Tak lagi akan
bertanya kenapa baru sekarang datang? kenapa baru sekarang aku memilih untuk
bahagia? Kenapa aku selalu menunggu dan menimang-nimang rindu yang entah siapa
pemiliknya pun tak peduli? Taka lagi aku harapkan jawabannya. Karena disini,
keberadaanmu telah menjawab semuanya tanpa perlu ku bertanya lagi.
Perasaanku yang
kau tumbuhkan tanpa ku duga, yang kau hidupkan ketika aku memilih menguburnya,
yang hanya dengan kehadiranmu dan tak perlu membuatku terluka. Aku memilih
menjatuhkan hatiku sejatuh-jatuhnya padamu, aku memilih setakut-takutnya
kehilangan. “Ya… takut kehilanganmu”.
Takkan aku
melewatkanmu, takkan ku jadikan kau yang terlewatkan. Takkan mungkin aku akan
meninggalkanmu. Aku memilih bahagia denganmu. Ketika pilihanku terucap… kau
tau? Ku kubur dalam-dalam masa laluku. Ku berhenti memikirkan sakit apa yang
telah menempaku, ku berhenti menuliskan luka apa yang membentukku. Ku berhenti
melakukan semua itu, semua yang sia-sia itu.
Saat kebahagiaanku
dipertanyaakan, ketika masa depanku diminta jawbannya dan lalu semua yang
pura-pura menawarkan kebahagiaan bertanya siapa. Namamu, namamulah yang aku
sebutkan. Bahagiaku, masa depanku dan yang membuatku berhenti menunggu,,, ya
itu kamu. Kamu yang akan selalu aku sebutkan ketika aku rindu dan Aku yang akan
menjadi alasan untuk kamu berhenti mencari. Hati ini pemiliknya… kamu.
*Muiqal*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar