
manajemen.
Farmasi
informatika (PI), juga disebut sebagai pharmacoinformatics, adalah aplikasi
komputer untuk pengambilan, penyimpanan dan analisis informasi obat.
Informatika farmasi bekerja dengan sistem informasi manajemen farmasi yang
membantu apoteker membuat keputusan yang sangat baik tentang terapi obat pasien
sehubungan dengan catatan asuransi kesehatan, interaksi obat, serta informasi
resep dan pasien. Tugas Informatika Farmasi adalah untuk fokus pada penerapan
teknologi untuk apoteker. Teknologi ini akan membantu dalam mendukung,
merampingkan, meningkatkan alur kerja, dan meningkatkan keselamatan pasien.
Informatika
Farmasi dapat dianggap sebagai sub-domain dari disiplin profesional yang lebih
besar dari informatika kesehatan. Beberapa definisi informatika farmasi
mencerminkan hubungan ini untuk informatika kesehatan. Sebagai contoh,
Informasi Kesehatan Manajemen Sistem Masyarakat (HIMSS) mendefinisikan
informatika farmasi sebagai, "bidang ilmiah yang berfokus pada pengobatan
yang berhubungan dengan data dan pengetahuan dalam sistem kesehatan, termasuk
akuisisi, penyimpanan, analisis, penggunaan dan pengembangan obat serta
pengiriman obat yang optimal terkait perawatan pasien dan hasil kesehatan”.
c)
Fungsi
dan Manfaat informatika farmasi
Fungsi
informatika farmasi yaitu dapat membantu praktisi farmasi dalam beberapa cara.
Baik desain sistem dan manajemen database dapat merampingkan proses sehingga
personil yang digunakan lebih efisien dan informasi yang tersedia secara tepat
waktu.
Informatika
farmasi mempelajari tentang :
1.
Interaksi
antara manusia, proses kerja dan
2.
Rekayasa
sistem dalam perawatan kesehatan dengan fokus pada perawatan farmasi dan
3.
Keamanan
membaik pasien.
Ada
sejumlah manfaat untuk menggunakan informatika farmasi untuk meningkatkan
komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien.
Selain mampu meningkatkan kecepatan diagnosis dan memeriksa interaksi obat
mungkin atau alergi sebelum resep diisi, farmasi informatika memungkinkan
pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik dari obat-obatan yang mereka
diberikan dan memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan
penyakit mereka sendiri. Apoteker juga mungkin dapat membantu dokter dan orang
lain dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat untuk kondisi tertentu, yang
dapat mengurangi kebutuhan untuk beberapa kunjungan ke kantor dokter untuk
menerima diagnosa yang tepat dan pengobatan. Hal ini, dikombinasikan dengan
biaya rendah obat generik, dapat sangat mengurangi biaya sakit bagi pasien.
III.
KESIMPULAN
Informatika
farmasi adalah ilmu yang berfokus pada obat sebagai data dan ilmu pegetahuan
yang menjamin kesinambungan sistem pelayanan kesehatan termasuk pengembangan,
penyimpanan, analisis, penggunaan dan deseminasi dalam penyaluran obatyang
optimal terkait pelayananpasien dan keluaran kesehatan.
Manfaat
mempelajari informatika farmasi yaitu :
1.
meningkatkan
komunikasi antara apoteker, dokter, tenaga kesehatan lainnya, serta pasien
2. memungkinkan
pasien untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang obat-obatan dan
memungkinkan mereka menjadi aset penting dalam pengobatan penyakit mereka
sendiri.
3.
Apoteker
dapat membantu masyarakat/pasien dalam menemukan resep/pengobatan yang tepat
untuk kondisi tertentu. Hal ini, dikombinasikan dengan biaya rendah obat
generik sehingga dapat mengurangi biaya sakit bagi pasien.
DAFTAR PUSTAKA
Dewangga
arie, march 28, 2011, “Apa Itu Informatika“, http://blog.uad.ac.id
Informatika
kesehatan-Solusi Teknologi Informasi untuk Dunia Kesehatan Indonesia,
http://teknosehat.wordpress.com/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar