Kamu datang kemudian pergi, lalu datang lagi dan
kemudian pergi lagi. Sekarang kamu pasti tau bahwa aku tak berubah. Disetiap kedatanganmu
aku bahagia, bahkan hanya dengan sapaan sederhanamu aku bahgia dan setelah kamu
pergi, aku bisa apa selain lagi, lagi, lagi dan lagi mencari kabar tentangmu. Kamu
gak akan tau, karena memang disana kamu menikmati senyum-senyummu. Apa hakku
merasa hanya aku yang bias membuatmu bahagia? Kan lucu. Aku takan memohon-mohon
meminta kamu untuk kembali, aku tak meohon kau kembali. Pergilah,,,, kemudian
jika kamu rindu, kembalilah!!! Tak perlu kau sungkan, hati ini akan menjadi
tempat kembalimu jika kau ingin. Karena selalu ada ruang kosong untukmu, bukan
satu ruang tapi seutuhnya akan kau tempati.
Kemudian bila kepergianmu lagi memang layaknya
penghancuran sehebat bom atom. Ingat.!!! Hatiku akan menjadi Japan dengan
Hiroshima dan Nagasaki nya, aku akan hancur lembur, itu pasti tapi aku akan
bangkit dengan cepat dan lebih baik dari sebelumnya.
Tapi… aku takut setelah itu kau tak pernah kembali
lagi, aku takut kau akan bahagia dan tak pernah lagi mengingatku. Bahkan masih
teringat jelas kata-kata kita perdua dulu bahwa kita saling tak merelakan untuk
bersama yang lain. Kesalahanku dulu aku ingat, aku memintamu pergi karena aku
tak memahami kesibukanmu. Maafkan atas sifat kebocahanku, tapi kini kau menjadi
alasanku untuk lebih dewasa. Kamu harus bahagia,,, Awas kalau gak!!!
Aku akan mengutip sebuah tulisan yang pernah
aku baca, “Jatuh cintalah, walau
kadang pedih. Jatuh cintalah, walau kadang mengecewakan. Lebih baik merasakan
sakitnya cinta, daripada tidak merasakan apa-apa. Jatuh cintalah
sesakit-sakitnya”. Jika tak mencintaimu adalah kebahagiaanku…… aku akan memilih
jatuh cinta sesakit-sakitnya padamu karena aku masih punya hak memperjuangkan
cintaku walupun aku bukanlah satu-satunya orang yang bisa membuatmu bahagia,
ini aku yang sekedarnya yang mencintaimu dan menunggumu hingga sekarang, inilah perasaanku
yang harus kau kenal kembali. Kemudian Perasaanmu padaku? Itu urusanmu sayang. Yang kulakukan adalah menunggu dan memantaskan diri, karena jika nanti kamu kembali aku tak ingin kau menerima aku apa adanya, aku tak ingin aku yang sekarang disimu. aku akan menjadi lebih baik darimu dan menjadi layak disampingmu untuk menjadi sosok yang bisa membagi bebanmu dan bisa menjadi sosok yang kuat untuk menjagamu, tanggung jawab yang akan diberikan ayahmu serta menjadi sosok pria yang akan membuatmu berada di surga. Wanita yang baik untuk lelaki yang baik begitupun sebaliknya. Namun bagaimana jika kau tak kembali? tenang sayang.. aku bahkan tak tau apa yang akan terjadi besok.
*Muiqal*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar