KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah matakuliah Farmakologi dan toksikologi 2 dengan judul materi “Hiperlipidemik”.
Dalam penyusunannya, penulis
memperoleh banyak bantuan dari teman-teman pembuatan makalah ini. Dari sanalah
semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit
kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.
Meskipun penulis berharap isi dari
makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang.
Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar
makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar
makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.
Makassar, November 2013
Penyusun
BAB
I
Pendahuluan
Lipid atau yang lebih sering kita kenal dengan nama
Lemak, lemak ini sering dianggap negative oleh sebagian orang, namun dibalik
semua itu terselip beberapa fungsi lemak seperti sebagai sumber energi, pelindung organ tubuh, pembentukan
sel, sumber asam lemak esensial, alat angkut vitamin larut lemak, menghemat
protein, memberi rasa kenyang dan kelezatan, sebagai pelumas, dan memelihara
suhu tubuh.
Jumlah
lemak yang sesuai dengan kebuthan memang baik, namun apabila jumlah tersebut
melebihi batas ataupun kurang, akan menyebabkan masalah tersendiri bagi tubuh
kita. Salah satunya seperti yang akan kami bahas dalam makalah ini yakni
Hiperlipidemia.
Lemak juga sangat penting
untuk menjunjang fungsi sel dan digunakan sebagai sumber energi, pelindung
badan, pembentukan sel, sintetis prekursor prostaglandin. Kolesterol juga
tertentu yaitu lipoprotein terutama Low Density Lipoprotein (LDL) dapat
menimbulkan gangguan kesehatan. LDL ini dikatakan akan meningkat seiring
bertambahnya usia seseorang. Dan dalam keadaan normal kadarnya lebih tinggi
pada pria daripada wanita. Secara klinis LDL yang mengangkut lebih kurang
70-80% dari kolesterol total lipoprotein yang paling penting dalam menimbulkan
ateskleroris yang dapat mengakibatkan gangguan kardovaskular dikemudian hari. Sesorang
yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi biasanya menderita
hiperkolesterolimia berdasarkan faktor keturunan, deteksi dini terhadap
penyakit ini yaitu dengan melakukan pemerikasaan kadar kolesterol darah sehinga
dapat mencegah terjadinya penyakit jantung koroner.
Hiperlipidemia disebabkan
adanya lemak nabati / kolesterol yang terlalu tinggi. Jika kalori
dalam makanan yang dikonsumsi melebihi dari batas yang diperlukan oleh tubuh,
kalori yang berlebihan akan tersimpan di dalam otak dalam bentuk trigliserida
dan menjadi lemak, lalu hal tersebut menyebabkan kandungan lemak dalam darah
meningkat.
BAB II
Hiperlipidemia
1. Defenisi
Hiperlipidemia
adalah suatu kondisi kadar lipid darah yang melebihi kadar normalnya.
Hiperlipidemia disebut juga peningkatan lemak dalam darah dan karena sering
disertai peningkatan beberapa fraksi lipoprotein, disebut juga
hiperlipoproteinemia. Hiperlipidemik dapat berupa hiperkolesterolemia dan
hipertrigliseridemia
Lemak
(disebut juga lipid) adalah zat yang kaya energi,
yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk proses metabolisme tubuh.
Lemak diperoleh dari makanan atau dibentuk di dalam tubuh, terutama di hati dan
bisa disimpan di dalam sel-sel lemak untuk digunakan di kemudian hari. Sel-sel
lemak juga melindungi tubuh dari dingin dan membantu melindungi tubuh terhadap
cedera. Lemak merupakan komponen penting dari selaput sel, selubung saraf yang
membungkus sel-sel saraf serta empedu. Dua lemak utama dalam darah adalahkolesterol dan trigliserida. Lemak
mengikat dirinya pada protein tertentu sehingga bisa larut dalam darah;
gabungan antara lemak dan protein ini disebutlipoprotein.
Lipoprotein yang utama adalah :
a. Kilomikron
b. VLDL (Very Low Density Lipoproteins)
c.
LDL
(Low Density Lipoproteins)
d.
HDL (High Density Lipoproteins)
Sintesis
dan metabolisme
a.
Kilomikron
Kilomikron adalah lipoprotein yang
paling besar, dibentuk di usus dan membawa trigliserida yang berasal dari
makanan. Beberapa ester kolestril juga terdapat pada kilomikron. Kilomikron
melewati duktus toraksikus ke aliran darah. Trigliserida dikeluarkan dari
kilomikron pada jaringan ekstrahepatis melalui suatu jalur yang berhubungan
dengan VLDL yang mencakup hidrolisi oleh sistem lipase lipoprotein (LPL), suatu
penurunan progresif pada diameter partikel terjadi ketika trigliserida di dalam
inti tersebut dikosongkan. Lipid permukaan , yakni apo-A-1, apo-A-II, dan
apo-C, ditransfer ke dalam hepatosit.
b.
Lipoportein
berdensitas sangat rendah (VLDL)
Hati mensekresikan VLDL yang
berfungsi sebagai sarana untuk mengekspor trigliserida ke jaringan perifer.
VLDL mengandung Apo-B-100 dan Apo-C. trigliserida VLDL dihidrolisis oleh lipase
lipoprotein menghasilkan asam lemak bebas untuk disimpan didalam jaringan
seperti di otot jantung dan otot rangka. Hasil dari deplesi trigliserida
menghasilkan sisa yang disebut lipoprotein berdensitas menengah (IDL). Partikel
LDL mengalami endositosis secara langsung oleh hati, sisa HDL dikonversi
menjadi LDL dengan menghilangkan trigliserida yang diperantaraioleh lipase
hati. Proses tersebut menjelaskan fenomena klinis pergeseran beta (beta shift). Peningkatan VLDL dalam plasma dapat
disebabkan karena peningkatan sekresi precursor VLDL dan juga penurunan
katabolisme LDL.
c.
Lipoprotein
berdensitas rendah (LDL)
Katabolisme
LDL terutama terjadi didalam hepatosit dan dalam sebagian besar sel bernukleus
melibatkan endositosis yang diperantarai oleh reseptor berafinitas tinggi.
Ester kolesteril dari inti LDL kemudian dihidrolisis, yang menghasilkan
kolesterol bebas untuk sintesis membrane sel. Ses-sel juga mendapatkan
kolesterol dari sintesis de-novo melalui suatu jalur yang melibatkan
pembentukan asam mevalonat yang dikatalisis oleh HMG koA reduktase. Hati
memainkan peran utama dalam pengolahan kolesterol tubuh. Tidak seperti sel
lainnya, hepatosit mampu mengeliminasi kolesterol dari tubuh melalui sekresi
kolesterol dalam empedu dan mengkonversikan kolesterol menjadi asam empedu yang
juga disekresikan dalam empedu.
d.
Lipoprotein
Berdensitas Tinggi (HDL)
Apolipoprotein
disekresi oleh hati dan usus. Sebagian besar lipid dari permukaan satu lapis
kilomikron dan VLDL selama liposis. HDL juga mendapatkan kolesterol dari
jaringan perifer dari suatu jalur yang melindungi homeostasis kolesterol sel.
HDL juga dapat membawa ester kolestril langsung ke hati melalui suatu reseptor
pengait/ docking (reseptor scavenger, SR-BI) yang tidak melakukan endositosis
terhadap lipoprotein (Bertram, Katzung).
Tabel
1. Komposisi Lipoprotein dari Subjek Normal
Komposisi berat (% b/b)
|
|||||||||
Kolesterol
|
|||||||||
Kelas
Lipoprotein
|
Range
density (g/mL)
|
Diameter
(nm)
|
Protein
|
trigliserida
|
bebas
|
ester
|
Fosfolipid
|
||
kilomikron
|
<0.94
|
75-1200
|
1-2
|
80-95
|
1-3
|
2-4
|
3-9
|
||
VLDL
|
0.94-1.006
|
30-80
|
6-10
|
55-80
|
4-8
|
16-22
|
10-20
|
||
LDL
|
1.006-1.063
|
18-25
|
18-22
|
5-15
|
6-8
|
45-50
|
18-24
|
||
HDL
|
1.063-1.21
|
5-12
|
45-55
|
5—10
|
3-5
|
15-20
|
20-30
|
||
Setiap jenis lipoprotein memiliki
fungsi yang berbeda dan dipecah serta dibuang dengan cara yang sedikit berbeda.
Misalnya, kilomikron berasal dari usus dan membawa lemak jenis tertentu yang
telah dicerna dari usus ke dalam aliran darah. Serangkaian enzim kemudian mengambil lemak dari kilomikron
yang digunakan sebagai energi atau untuk disimpan di dalam sel-sel lemak. Pada
akhirnya, kilomikron yang tersisa (yang lemaknya telah diambil) dibuang dari
aliran darah oleh hati. Tubuh mengatur kadar lipoprotein melalui beberapa cara
:
a. Mengurangi pembentukan
lipoprotein dan mengurangi jumlah lipoprotein yang masuk ke
dalam darah.
b. Meningkatkan atau menurunkan
kecepatan pembuangan lipoprotein dari dalam darah.
Kadar lemak yang abnormal dalam
sirkulasi darah (terutama kolesterol) bisa menyebabkan masalah jangka panjang.
Resiko terjadinya aterosklerosis danpenyakit arteri koroner atau penyakit arteri karotis meningkat pada seseorang
yang memiliki kadar kolesterol total yang tinggi. Kadar kolesterol rendah
biasanya lebih baik dibandingkan dengan kadar kolesterol yang tinggi, tetapi
kadar yang terlalu rendah juga tidak baik. Kadar kolesterol total yang ideal
adalah 140-200 mg/dL atau kurang. Jika kadar kolesterol total mendekati 300
mg/dL, maka resiko terjadinya serangan jantung adalah lebih dari 2 kali.
Tidak semua kolesterol meningkatkan
resiko terjadinya penyakit jantung. Kolesterol yang dibawa oleh LDL (disebut
juga kolesterol jahat) menyebabkan meningkatnya resiko;
kolesterol yang dibawa oleh HDL (disebut juga kolesterolbaik)
menyebabkan menurunnya resiko dan menguntungkan. Idealnya, kadar kolesterol LDL
tidak boleh lebih dari 130 mg/dL dan kadar kolesterol HDL tidak boleh kurang
dari 40 mg/dL. Kadar HDL harus meliputi lebih dari 25 % dari kadar kolesterol
total. Sebagai faktor resiko dari penyakit jantung atau stroke, kadar kolesterol total tidak terlalu penting
dibandingkan dengan perbandingan kolesterol total dengan kolesterol HDL atau
perbandingan kolesterol LDL dengan kolesterol HDL. Apakah kadar trigliserida
yang tinggi meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung atau stroke, masih
belum jelas. Kadar trigliserida darah diatas 250 mg/dL dianggap abnormal,
tetapi kadar yang tinggi ini tidak selalu meningkatkan resiko terjadinya aterosklerosis
maupun penyakit arteri koroner. Kadar trigliserid yang sangat tinggi (sampai
lebih dari 800 mg/dL) bisa menyebabkan pankreatitis.
2.
Klasifikasi
Hiperlipidemia
Hiperlipidemia herediter (
hiperlipoproteinemia) adalah kadar kolseterol dan trigliserida yang sangat
tinggi, yang sifatnya diturunkan. Hiperlipidemia herediter mempengaruhi system
tubuh dalam fungsi metabolisme dan membuang lemak (Balai Informasi Tekhnologi
Lipi, 2009). Terdapat 5 jenis hiperlipoproteinemia yang masing-masing memiliki
gambaran lemak darah serta resiko yang berbeda :
a.
Hiperlipoproteinemia tipe I
Disebut juga hiperkilomikronemia familial, merupakan penyakit
keturunan yang jarang terjadi dan ditemukan pada saat lahir. Dimana tubuh
penderita tidak mampu membuang kilomikron dari dalam darah. Anak-anak dan
dewasa muda dengan kelainan ini mengalami serangan berulang dari nyeri perut.
Hati dan limpa membesar, pada kulitnya terdapat pertumbuhan lemak
berwarna kuning pink (xantoma eruptif).
Pemeriksaan darah menunjukkan kadar trigliserida yang sangat tinggi. Penyakit
ini tidak menyebabkan terjadi aterosklerosis tetapi
bisa menyebabkan pankreatitis, yang bisa berakibat
fatal Penderita diharuskan menghindari semua jenis lemak (baik lemah jenuh,
lemak tak jenuh maupun lemak tak jenuh ganda).
b.
Hiperlipoproteinemia tipe II
Disebut juga hiperkolesterolemia familial, merupakan suatu penyakit
keturunan yang mempercepat terjadinya aterosklerosis dan kematian dini,
biasanya karena serangan jantung. Kadar kolesterol LDLnya tinggi. Endapan lemak
membentuk pertumbuhan xantoma di
dalam tendon dan kulit. 1 diantara 6 pria penderita
penyakit ini mengalami serangan jantung pada usia 40 tahun dan 2 diantara 3
pria penderita penyakit ini mengalami serangan jantung pada usia 60 tahun.
Penderita wanita juga memiliki resiko, tetapi terjadinya lebih lambat. 1 dari 2
wanita penderita penyakit ini akan mengalami serangan jantung pada usia 55
tahun. Orang yang memiliki 2 gen dari
penyakit ini (jarang terjadi) bisa memiliki kadar kolesterol total sampai
500-1200 mg/dL dan seringkali meninggal karenapenyakit arteri koroner pada
masa kanak-kanak. Tujuan pengobatan adalah untuk menghindari faktor resiko,
seperti merokok, dan obesitas, serta
mengurangi kadar kolesterol darah dengan mengkonsumsi obat-obatan. Penderita
diharuskan menjalani diet rendah lemak atau tanpa lemak, terutama lemak jenuh
dan kolesterol serta melakukan olah raga secara teratur. Menambahkan bekatul
gandum pada makanan akan membantu mengikat lemak di usus. Seringkali diperlukan
obat penurun lemak.
c.
Hiperlipoproteinemia tipe III
Merupakan penyakit keturunan yang
jarang terjadi, yang menyebabkan tingginya kadar kolesterol VLDL dan
trigliserida. Pada penderita pria, tampak pertumbuhan lemak di kulit pada masa
dewasa awal. Pada penderita wanita, pertumbuhan lemak ini baru muncul 10-15
tahun kemudian. Baik pada pria maupun wanita, jika penderitanya mengalami obesitas, maka pertumbuhan lemak akan muncul lebih
awal. Pada usia pertengahan, aterosklerosis seringkali menyumbat arteri dan mengurangi aliran darah ke tungkai.
Pemeriksaan darah menunjukkan tingginya kadar kolesterol total dan
trigliserida. Kolesterol terutama terdiri dari VLDL. Penderita seringkali
mengalami diabetes ringan dan
peningkatan kadar asam urat dalam darah.
Pengobatannya meliputi pencapaian dan pemeliharaan berat badan ideal serta
mengurangi asupan kolesterol dan lemak jenuh. Biasanya diperlukan obat penurun
kadar lemak. Kadar lemak hampir selalu dapat diturunkan sampai normal, sehingga
memperlambat terjadinya aterosklerosis.
d.
Hiperlipoproteinemia tipe IV
Merupakan
penyakit umum yang sering menyerang beberapa anggota keluarga dan menyebabkan
tingginya kadar trigliserida. Penyakit ini bisa meningkatkan resiko terjadinya
aterosklerosis. Penderita seringkali mengalami kelebihan berat badan dan
diabetes ringan. Penderita dianjurkan untuk mengurangi berat badan,
mengendalikan diabetes dan menghindari alkohol. Bisa diberikan obat penurun
kadar lemak darah.
e.
Hiperlipoproteinemia tipe V
Merupakan
penyakit keturunan yang jarang terjadi, dimana tubuh tidak mampu memetabolisme
dan membuang kelebihan trigliserida sebagaimana mestinya. Selain diturunkan,
penyakit ini juga bisa terjadi akibat :
-
Penyalahgunaan alkohol
-
Diabetes yang tidak terkontrol dengan baik
-
Gagal ginjal
-
Makan setelah menjalani puasa selama beberapa waktu.
Jika
diturunkan, biasanya penyakit ini muncul pada masa dewasa awal. Ditemukan
sejumlah besar pertumbuhan lemak (xantoma) di kulit, pembesaran hati dan limpa
serta nyeri perut. Biasanya terjadi diabetes ringan dan peningkatan asam urat.
Banyak penderita yang mengalami kelebihan berat badan. Komplikasi utamanya
adalah pankreatitis, yang seringkali terjadi setelah penderita makan lemak dan
bisa berakibat fatal. Pengobatannya berupa penurunan berat badan, menghindari
lemak dalam makanan dan menghindari alkohol. Bisa diberikan obat penurun kadar
lemak.[1]
Tabel
2. Klasifikasi Hiperproteinuremia menurut Fredrickson-Levy-Less
Tipe
|
Evaluasi
Lipoprotein
|
I
|
Kilomikron
|
IIa
|
LDL
|
IIb
|
LDL + VLDL
|
III
|
IDL (LD1)
|
IV
|
VLDL
|
V
|
VLDL + kilomikron
|
LDL=low
density protein
VLDL
= very low density protein
IDL
= intermediate-density protein
Tipe
I
Tipe
I, sangat jarang, dikarakteristik dengan tingginya kilomikron dan trigliserida
di dalam darah. Tipe ini merupakan penyakit genetik karena kekurangan enzim
lipoprotein lipase atau apo C-II yang merupakan kofaktor untuk aktivitas enzim
LPL, sehingga menyebabkan ketidakmampuan pembersihan kilomikron dan VLDL
trigliserida dari darah secara efektif.
Tipe
II
Tipe
ini ditandai dengan peningkatan LDL yang dapat merupakan kondisi awal (primer)
ataupun kelanjutan (sekunder) dari kondisi hiperlipidemia lainnya.
Hiperlipoprotein primer disebabkan oleh beberapa kondisi genetik, sedangkan
hiperlipoprotein sekunder dapat disebabkan oleh endokrinopati (hipotiroid,
hipopituitari, diabetes melitus) dan biasanya dapat pulih dengan terapi hormon.
Tipe
II terdiri atas 2 tipe yaitu hiperlipidemia tipe IIa dan IIb :
a. Tipe IIa, ditandai dengan
tingginya kadar LDL di dalam darah tapi kadar VLDLnya normal. Tipe ini dapat
disebabkan beberapa kondisi genetik yaitu hiperkolesterol familial,defectiv e apolipoprotein B familial,
hiperkolesterolemia poligenik.
b. Tipe IIb, ditandai dengan
tingginya kadar LDL dan VLDL, kolesteroldan trigliserida dalam darah. Tipe ini
disebut kombinasi hiperlipidemia familial. Penyakit ini disebabkan karena
meningkatnya produksi hepatik Apo B (merupakan protein utama pada LDL dan
VLDL). Xanthoma pada tipe ini jarang terjadi, tetapi tipe ini ditandai dengan
predisposisi CAD (Coronary ArteryDisease) prematur.
Tipe
III
Karakteristiknya
yaitu meningkatnya kadar IDL dan VLDL remnant. Tipe ini terkait dengan
abnormalitas pada Apo E (merupakan petanda pengenalan oleh reseptor -reseptor
sel hati untuk menghilangkan kilomikron remnant) dan ketidaksempurnaan konversi
VLDL dalam plasma dan terjadi peningkatan kadar IDL. Kondisi ini dapat pula
terjadi pada hipotiroidisme. Gangguan ini terjadi lebih awal pada pria
dibandingkan pada wanita. Abnormalitas pada toleransi glukosa dan hiperurikemia
dapat terjadi.
Tipe
IV
Karakteristiknya
yaitu peningkatan kadar trigliserida plasma yang terkandung di dalam VLDL dan
kemungkinan akan berkembang menjadi aterosklerosis. Kondisi berhubungan dengan
abnormalitas toleransi glukosa ( resisten insulin) dan obesitas. Kadar
kolesterol total normal atau meningkat sedangkan kadar HDL rendah.
Tipe
V
Karakteristiknya
terjadi peningkatan kadar VLDL dan kilomikron sehingga dapat disebut sebagai
hipertrigliseridemia. Kadar lipoproteinlipase umumnya normal. Tipe ini
merupakan gangguan yang jarang terjadi. Penyebabnya terkadang dipengaruhi
faktor keluarga, terkait dengan ketidaksempurnaan pembersihan trigliserida
eksogen maupun endogen yang tidak sempurna dapat dan ancaman resiko
pancreatitis seumur hidup. Pada beberapa pasien dapat diakibatkan alkohol dan
diabetes.
f.
Hiperlipidemia Sekunder
Hiperlipidemia
sekunder merupakan gangguan yang disebabkan oleh faktor tertentu seperti
penyakit dan obat-obatan. Beberapa jenis penyakit penyebab hiperlipidemia :
1. Diabetus
melitus
Penderita
NIDDM umumnya akan menyebabkan terjadinya hipertrigliseridemia. Penyebabnya
pada glukosa darah tinggi akan menginduksi sintesis kolesterol dan glukosa akan
dimetabolisme menjadi Acetyl Co A. Acetyl Co A ini merupakan prekusor utama
dalam biosintesis kolesterol. Sehingga akan menyebabkan produksi
VLDL-trigliserida yang berlebihan oleh hati dan adanya pengurangan proses
lipolisis pada lipoprotein yang kaya trigliserida.
2.
Hipotiroidisme
Pengaruh
hipotiroidisme pada metabolisme lipoprotein adalah peningkatan kadar
kolesterol-LDL yang diakibatkan oleh penekanan metabolik pada reseptor LDL,
sehingga kadar-LDL akan meningkat antara 180-250 mg/dL. Di samping itu, bila
penderita ini menjadi gemuk kaqrena kurangnya pemakaian energi oleh jaringan
perifer, maka kelebihan kalori ini akan merangsang hati untuk meningkatkan
produksi VLDL-trigliserida dan menyebabakan peningkatan kadar trigliserida
juga.
3.
Sindrom nefrotik
Sindrom
nefrotik akan menyebabkan terjadinya hiperkolesterolemia. Hal ini diakibatkan
oleh adanya hipoalbuminemia yang akan merangsang hati untuk memproduksi
lipoprotein berlebih.
4.
Gangguan hati
Sirosis
empedu primer dan obstruksi empedu ekstra hepatik dapat menyebabakan
hiperkolesterolemia dan peningkatan kadar fosfolipid plasma yang berhubungan
dengan abnormalitas lipoprotein, kerusakan hati yang parah dapat menyebabakan
penurunan kadar kolesterol dan trigliserida. Hepatitis akut juga dapat
menyebabkan kenaikan kadar VLDL dan kerusakan formasi LCAT.
5.
Obesitas
Pada
orang yang obesitas, karena kurangnya pemakaian energi oleh jaringan perifer
akan meyebabkan kelebihan kalori yang dapat merangsang hati untuk menungkatkan
produksi VLDL-trigliserida dan peningkatan trigliserida.[2]
Tabel 3. Penyebab Hiperlipidemia Sekunder (ATP III, 2002)
Penyebab
|
||
penyakit
|
Obat-obatan
|
|
Hiperkolesterolemia
|
Hipotiroidisme, penyakit hati
obstruktif, sindrom nefrotik, anorexia nervosa, intermiten porphyria akut
|
Progestin, diuretik tiazid,
glukokortikoid, β-bloker,
isotretionin, inhibitor
protease,siklosforin,
mirtazapin, sirolimus
|
Hipertrigliseridemia
|
Obesitas, diabetes melitus,
lipodystrophy, sepsis,
kehamilan, hepatitis akut, lupus
erythematosis sistemik. Monoklonal gammathophy: multiple myeloma, lymphoma
|
Alkohol, estrogen,
isotretionin, β-bloker,
glukokortikoid, resin asam
empedu, tiazid,
asparaginase, interperon,
antijamur golongan Azol,
mirtazopin, steroid anabolik,
sirolimus, bexaroten
|
HDL rendah
|
Obesitas, malnutrisi
|
Non-ISA β-bloker, steroid
anabolik, probukol, isotretionin,
progestin
|
3. Gejala
a.
Sakit
dada
b.
Jantung berdebar
c.
Berkeringat
d.
Cemas
e.
Nafas
pendek
f.
Hilangnya
kesadaran atau kesulitan berbicara atau bergerak
g.
Sakit
abdominal
h.
Kematian
mendadak
4.
Patofisiologi
hyperlipidemia
Kolesterol adalah suatu jenis lemak
yang ada dalam tubuh dan dibagi menjadi LDL, HDL, Total kolesterol dan
Trigliserida dari hati, kolesterol di angkut oleh lipoprotein yang bernama
LDL( Low Density Lipoprotein) untuk dibawa ke sel-sel tubuh
yang memerlukan, termasuk ke sel otot jantung, otak dan lain-lain agar dapat
berfungsi sebagaimana mestinya.
HDL (High Densiy Lippoprotein)
adalah bentuk Lipoprotein yang memlliki komponen kolesterol paling sedikit.
Dibentuk di usus dan hati, HDL ini akan menyerap kolesterol bebas dari pembuluh
darah, atau bagian tubuh lain seperti sel makrofag, kemudian membawanya ke
hati. VLDL (Very Low Density Lipoprotein) adalah Lipoprotein yang
dibentuk di hati yang kemudian akan diubah di pembuluh darah menjadi LDL (Low Density Lipoprotein). Bentuk Lipoprotein ini
memiliki kolesterol paling banyak dan akan membawa kolesterol tersebut ke
jaringan seperti dinding pembuluh darah (Jeffry Tenggara, 2008).
Kelebihan kolesterol akan diangkat
kembali oleh lipoprotein yang disebut HDL (High Density Lipoprotein)
untuk dibawa kembali ke hati yang selanjutnya akan diuraikan lalu dibuang ke
dalam kantung empedu sebagai asam (cairan) empedu. LDL mengandung lebih banyak
lemak dari pada HDL sehingga ia akan mengambang di dalam darah. Protein utama
yang membentuk LDL adalah Apo-B (Apolipoprotein-B). LDL dianggap sebagai lemak
yang “jahat” karena dapat menyebabkan penempelan kolesterol di dinding pembuluh
darah.
Sebaliknya,
HDL disebut sebagai lemak yang “baik” karena dalam operasinya ia membersihkan
kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali
ke hati. Protein utama yang membentuk HDL Apo-a (Apolipoprotein-A). HDL ini
mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi sehingga
lebih berat.
Konsentrasi
kolesterol pada HDL dan LDL atau VLDL lipoprotein adalah prediktor kuat untuk
penyakit jantung koroner. HDL fungsional menawarkan perlindungan dengan cara
memindahkan kolesterol dari sel dan atheroma. Konsentrasi tinggi dari LDL dan
konsentrasi rendah dari HDL fungsional sangat terkait dengan penyakit
kardiovaskuler karena beresiko tinggi terkena ateroklerosis. Keseimbangan
antara HDL dan LDL semata-mata ditentukan secara genetikal, tetapi dapat diubah
dengan pengobatan, pemilihan makanan dan faktor lainnya.
Tabel 4. Klasifikasi kolesterol total, LDL, HDL dan
trigliserida
Jenis Kolesterol
|
Nilai
|
Kolesterol total
Diinginkan
Cukup tinggi
Tinggi
|
< 200 mg/dL
200-239 mg/dL
≥ 240 mg/dL
|
Kolesterol LDL
Optimal
Jauh atau diatas optimal
Cukup tinggi
Tinggi
Sangat tinggi
|
<100 mg/dL
100-129
130-159
160-189
≥190
|
Kolesterol HDL
Rendah
Tinggi
|
<40 mg/dL
≥60 mg/dL
|
Trigliserida
Normal
Cukup tinggi
Tinggi
Sangat tinggi
|
<150 mg/dL
150-199 mg/dL
200-499 mg/dL
≥500 mg/dL
|
Seperti
yang telah disebutkan diatas lipid memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Namun,
apabila terjadi keadaan hiperlipidemia, akan menyebabkan kelainan metabolism
lipid. Kelainan metabolism lipid pada keadaan hiperlipidemia dapat terjadi pada
tapak–tapak produksi atau penggunaan lipoprotein yang menyebabkan keadaan
hipolipoproteinemia atau hiperlipoproteinemia.[3]
5. Etiologi Hiperlipidemia
Hiperlipidemia
biasanya disebabkan oleh :
a.
Riwayat
keluarga dengan hyperlipidemia
b.
Obesitas
c.
Diet
kaya lemak
d.
Kurang
melakkuakn olahraga
e.
Penggunaan
alcohol
f.
Merokok
sigaret
g.
Diabetes
yang tidak terkontrol dengan baik
h.
Kelenjar
tiroid yang kurang aktif
Sebagian
besar kasus peningkatan kadar trigliserida dan kolesterol total bersifat
sementara dan tidak berat, dan terutama merupakan akibat dari makan lemak.
Pembuangan lemak dari darah pada setiap orang memiliki kecepatan yang berbeda.
Seseorang bisa makan sejumlah besar lemak hewani dan tidak pernah memiliki
kadar kolesterol total lebih dari 200 mg/dl, sedangkan yang lainnya menjalani
diet rendah lemak yang ketat dan tidak pernah memiliki kadar kolesterol total
di bawah 260mg/dl. Perbedaan ini tampaknya bersifat genetik dan secara luas
berhubungan dengan perbedaan kecepatan masuk dan keluarnya lipoprotein dari
aliran darah.[4]
6. Pemeriksaan
dan Diagnosis
Pemeriksaan
fisik harus menggambarkan:
a.
Ada
atau tidaknya faktor resiko jantung
b. Sejarah penyakit jantung atau
gangguan lipid
c. Ada atau tidaknya faktor sekunder
hiperlipidemia termasuk pengobatan secara bersamaan
d. Ada atau tidaknya xantoma, nyeri abdominal,
atau sejarah pancreatitis, penyakit ginjal atau hati, penyakit pembuluh darah
perifer, aneorisme aortic abdominal, atau penyakit pembuluh darah otak (bruits
carotid, stroke, serangan iskemik transient).
7.
Tatalaksana terapi hiperlipidemia
a.
Terapi
non farmakologi :
Diet
rendah kolesterol dan lemak jenuh akan mengurangi kadar LDL. Olahraga bisa
membantu mengurangi kadar kolesterol LDL dan menambah kadar kolesterol HDL.
Biasanya pengobatan terbaik untuk orang-orang yang memiliki kadar kolesterol
dan trigliserida tinggi adalah:
1.
Menurunkan
berat badan jika mereka mengalami kelebihan berat badan
2.
Berhenti
merokok
3.
Mengurangi
jumlah lemak dan kolesterol dalam tubuhnya
4.
Menambah
porsi olahraga
5.
Mengkonsumsi
obat penurun kadar lemak (jika diperlukan)
Jika
kadar lemak darah sangat tinggi atau tidak memberikan respon terhadap tindakan
diatas, maka dicari penyebabnya yang spesifik dengan melakukan pemeriksaan
darah khusus sehingga bisa diberikan pengobatan yang khusus (Balai Informasi
Tekhnologi Lipi, 2009).
b.
Terapi
farmakologi
Tabel
5. Terapi Farmakologi (Balai Informasi Tekhnologi Lipi, 2009)
Jenis
Obat
|
Contoh
|
Cara
Kerja
|
Penyerap
asam empedu
|
Kolestiramin
Kolestipol
|
Mengikat
asam empedu di usus, dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah
|
Penghambat
sintesa protein
|
Niasin
|
Mengurangi
kecepatan VLDL (VLDL merupakan prekursos dari LDL)
|
Penghambat
HMG
Koenzim-A reduktase
|
Adrenalin,
Flufastatin
Lovastatin
Vlavastatin
Sinvastatin
|
Menghambat
pembentukan kolesterol, dan meningkatkan pembuangan LDL dari aliran darah
|
Derivat
asam fibrat
|
Klofibrat
Fenofibrat
Gemfibrosil
|
Meningkatkan
pemecahan lemak
|
1.
Niasin
(asam nikotinat)
Asam
nikotinat mempunyai kemampuan menurunkan lipid yang luas, tetapi penggunaaan
dalam klinik terbatas karena efek samping yang tidak menyenangkan. Mekanisme
kerja: pada dosis dalam gram, niasin (NYE a sin) merupakan vitamin larut air,
menghambat lipolisis dengan kuat dalam jaringan lemak-penghasil utama asam
lemak bebas yang beredar. Hati umumnya menggunakan asam lemak dalam sirkulasi
sebagai precursor utama untuk sintesis triasilgliserol. Karena itu, niasin
menyebabkan penurunan sintesis triasilgliserol yang diperlukan untuk produksi
VLDL (lipoprotein densitas sangat rendah). Lipoprotein densitas rendah (LDL,
lipoprotein kaya kolesterol) berasal dari VLDL dalam plasma. Karena itu,
reduksi VLDL juga mengakibatkan penurunan konsentrasi LDL plasma. Dengan
demikian, baik triasilgliserol (dalam VLDL) dan kolesterol (dalam VLDL dan LDL)
dalam plasma menjadi rendah. Selanjutnya, pengobatan dengan niasin akan
meningkatkan kadar kolesterol-HDL (HDL merupakan karier kolesterol yang
“baik”). Selanjutnya, dengan meningkatkan sekresi aktivator plasminogen
jaringan dan merendahkan fibrinogen plasma, niasin dapat mengubah beberapa
disfungsi sel endotel penyebab thrombosis yang ada kaitannya dengan
hiperkolesterolemia dan aterosklerosis.
Penggunaan
dalam terapi : niasin merendahkan kadar plasma kolesterol dan triasilgliserol.
Karena itu, obat ini berguna pada pengobatan hiperlipoproteinemia tipe II b dan
IV, dengan VLDL dan LDL naik. Niasin juga diguanakan untuk pengobatan
hiperkolesterolemia lain yang berat, sering dengan kombinasi antihiperlipidemia
lain. Selain itu, obat ini merupakan obat antihiperlipidemia paling poten untuk
meningkatkan kadar HDL plasma.
Farmakokinetik
: niasin diberikan per oral. Zat ini diubah dalam tubuh menjadi nikotinamid
yang dimasukkan dalam kofaktor nikotinamid adenine dinukleotida (NAD). Niasin
adalah derivat nikotinamid dan metabolit lain dikeluarkan dalam urin. Nikotinamid
sendiri tidak menurunkan kadar lipid dalam plasma.
Efek
samping : efek samping niasin yang paling menonjol adalah kemerahan pada kulit
(disertai perasaan panas yang tidak nyaman) dan pruritus. Pemberian aspirin
sebelum minum niasin mengurangi rasa panas yang diantar oleh prostaglandin.
Beberapa pasien juga mengalami mual dan sakit pada abdomen. Asam nikotinat
menghambat sekresi tubular asam urat dan karena itu mudah terjadi hiperurisemia
dan pirai. Telah dilaporkan adanya gangguan toleransi glukosa dan
hepatotoksisitas.
2.
Fibrat-Klofibrat dan Gemfibrozil
Obat-obat
tersebut merupakan derivat asam fibrat dan keduanya mempunyai mekanisme kerja
yang sama. Gamfibrozil dalam klinik telah menggantikan klofibrat karena
kematian akibat klofibrat lebih tinggi. Kematian tersebut tidak ada hubungannya
dengan penyebab kardiovaskular tetapi lebih ganasan atau komplikasi pasca
kolesistektomi dan pankreasitis.
Mekanisme
kerja : Kedua obat menyebabkan penurunan trigliserol plasma dengan memacu
aktifitas lipase lipoprotein, sehingga menghidrolisis triasilgliserol pada
kilomikron dan VLDL, sehingga dapat mempercepat pengeluaran partikel-partikel
ini dari plasma. Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa fibrat dapat
menyebabkan penurunan kolesterol plasma dengan menghambat sintesis kolesterol
dalam hati dan meningkatkan ekskresi biliar kolesterol ke dalam feses. Fibrat
juga merendahkan kadar fibrinogen plasma.
Penggunaan
Terapi : Fibrat digunakan dalam pengobatan hipertrigliseridemia, menyebabkan
penurunan yang signifikan pada kadar triasilgliserol plasma. Klofibrat dan
gamfibrozil berguna dalam mengobati hiperlipidemia tipe III
(disbetalipoproteinemia), dengan penumpukan partikel lipoprotein densitas
sedang (IDL). Pasien dengan hipertrigliseridemia (tipe IV) (VLDL meningkat)
atau penyakit tipe V (peningkatan VLDL dan kilomiron) yang tidak responsif
dengan diet atau obat lain dapat mengambil manfaat obat-obat ini.
