Apalagi ini?
Perasaan ini hadir lagi atau mungkin memang tak pernah pergi. Mungkin yang
terlihat dan yang kau tahu aku baik-baik saja. Dan pasti hanya itu yang kau
tahu, dari segi manapun aku akan kalah dari mereka yang berada dismapingmu
tanpa perlu kau mengukur seberapa keras aku berjuang, seberapa keras aku
terjatuh dari ketinggian itu dan mencoba bangkit dengan kaki-kaki rusakku.
Parahnya
perasaan ini, sesakit apapun aku dan
serusaknya hati dan logika ini, bahkan secara perlahan otakku membeku mengikuti
hatiku yang telah membatu. Aku masih merindukanmu, masih sangat mencintaimu dan
aku tak bisa jatuh cinta lagi dengan selain kamu, aku pikir begitu dan yakin
bahwa kau terlalu dan benar-benr mencintaimu. Tak pernah menyangka melupakanmu
sebegitu sulitnya. Bahkan ibaratkan aku mencabik kulit-kulit dari dagingku
dengan serentak.
Terlihat lemah
dimatamu? Kamu tak tahu… itu sisa-sisa tenagaku untuk tetap terlihat kuat
didepanmu. Apalagi yang bisa aku lakukan agar selalu terlihat baik-baik saja
darimu? Apalagi? Entahlah aku tak mau mencoba dengan memulai berpikir. Aku
biarkan saja perasaan itu berjalan.
Kamu tahu
semakin mencoba melupakanmu tapi tetap saja secara spontan namamu kusebutkan
dalam doaku, “semoga kau bahagia” selalu saja namamu terselip sebelum kalimat
itu. Kau tahu bahkan sekarang pikiran dan hatiku seirama, dalam tidurku kau
selalu hadir dengan senyuman itu dengan sinar mata itu tanpa air mata itu. Aku
rindu!.
*Muiqal*
*Muiqal*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar