Lakukan
hal-hal yang kadang aku tak sukai, aku bahkan tak tahu kenapa harus
melakukannya. Terkadang terbesit rasa menyesal, malu dan bahkan takaruang
setiap tersadar dan membaca kembali tulisan-tulisanku tentangmu. “Ah sudahlah
itu hanya sebuah tulisan yang bahkan tak akan diperdulikan oleh orang” hiburku.
Sebelumnya aku
cukup membutuhkan waktu lama untuk merasa biasa-biasa saja padamu, tapi
tiba-tiba kamu datang. Tak ada hal yang lebih membahgiakan lebih dari itu,
akhirnya aku kembali seperti aku yang dulu. Rasa yang mulai menghilang kembali
lagi seutuhnya, tapi semua itu aku tau akan menyakitkan jika kedatanganmu
hanyalah kebaikanmu.
Kamu masih
sama seperti dulu, manis. Kamu masih seperti dulu, baik. Kamu masih seperti
dulu, anggun. Kamu masih seperti dulu, cerdas. Dan kamu masih seperti dulu,
wanita yang sekali lagi mengembalikan aku. Tapi perasaan yang mulai hidup lagi
dari mati surinya ini ternyata hanyalah salah paham. Maaf, perasaan ini bukan
kehendakku.
Kupikir sama,
kupikir ada apa yang tak ada itu. Ahhh sudahlah aku menikmatinya, aku menikmati
saat ini, karena mengingatkanku saat pertama kali kau membuat aku mencintaimu. Dan
sekarang seperti itu, kamu tak berubah. kamu akan terus berlalu seperti dulu. Aku
paham, aku tak terkejut lagi dengan suasana ini.. seolah aku memulai mengenalmu
lagi.
Tapi dulu aku sempat berhenti karena terlalu sakit mencintaimu, aku
berhenti saat lelah berusaha menyakinkanmu. kali ini apakah aku berhenti saja? Karena
memang kali ini perasanmu benar-benar tak ada untukku. Pada akhirnya,,,,,,,,,,
aku masih terlalu jauh dari kata setara untuk berada disampingmu.
*Muiqal*
ecieee mbak tia :p
BalasHapus