Farmakokinetik
: Kedua obat diabsorpsi sempurna setelah dosis oral. Klofibrat mengalami
esterifikasi menjadi asam klofibrat yang aktif terikat pada albumin dan
tersebat luas seluruh jaringan tubuh. Untuk gamfibrizil secara luas menyebar ke
seluruh tubuh dan terikat pada albumin juga.Keduanya mengalami biotransformasi
sempurna dan dikeluarkan dalam urin sebagai konjugat glukuronida.
Efek
samping:
a.
Efek Gastrointestinal
Efek
samping paling umum adalah gangguan pencernaan ringan. Efek samping akan
berkurang dengan berkembangnya terapi.
b.
Litiasis
Karena
obat-obat ini meningkatkan ekskresi kolesterol biliar,terdapat predisposisi
untuk pembentukan batu empedu.
c.
Keganasan
Pengobatan
dengan kolifibrat telah menyebabkan sejumlah keganasan-terkait dengan kematian.
d.
Otot
Miositis
atau peradangan otot polos dapat terjadi dengan kedua obat sehingga pelemahan
otot atau nyeri otot harus dievaluasi. Meskipun jarang, pasien dengan
insufisiensi ginjal mengandung resiko. Miopati dan rhabdomiolisis telah
dilaporkan pada beberapa pasien yang menggunakan gamfibrozil dan lovastatin
bersamaan.
e.
Interaksi Obat
Kedua
fibrat bersaing dengan antikoagulan kumarin dalam pengikatan pada protein
plasma, sehingga meningkatkan efek antikoagulan sepintas. Karena itu kadar
protrombin perlu dimonitor jika pasien meminum kedua obat ini.
f.
Kontraindikasi
Keamanan
obat-obat ini pada ibu hamil atau menyusui belum jelas. Seharusnya obat-obat
ini tidak digunakan pada pasien dengan kelainan fungsi hati atau ginjal atau
pasien dengan penyakit kandung empedu.
3.
Resin pengikat asam empedu : kolestiramin dan kolestipol
Mekanisme
kerja: kolestiramin dan kolestipol adalah resin pertukaran anion yang terikat
pada asam dan garam empedu bermuatan negatif dalam usus halus. Kompleks resin
atau asam empedu ini dikeluarkan melalui feses, sehingga mencegah asam empedu
kembali ke hati melalui sirkulasi enterohepatik. Berkurangnya konsentrasi asam
empedu menyebabkan hepatosit meningkatkan konversi kolesterol ke asam empedu,
menyebabkan suplai senyawa ini baik kembali, sebagai komponen penting empedu.
Akibatnya, konsentrasi kolesterol intraseluler, mengaktifkan hati untuk
meningkatkan ambilan partikel LDL yang mengandung kolesterol, sehingga LDL
plasma turun. Ambilan yang miningkat ini dilakukan melalui upregulasi reseptor
LDL pada permukaan sel.
Penggunaan
dalam terapi : resin yang mengikat asam empedu (sering dikombinasi dengan diet
atau niasin) adalah obat-obat pilihan dalam mengobati hiperlipidemia tipe II a
dan II b. kolestiramin juga dapat meringankan pruritus akibat akumulasi asam
empedu pada pasien dengan obstruksi biliar.
Farmakokinetik
: kolestiramin dan kolestipol diminum per oral. Karena tidak larut dalam air
dan merupakan molekul yang sangat bessar (berat molekul lebih dari 106), keduanya tidak diabsorbsi atau dimetabolisme
dalam usus. Sebaliknya semua dikeluarkan dalam feses.
Efek
samping :
a.
Efek
Gastrointestinal : efek samping paling sering adalah gangguan pencernaan
seperti konstipasi, mual dan flatus.
b.
Gangguan
Absorbsi : absorbsi vitamin larut lemak A,D,E,K dapat terganggu jika terdapat
dosis resin yang tinggi. Absorbsi asam folat dan askorbat juga dapat berkurang.
c.
Interaksi
Obat : kolestiramin dan kolestipol mengganggu absorbsi beberapa obat dalam
usus, misalnya tetrasiklin, fenobarbital, digoksin, warfarin, pravastatin,
fluvastatin, aspirin, dan diuretic thiazid. Karena itu, obat-obat harus diminum
1-2 jam sebelum atau 4-6 jam setelah resin pengikat asam empedu ini diminum.
4.
Inhibitor HMG – CoA reduktase : Lovastatin, praavastatin, simvastatin, dan
fluvastatin
Kelompok
antihiperlipidemia yang baru ini menghambat tahap pertama aktifitas enzim dalam
sintesis sterol. Analog dengan struktural alamia, asam3-hidroksi-3metil
Glutarat (HMG), semua obat dalam grup ini berpacu dalam menghambat hidrosi
metil glutaril koenzim A (HMG-CoA reduktase). Kecuali fluvastati, inhibitor HMG
reduktase lainnya merupakan modifikasi kimia dari senyawa alamia yang terdapat
dalam jamur.
Mekanisme
Kerja Inhibisi
a.
HMG-CoA
reduktase
Lovastatin,
simvastatin, pravastatin, fluvastain adalah analog 3-tatin dan simvastatin
adalah lakton yang dihidrolisis menjadi obat aktif. Pravastatin dan fluvastatin
aktif dengan cara demikian. Karena afinitasnya yang kuat terhadap enzim, semua
efektif berpacu menghambat HMG-CoA reduktase, tahapan terbatas dalam sintesis
kolesterol. Dengan menghambat sintesis kolesterol denovo-, obat akan
menghabiskan simpanan kolesterol.
b.
Penurunan
reseptor LDL
Penghapusan
kolesterol intraseluler menyebabkan sel meningkat jumlah resepto LDL permukaan
sel spesifik yang dapat mengikat dan menginternalisasikan LDL yang beredar.
Sehingga, hasil akhir adalah penurunana kolesterolplsama karena sintesis berkurang
dan peningkatan katabolisme LDL. Inhibitor HMG-CoA reduktase, seperti
kolestiramin , dapat meningkatkan kadar HDL plasma pada beberapa pasien
sehingga menurunkanresiko mendapatkan penyakit PJK. Penurunan triasilgliserol
juga terjadi sedikit.
c.
Penggunaan
Dalam Terapi
Obat-obat
ini efektif dalam menurunkan kadar kolesterol plasma pada semua jenis
hiperlipidemia. Namun pasien yang homozigot untuk penyakit hiperkolesterolemia
kekurangan reseptor LDL dan oleh karenanya mendapatkan keuntungan sedikit dari obat-obat
ini. Perlu diperhatikan bahwa meskipun proteksi diberikan karena pengurangan
kadar kolesterol, kira-kira ¼ pasien yang diobati dengan obat ini masih
menderita masalah koroner. Karena itu diperlukan strategi tambahan seperti
diet, latihan, atau obat tambahan perlu diberikan.
Farmakokinetik:
pravastatin dan fluvastatin hamper seluruhnya dapat diabsorbsi setelah
pemberian oral; dosis oral lovastatin dan simvastatin diabsorbsi 30-50%.
Pravastatin dan fluvastatin adalah obat aktif langsung, sedangkan lovastatin
dan simvastatin harus dihidrolisis menjadi asam. Karena ekstraksi first pass,
kerja utama obat-obat ini pada hati. Semua mengalami biotransformasi, beberapa
produk masih tetap aktif. Ekskresi terjadi terutama melalui empedu dan feses,
tetapi pengeluaran melalui urin juga terjadi. Waktu paruh berkisar antara 1,5-2
jam.
Efek
samping :
a.
Hati
: kelainan biokimiawi fungsi hati telah terjadi dalam penggunaan inhibitor
HMG-CoA reduktase. Karena itu, sangat diperlukan menilai fungsi hati dan
mengukur kadar serum transaminase secara periodic. Semua akan kembali normal
jika obat dihentikan.
b.
Otot
: miopati dan rhabdomiolisis (disintegrasi atau disolusi otot) jarang
dilaporkan. Dalam beberapa kasus, pasien biasanya menderita insufisiensi ginjal
atau mengambil obat seperti siklosporin, itrakonazol, eritromisin, gemfibrosil
atau niasin. Kadar keratin kinase plasma harus diperiksa secara teratur.
c.
Interaksi
obat : inhibitor HMG-CoA reduktase juga meningkatkan kadar kumarin. Sehingga,
penting untuk sering mengevaluasi waktu protrombin.
d.
Kontra
indikasi : obat-obat ini merupakan kontraindikasi bagi ibu hamil atau menyusui.
Obat-obat ini tidak boleh digunakan pada anak-anak atau remaja.
c.Terapi
obat kombinasi
Kadang-kadang
perlu memberikan 2 antihiperlipidemia untuk mendapatkan penurunan kadar lipid
plasma yang signifikan. Sebagai contoh, pada hiperlipidemia terapi II, pasien
sering diobati dengan kombinasai niasin ditambah obat pengikat asam empedu,
seperti kolestiramin. Kombinasi inhibitor HMG-CoA reduktase dengan zat pengikat
asam empedu juga telah menunjukkan manfaat dalam menurunkan kolesterol LDL.
Tabel
6. Efek Terapi Obat Lipid dan Lipoprotein
Obat
|
Mekanisme
Aksi
|
Efek
Lipid
|
Efek
Lipoprotein
|
Keterangan
|
Cholestyramine,
colestipol, colesevam
|
Naiknya
katabolisme LDL, turunnya Absorpsi kolesterol,
|
Turunnya
kolesterol
|
Turunnya
LDL
|
Permasalahan
akibat komplikasi, ikatan dengan beberapa obat golongan asam
|
Niacin
|
Turunnya
LDL, sintesis VLDL
|
Turunnya
trigliserida dan kolesterol
|
Turunnya
VLDL,LDL,HDL
|
Masalah
dengan penerimaan pasaien, kombinasi yg baik dengan resin obat,menyebabkan
hepatotoksik yang rendah
|
Probucol
|
Naiknya
bersihan LDL
|
Turunnya
kolesterol
|
Turunnya
LDL dan HDL
|
Menurunnya
HDL, efikasi dengan menghambat oksidasi LDL dan fasilitator bolak balik kolesterol
|
Gemfibrozil,
fenofibrate, clofibrate
|
Naiknya
bersihan VLDL dan turunnya sintesis VLDL
|
Turunnya
trigliserida dan kolesterol
|
Turunnya
VLDL, LDL dan naiknya HDL
|
Menyebabkan
kolesterol, rendahnya lDL akibat HDL, Gemfibrosil menghambat glukoronidasi
oleh simvastatin, lovastatin, atorvastatin
|
Lomvastatin,
pravastatin, simvastatin,fluvastatin, atrovastatin, furvastatin
|
Naiknya
katabolisme LDL dan menghambat sintesis LDL
|
Turunnya
kolesterol
|
Turunnya
LDL
|
Naiknya
aktivitas family heterozygote hiperkolestrolemia dengan kombinasi beberapa
agen
|
Ezetimibe
|
Menghambat
absorpsi koloesterol dan melewati saluran intestinal
|
Turunnya
kolesterol
|
Turunnya
LDL
|
Menimbulkan
reaksi efek samping dan reaksi additive dengan obat lain
|
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim, 2013. Hyperlipidemia. http://medicastore.com/penyakit/61/Hiperlipidemia.html.
Diakses pada tanggal 13 Oktober 2013.
Anonim, 2013. Hyperlipidemia. http://niannifarm.wordpress.com/2011/12/18/
hiperlipidemia/. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2013.
Anonim, 2013. http://lululinglinglung.blogspot.com/2012/05/hiperlipidemia.html
Diakses pada tanggal 13 Oktober 2013.
Anonim, 2013. http://makalahkesehatan1.blogspot.com/2012/12/hyperlipidemia.html.
Diakses pada tanggal 13 Oktober 2013.
Anonim, 2013. http://www.artikelkedokteran.com/search/pendahuluan-makalah-
hiperlipidemia. Diakses pada tanggal 13 Oktober 2013.
Robert murray, 2003, Biokima Harper, penerbit EGC, Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar